Pengaruh Peran Museum Pendidikan Nasional (Mupenas) UPI sebagai Sumber Belajar terhadap Tingkat Berpikir Kronologis Pengunjung

Masyithoh Nurul Haq, Erlina Wiyanarti

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh peran Museum Pendidikan Nasional UPI, baik dalam hal edukasi maupun aspek pelayanan lainnya, terhadap kemampuan berpikir kronologis pengunjungnya atau tidak, terkhusus pada konten sejarah pendidikan nasional/Indonesia, lebih jauhnya ingin melihat apakah pengaruh itu positif ataukah negatif. Metode penelitian menggunakan studi korelasional. Data diperoleh melalui penyebaran angket dan tes. Responden adalah mahasiswa pendidikan sejarah UPI angkatan 2015 yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman dan uji regresi linear. Hasil menunjukkan terdapat hubungan positif namum sangat lemah antara peran Mupenas UPI sebagai sumber belajar dengan tingkat berpikir kronologis pengunjung yang diukur berdasarkan tingkat kemampuan membedakan masa lalu, sekarang, dan yang akan datang; tingkat kemampuan mengidentifikasi struktur temporal narasi sejarah; tingkat kemampuan menetapkan urutan narasi sejarah; tingkat kemampuan mengukur dan menghitung satuan waktu dalam sejarah; dan tingkat kemampuan menjelaskan perubahan dan kesinambungan waktu.

Keywords


Berpikir Kronologis, Museum Pendidikan Nasional

Full Text:

PDF

References


AECT. (1997). The Definition of Educational Technology. Washington DC.

Agus, A.B., & Salleh, M. J. B. (2009). Kreativiti Pengajaran dan Pembelajaran Sejarah. Internasional Islamic University Malaysia. Malaysia.

Baron, C. (2012). Understanding Historical Thinking at Historic Sites. Journal of Educational Psychology. 104 (3), hlm. 833-847.

Bryan, J., Munday, M., & Bevins, R. (2012). Developing a Framework for Assessing the Socioeconomic Impacts of Museums: The Regional Value of the ‘Flexible Museum’. Urban Studies, 49 (1), hlm. 133-151.

Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How To Design and Evaluate Research In Education. New York: MCGraw-Hill.

Gulo, W. (2008). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Penerbit PT Grasindo.

Grenier, R. S. (2009). The Role of Learning in Development of Expertise in Museum Docents. Adult Education Quarterly, 59 (2), hlm. 142-157.

Grenier, R. S. (2010). “Now This is What I Call Learning!” A Case Study of Museum-Initiated Professional Development for Teachers. Adult Education Quarterly, 60 (5), hlm. 499-516.

Hutherington, K. (t.t.). Museum. Theory, Culture, & Society, 23 (2), hlm. 597-603.

Lorenc, dkk. (2013). How is Chronological Thinking Tested?. Edukacja, 119 (3), hlm. 84-97.

Monk, D. F. (2013). John Dewey and Adult Learning in Museums. SAGE Journal, 24 (2), hlm. 63-71.

Nash, G. (1997). Reflection on the National History Standars. [Online]. Diakses dari http://www-personal.umich.edu/~mlassite/discussion261/nash.html

National Center for History in the School (NCHS). (1996). 1. Chronogical Thinking. [Online]. Diakses dari https://phi.history.ucla.edu/nchs/historical-thinking-standards/1-chronological-thinking/

Schouten, F. F. J. (1992). Pengantar Didaktik Museum. Terj. Jakarta: Direktorat Permuseuman.

Sudjana, N. & Rivai, A. (2007). Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Suratmin. (2000). Museum sebagai Wahana Pendidikan Sejarah. Yogyakarta: Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Yogyakarta.

Wineburg, S. (2006). Berpikir Historis Memetakan Masa Depan, Mengajarkan Masa Lalu. Terj. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.17509/factum.v8i2.22147

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Masyithoh Nurul Haq