IMAGINARY AUDIENCE, PERSONAL FABLE, DAN PERILAKU AGRESI REMAJA

Salma Muthia Azhari, Tina Hayati Dahlan, Muhamad Areiz Musthofa

Abstract


This study aimed to identify the predictions of imaginary audience and personal fable to the aggression behavior of adolescents in the city of Bandung. Participants of the study were 395 adolescents that range 13-18 years old, selected by cluster random sampling techniques. The research data was collected by the New Imaginary Audience Scale (NIAS), the New Personal Fable Scale (NPFS), and the Buss-Perry Aggression Questionnaire that had been adapted into Indonesian. Processing data research using simple and multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that there was significantly effect of imaginary audience and personal fable on agression behavior. Simultaneously the contribution of imaginary audience and personal fable to adolescent aggression behavior in Bandung is 12%. The contribution of imaginary audience to adolescent aggression behavior is partially higher than personal fable contribution

Keywords


imaginary audience, personal fable, aggression behavior

Full Text:

PDF

References


Alberts, A., Elkind, D., & Ginsberg, S. (2007). The personal fable and risk-taking in early adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 36(1), 71-76.

Alghaffar, R. L., & Pratisti, W. D. (2017). Perilaku Agresif Pada Suporter Sepakbola (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Aman,T.P. (2004). Perbedaan Agresivitas Pada Anggota Pencak Silat THS-THM Ditinjau Dari Tingkat Pratama Dan Tingkat Tamtama. Skripsi (tidak diterbitkan). Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata

Aroma, I. S., & Suminar, D. R. (2012). Hubungan antara tingkat kontrol diri dengan kecenderungan perilaku kenakalan remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1(2), 1-6.

Astuti K, Walgito PPDB. Model Kognitif Sosial Perilaku Merokok pada Remaja [Social Cognitive Model of Adolescent Smoking Behavior]. [Doctoral dissertation]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2010.

Auliya, M., & Auliya, M. (2015). Hubungan Kontrol Diri Dengan Perilaku Agresi Pada Siswa Sma Negeri 1 Padangan Bojonegoro. Character: Jurnal Penelitian Psikologi., 2 (3).

Azizah, N. (2016). Korelasi Personal Fable Terhadap Kompetensi Sosial Remaja.

Baron, R. A., dan Byrne, D. 2003. Psikologi Sosial Jilid 2. Edisi 10. Penerjemah: Ratna Juwita. Jakarta: Penerbit Erlanggga.

Batubara, J. R. (2010). Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri, 12(1), 21-9. Berkowitz, L. (1995). Agresi: Sebab dan Akibatnya. Terjemahan. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.

Bulu, Y., Maemunah, N., & Sulasmini, S. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada remaja awal. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 4(1).

Buss, A. H., & Perry, M. (1992). The aggression questionnaire. Journal of personality and social psychology, 63(3), 452.

Diana, R. R., Retnowati, S., Psikologi, F., & Mada, U. G. (2009). Komunikasi remajaorang tua dan agresivitas pelajar. Jurnal Psikologi, 2(2), 1-6.

Dolcini, M. M., Cohn, L. D., Adler, N. E., Millstein, S. G., Irwin Jr, C. E., Kegeles, S. M., & Stone, G. C. (1989). Adolescent egocentrism and feelings of invulnerability: Are they related?. The Journal of Early Adolescence, 9(4), 409-418. Elida Prayitno dan Erlamsyah, Psikologi Perkembangan Remaja (Padang: UNP Press, 2002).

Elkind, D. (1967). Egocentrism in Adolescence. Child development, 1025-1034. Fadhillah, Sunni. (2011). Hubungan Antara Kemampuan Pengelolaan Emosi dengan Perilaku Agresif Siswa. Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak diterbitkan.

Fadila, R. (2013). Hubungan identitas sosial dengan perilaku agresif pada geng motor. Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 8(2).

Fasilita, D. A. (2012). Kontrol Diri Terhadap Perilaku Agresif Ditinjau Dari Usia Satpol Pp Kota Semarang. Journal of Social and Industrial Psychology, 1(2).

Fauziah, S., & Mutiah, D. (2015). Pengaruh Trait Kepribadian Big Five dan Konformitas Teman Sebaya Terhadap Agresivitas Anak Punk di Jabodetabek.

Raheema, 2(2). Feshbach,N.D.(1969).Sex differences in children’s modes of aggressive responses toward outsiders. Merrill-Palmer Quarterly, 15, 249 – 258.

Galanaki, E. P. (2012). The Imaginary Audience and The Personal Fable: A test of Elkind's Theory of Adolescent Egocentrism. Psychology, 3(6), 457.

Gracianing, G. Y., & Widodo, B. (2015). Pengaruh Pola Asuh Permisif Dan Kompetensi Sosial Remaja Terhadap Perilaku Egosentrisme. Educatio Vitae, 2(2).

Guswani, A. M., & Kawuryan, F. (2011). Perilaku agresi pada mahasiswa ditinjau dari kematangan emosi. Jurnal Psikologi UMK: PITUTUR, 1(2), 86-92.

Handayani, A. T. (2018). Hubungan Body Image Dan Imaginary Audience Dengan Kepercayaan Diri Pada Remaja Di SMA Panca Budi Medan. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, 3(1), 319-324.

