Nasionalisme, Toleransi, dan Kepemimpinan pada Masa Kerajaan-Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia: Analisis Buku Teks Pembelajaran Sejarah SMA

Maria Antonia Cunino

Abstract


Buku teks pelajaran sejarah Indonesia ditulis untuk memudahkan peserta didik belajar dan harus sejalan dengan kurikulum serta tujuan pemerintah, yaitu untuk membentuk karakter bangsa. Dalam artikel ini, penulis fokus mengkaji buku teks dengan materi sejarah Indonesia zaman Hindu-Buddha. Terdapat tiga nilai yang dikaji, yaitu nilai nasionalisme, nilai toleransi, dan nilai kepemimpinan dari kerajaan-kerajaan Hindu Buddha yang ada di Indonesia pada abad ke IV sampai adab ke XV. Dari materi tersebut diharapkan peserta didik mempunyai jiwa nasionalisme dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap sesamanya yang berbeda budaya, agama, dan kebangsaan. Kepemimpinan dari raja-raja di kerajaan-kerajaan Hindu Buddha juga mengajarkan kepada peserta didik untuk menjadi pemimpin yang baik dan mengambil nilai-niai dari kepemimpinan tersebut. Penulis menggunakan metode analisis konten untuk menggali nilai-nilai yang terdapat di dalam buku teks tersebut.

Keywords


Buku teks, nasionalisme, torelansi, kepemimpinan

Full Text:

PDF

References


Anderson, B. (2008). Imagined Communities, Komunitas-Komunitas Terbayang. Yogyakarta: Insist-Pustaka Pelajar.

Antonakis, J., Avolio, B. J., & Sivasubramaniam, N. (2003). “Context and leadership: an examination of the ninefactor full-range leadership theory using the multifactor leadership questionnaire”. The leadership quarterly, 14 (3), hlm. 261-295.

Banowati, E. (2007). “Buku teks dalam pembelajaran Geografi di Kota Semarang”. Jurnal Jurusan Geografi FIS UNNES, 4 (2), hlm. 147-158.

Blunt, P., & Jones, M. L. (1997). “Exploring the limits of Western leadership theory in East Asia and Africa”. Personnel Review, 26 (1/2), hlm. 6-23.

Cieri, R. L. (2014). “Craniofacial feminization, social tolerance, and the origins of behavioral modernity”. Current Anthropology, 55 (4).

Cooper, C. D., Scandura, T. A., & Schriesheim, C. A. (2005). “Looking forward but learning from our past: potential challenges to developing authentic leadership theory and authentic leaders”. The Leadership Quarterly, 16 (3), hlm. 475- 493.

Creswell, J. W. (2017). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hapsari, R. & Adil, M. (2016). Sejarah Indonesia Jilid I untuk SMA/MA Kelas X Kelompok Wajib. Jakarta: Erlangga.

Hartono, Y. (2011). “Pembelajaran yang multikultural untuk membangun karakter bangsa”. AGASTYA: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 1 (1), hlm. 29-45.

Hasan, S. H. (2012). Pendidikan Sejarah Indonesia: Isu dalam Ide dan Pembelajaran. Bandung: Rizqi Press.

Irhandayaningsih, A. (2012). “Peranan Pancasila dalam menumbuhkan kesadaran nasionalisme generasi muda di era global”. HUMANIKA, 16 (9), hlm. 1-9.

Kansil, C. S. T. (2011). Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ling, W., Chia, R. C., & Fang, L. (2000). “Chinese implicit leadership theory”. The Journal of Social Psychology, 140 (6), hlm. 729-739.

Marli, S. (2012). “Sejarah dan pendidikan sejarah”. Jurnal Cakrawala Kependidikan, 9 (2), hlm. 1-10.

Mudzakir, A. S. (2010). Penulisan buku teks yang berkualitas (23 Maret 2018). Online: http://file.upi. edu/Direktori.

Mulyana, A. (2012). “Pendidikan Sejarah Nilai dan Subjektivitas Interpretasi”, dalam Hasan, S. H. (Ed.), Pendidikan Sejarah Indonesia: Isu dalam Ide dan Pembelajaran. Bandung: Rizqi Press.

Mulyana, A. & Darmiasti. (2009). Historiografi di Indonesia: Dari Magis-Religius Hingga Strukturis. Bandung: Refika Aditama.

Nisvilyah, L. (2013). “Toleransi antarumat beragama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa (studi kasus umat Islam dan Kristen Dusun Segaran Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto)”. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 2 (1), hlm. 382-396.

Novianto, A. & Mustadi, A. (2015). “Analisis buku teks muatan tematik integratif, scientific approach, dan authentic assessment sekolah dasar”. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 45 (1), hlm. 1-15.

Papasi, J. M. (2010). Ilmu Politik: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Purwanta, H., Santosa, H. H., & Haryono, A. (2015). “Wacana identitas nasional pada buku teks pelajaran Sejarah di Inggris dan Indonesia: kajian komparatif”. Patrawidya, 16 (3), hlm. 345-362.

Purwanto, H. (2015). “Kajian perbandingan historiografi pendidikan di Amerika Serikat, Australia, dan Indonesia”. Paramita, 25 (2), hlm. 154-168.

Saharso, S. (2003). “Culture, tolerance and gender”. European Journal of Women’s Studies, 10 (1), hlm. 7-27.

Sjamsuddin, H. (2012). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Sudarsana, I. K. (2017). “Pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal untuk mewujudkan toleransi antar umat beragama”, dalam Prosiding Seminar Nasional Filsafat, hlm. 216- 223.

Suharyanto, A. (2017). “Peranan pendidikan kewarganegaraan dalam membina sikap toleransi antar siswa”. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 1 (2), hlm. 192-203.

Suhawi, A. (2009). Gymnastik Politik Nasionalis Radikal Fluktuasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Tilaar, H. A. R. (2006). Standarisasi Pendidikan Nasional: Suatu Tinjauan Kritis. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Wahab, A. A. (2011). Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan (Telaah Terhadap Organisasi dan Pengelolaan Organisasi Pendidikan). Bandung: Alfabeta.

Wart, M. V. (2003). “Public‐Sector leadership theory: an assessment”. Public administration review, 63 (2), hlm. 214-228.

Zuhdi, S. (2014). Nasionalisme, Laut, dan Sejarah. Jakarta: Komunitas Bambu.




DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v2i1.12604

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah



INDEXED

    

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154

 

View "Jurnal Historia" Stats