KONSEP FORGIVENESS DI MINANGKABAU

Novitasari Novitasari, Zakwan Adri

Abstract


Abstract

Forgiveness is a psychological construct occuring often in daily life when people have personal interaction each other. The cultural stetrotype of forgiveness among ethnics in Indonesia is unique to discuss. This study is aimed at identifying the concept of forgiveness in people at Minangkabau culture. This study used qualitative method with indigenous psychology approach.  This study ask participants four open-ended questions and 2 close-ended questions though google form application filled by participants in. The data were collected from 170 participants of from Minangkabau culture living both in West Sumatera province and othe towns outside the province. The data were analyzed with thematic analysis and used tabulation to the data achieved and researcher used coding and categorization toward the data. Results suggest that participants had a pattern of behavior in which they find it difficult to forget the mistakes of tthose who did something hurt them. They expect the punishment to them. It can be concluded that there are four concepts of forgiveness in this sample of ethnic: challenge, hope, revenge, and good deeds.

Keywords: forgiveness, minangkabau, stereotype, indigenous

 

Abstrak

Forgiveness merupakan konstruk psikologi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dalam interaksi interpersonal. Stereotip dalam konsep  forgiveness  berdasarkan suku dan budaya di Indonesia memiliki pola yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep forgiveness dalam masyarakat etnis Minangkabau. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan psikologi indigenous. Penelitian ini menggunakan empat pertanyaan terbuka dan dua pertanyaan tertutup melalui aplikasi google form yang diisi oleh partisipan. Studi mengumpulkan data dari 170 orang bersuku Minang yang berada di Sumatera Barat dan luar Sumatera Barat. Data diolah menggunakan analisis tematik dan menggunakan tabulasi terhadap data dimana peneliti melakukan proses koding dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat etnis Minangkabau sulit melupakan kesalahan orang yang telah menyakitinya, mereka tidak menghindari orang yang telah menyakitinya, mereka mengharapkan adanya hukuman bagi orang yang telah menyakitinya, serta mereka tetap berbuat baik terhadap orang yang telah menyakitinya. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat empat konsep forgiveness dalam masyarakat etnis Minangkabau yaitu tantangan, harapan, balas dendam dan kebaikan.

Kata kunci: forgiveness; minang; stereotip;  indegenous


Keywords


forgiveness; minang; stereotip; indegenous, forgiveness, minangkabau, stereotype, indigenous

Full Text:

PDF

References


Empirical research on religion and psychoterapeutic processes and outcomes: A 10-year review and research prospectus. Psychological Bulletin, 119, 448-487.

Enrigth, R. D & Group, T. H. D. S. (1991). The moral development of forgiveness. In W. Kurtines & J. Gewirtz (Eds.), Handbook of moral behavior and development (Vol. 1, pp. 123-152). Hillsdale, NJ: Erlbaum.

Enright, R. D., Freedman, S., & Rique, J. (1998). The psychology of interpersonal forgiveness. In R.D. Enright & J. North (Eds.), Exploring forgiveness (46-62.). Madison, WI: University of Wiconsin Press.

Fincham, F. D., Beach, S. R. H., & Davila, J. (2004). Forgiveness and conflict resolution in marriage. Journal of Family Psychology, 18 (1), 72-81.

Herani, I & Rachmawati, D (2019). Seek forgiveness: Pemaafan pada pemeluk agama islam dana agama kristen. Jurnal Penelitian Psikologi, 10, (2), 26-35.

Jiang, F., Yue, X., Lu, S. & Yu, G.(2014). Can we forgive? It depends on how happy you are. Scandinavian Journal of Psychology, 56, (2). http://www.medworm.com/ rss/search.php

Manstead, A. S.R., & Hewstone, M. (1996). The blackweel encyclopedia of social psychology, Oxford: Blackweel Publishing.

Matsumoto, D., Yoo, H. S., Fontaine, J., Anguas-Wong, A. M., Arriola, M., Ataca, B., . . . Granskaya, J.V. ( 2008). Mapping expressive differences arund the world: The relationship between emotional display rules and individualism versus collectivism, Journal of Cross-Cultural Psychology, 39, (55).

Mccullough, M. E., & Worthington, E. L. (1999). Religion and the forgiving personality. Journal of personality, 67, (6), 1141-1164.

Mccullough, M. E.(2000). Forgiveness as human strength: Theory, measurement, and links to well-being, Journal of Social and Clinical Psychology, 19, (1), 43-55.

Nashori, F., Iskandar, T. Z., Setiono,, K., & Siswandi, A. G. P. (2011). Tema-tema pemaafan pada mahasiswa yogyakarta. Yogyakarta: Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII.

Nirwana, H. (2003). Perbedaan tingkat aspirasi dan persepsi tentang belajar matematika antara siswa berlatar budaya minangkabau dan batak. Jurnal Ilmu Pendidikan, 12, 1-13.

Nurlaela, A & Anisah, E. (2016). Pemaafan pada santriwati etnis sunda. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 4 (1), 89 – 99.

Rienneke, T. C & Setianingrum, M. E.(2018). Hubungan antara forgiveness dengan kebahagiaan pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 7, (1), 18-31.

Rina, S., & Ivan, M. A. (2016). Perbedaan ekspresi emosi pada orang batak. Jurnal Psikologi, 12, (12), 99-108.

Rostiana. (1999). Diskripsi dan dinamika konflik pada boundary role person. Jurnal Ilmiah Arkhe, 4 (7).

Schreier, M. (2012). Qualitative content analysis in practice. SAGE Publications Ltd: London.

Setiadi, B. N. (2012). Pengantar psikologi lintas budaya dan psikologi indigenous. Jakarta: Universitas Atma Jaya.

Suciati, R & Agung, I. M. (2016). Perbedaan ekspresi emosi pada orang batak, jawa, melayu dan minangkabau. Jurnal Psikologi, 12, (2), 99- 108.

Suharsono, M & Susetyo, D. P. B. (2017). Karakteristik pemaafan berbasis budaya jawa. Psikodimensia, 16 (1), 81- 90.

Wallace, H.M., Exline, J. J., & Baumeister, R. F. (2008). Interpersonal consequences of forgiveness: Does forgiveness deter of encourage repeat offenses?. Journal of Experimental Social Psychology, 44 (2), 453-460.

Wijayanti, H. & Nurwianti. (2010). Kekuatan karakter dan kebahagiaan pada suku jawa. Jurnal Psikologi, 3, (2), 114-122.

Worthington, Jr., Kurusu, T. A., Mccullough, M. E., & Sandage, S. (1996). Empirical research on religion and psychotherapeutic processes and outcomes: A 10-year review and research prospectus. Psychological Bulletin, 119 (3), 448.

Wortington, E. L., & Scherer, M. (2004). Forgiveness is an emotion-focused coping strategy that can reduce health risks and promote health resilience: Theory review, and hypothesis. Psychology & Health, 19 (3), 385-405.

Worthington, Jr, E. L., van Oyen, W. C., Lerner, A. J., & Scherer, M.(2005). Forgiveness in health research and medical practice. Explore, 1 (3), 169-176).




DOI: https://doi.org/10.17509/insight.v5i2.44121

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT: is published by Department of Psychology UPI Bandung, West Java, Indonesia.

 Lisensi Creative Commons

JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT of Indonesia University of Education disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://ejournal.upi.edu/index.php/insight/.