Kartini, H. (2016). Hubungan antara Konformitas Teman Sebaya dan Intensitas Bermain Game Online dengan Intensi Berperilaku Agresif pada Siswa SMA Katolik WR Soepratman Samarinda. Jurnal Psikologi. Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Kantor Wilayah Jawa Barat. [online]. Tersedia: https://jabar.kemenkumham.go.id/

Knorth, E. J., Klomp, M., Van der Bergh, P. M., & Noom, M. J. (2007). Aggressive Adolescents in Residential Care: A Selective Review of Treatment Requirements and Models. Adolescence, 42 (167), 461-485.

Krahe, B. (2005). Buku Panduan Psikologi Sosial: Perilaku Agresif. Yogyakarta: PT Pustaka Belajar.

Lapsley, D. K., & Rice, K. (1988). The “New Look” at The Imaginary Audience and Personal Fable: Toward a General Model of Adolescent Ego Development. in Self, Ego, and Identity (Pp. 109-129).

Springer, New York, NY. Monks, F.J. (2002) Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Cet. 14.: Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Ormrod, Ellis, Jeanne. 2009. Psikologi Pendidikan Membantu siswa Tumbuh dan Berkembang. Jakarta: Erlangga.

Palinoan, Erick Lolang. (2015). Pengaruh Konformitas dan Agresivitas pada Kelompok Geng Motor di Samarinda. eJournal Psikologi. Vol. 4(1), hlm 79-94.

Piaget, J., & Inhelder, B. (1956). The child’s conception of space. London: Routledge & Kegan Paul.

Praditya, L. Dion, Wimbarti, Supra, dan Helmi, Avin Fadilla. (1999). Pengaruh Tayangan Kekerasan yang Nyata Terhadap Agresivitas. Jurnal Psikologi. (1), hlm 51-63.

Pratiwi, N. L., & Basuki, H. (2011). Hubungan Karakteristik Remaja Terkait Risiko Penularan Hiv-aids Dan Perilaku Seks Tidak Aman Diindonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 14(4).

Putri, F. A. (2010). Hubungan kematangan emosi dengan agresivitas remaja akhir lakilaki.

Rahmat, H. I. (2016). Hubungan antara konformitas dengan kecenderungan perilaku agresif pada suporter sepak bola Persib di Kabupaten Bekasi (Doctoral dissertation, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya).

Ramadhani, H. R., Anward, H. H., & Rachmah, D. N. (2016). Peranan Lima Besar Kepribadian terhadap Kecenderungan Buli pada Remaja. Jurnal Ecopsy, 1(3).

Santoso, M. & Satiadarma, M.P. 2005. Hubungan antara Rasa Percaya Diri dan Agresivitas pada Atlet Bola Basket. Jurnal Phronesis, 1, 51- 64.

Santrock, J. W. (2011). Adolescence: Perkembangan Remaja. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.

Sapari, Agus dan Ni Made Taganing Kurniati. (2008). Gambaran Agresivitas Aparat Kepolisian yang Menangani Demonstrasi. Jurnal Psikologi. Vol. 1(2), hlm 129-135.

Saudi, A. N. A., Hartini, N., & Bahar, B. (2018). Teenagers’ motorcycle gang community aggression from the Personal Fable and risk-taking behavior perspective. Psychology research and behavior management, 11, 305.

Sentana, M. A., & Kumala, I. D. (2017). Agresivitas dan Kontrol Diri pada Remaja di Banda Aceh. Jurnal Sains Psikologi, 6(2), 51-55.

Setiawati, R. (2015). Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Perilaku Agresi Remaja (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Sumintono, B dan Widhiarso, W. (2013). Aplikasi Model Rasch untuk Penelitian Sosial. Cmahi: Trim Komunikata Publishng House.

Usman, I. (2013). Perilaku Bullying Ditinjau dari Peran Kelompok Teman Sebaya dan Iklim Sekolah Pada Siswa SMA di Kota Gorontalo. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.

Schwartz, P. D., Maynard, A. M., & Uzelac, S. M. (2008). Adolescent Egocentrism: A Contemporary View. Adolescence, 43(171), 441.

Suryatri, I. (2015). Hubungan Kontrol Diri Dengan Perilakuagresi Remaja (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).

Tremblay, Richard E. (2000). The Development of Aggressive Behavior During Childhood: What We Have Learned in The Past Century? International Journal of Behavioral Development. Vol. 24(2), hlm 129-141.

Utomo, H. (2013). Hubungan antara frustasi dan konformitas dengan perilaku agresi pada suporter Bonek Persebaya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi., 1(2).

Vogt, W. P., & Johnson, B. (2011). Dictionary of statistics & methodology: A nontechnical guide for the social sciences. Sage. Wilujeng, P. (2013). Pengaruh Konformitas Pada Geng Remaja Terhadap Perilaku Agresi Di Smk Pgri 7 Surabaya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi., 1(2).

Yulandari, S. (2008). Hubungan Antara Egosentrisme dan Kecenderungan Mencari Sensasi Dengan Perilaku Agresi Pada Remaja (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Zakiyah, E. Z., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Faktor yang memengaruhi remaja dalam melakukan bullying. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2).




DOI: https://doi.org/10.17509/insight.v3i2.22343

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT: is published by Department of Psychology UPI Bandung, West Java, Indonesia.

 Lisensi Creative Commons

JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT of Indonesia University of Education disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://ejournal.upi.edu/index.php/insight/.