DOT FINGERPRINT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK DENGAN HAMBATAN KECERDASAN RINGAN

Nurbaeti Aflahah, Ratnengsih Een

Abstract


Anak dengan hambatan kecerdasan merupakan anak yang memiliki fungsi intelektual di bawah rata-rata dibandingkan anak seusianya. Dari hambatannya tersebut muncul salah satu hambatan belajar pada proses pembelajaran di sekolah yaitu berkaitan dengan kemampuan konsentrasi. Pada kasus penelitian ditemukan anak dengan hambatan kecerdasan ringan yang mengalami hambatan pada kemampuan konsentrasi dengan durasi kemampuan anak untuk berkonsentrasi masih berada pada jangka pendek yaitu kurang dari satu menit serta memperlihatkan perilaku off task pada saat kegiatan pembelajaran di kelas berlangsung. Hal tersebut menjadi dasar peneliti untuk melakukan intervensi terhadap peningkatan kemampuan konsentrasi belajar anak. Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa penggunaan dot fingerprint dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi belajar anak dengan hambatan kecerdasan ringan di salah satu Sekolah daerah Cicalengka. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Single Subject Research Experimental. Target behavior dalam penelitian ini lebih dari satu yaitu konsentrasi belajar anak pada tes mewarnai dengan menggunakan dot fingerprint serta perilaku konsentrasi belajar anak pada saat on-task dan off-task. Pola desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola desain penelitian A-B-A dengan menggunakan satuan ukur durasi dan persentase. Setelah dilakukan proses intervensi terhadap kemampuan konsentrasi anak dengan kegiatan mewarnai menggunakan dot fingerprint, secara bertahap terdapat peningkatan subjek dalam kemampuan berkonsentrasi pada anak dengan hambatan kecerdasan ringan. Oleh karena itu, kegiatan mewarnai dengan menggunakan dot fingerprint dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi anak
dengan hambatan kecerdasan ringan.

Keywords


Hambatan Kecerdasan Ringan, Konsentrasi Belajar, Dot Fingerprint

Full Text:

PDF

References


Amstrong, T. (1999). ADD/ADHD Alternatives in The Classroom Chapter 3: Strategies to Empower, Not Control, Kids Labeled ADD/ADHD. [Online], Tersedia di: http://ascd.org/publications/books/199273/chapters/Strategies-to- Empower,-Not-Control,Kids-Labeled-ADD~ADHD.aspx. Diakses 25 Januari 2017.

Hallahan, dkk. (2012). Exceptional Learners: An Introduction to Special Education. New York: Pearson.

Kauffman, J. M,. dan Hallahan, D. P. (1988). Exceptional Children: Introduction to Special Children Fourth Edition.. New York: Guilford Press.

Pellegrini A., D., et al. (1995). The Effects of Recess Timing on Children’s Playground and Classroom Behaviours. Sage Publication. American Educational Research Journal Winter. hlm. 850.

Planet Green Cartridges. (2014). Connecting the Dots is More than Just a Game. [Online], Tersedia di: https://planetgreencartridges.com/store/career-printables/connecting-thedots-is-More-than-just-a-Game. Diakses 25 Januari 2017.

Rochyadi, Endang. (2005). Pengembangan Program Pembelajaran Individual Bagi Anak Tunagrahita. Jakarta: Depdiknas. PUNYAKU

Slameto. (2013). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sofyan, A. (2016). Erlangga for Kids: Kreasi Cap Jari. Jakarta: Erlangga.

Somantri, S. (2012). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Reflina Aditama

Wagner, S. dan Marx. (tanpa tahun). Handout Pointillism Drawing or Painting [Online], Tersedia di: http://waunakee.k12.wi.us/faculty/swagner/pointillism. Diakses 26 Januari 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JASSI ANAKKU