PENGGUNAAN PERMAINAN KARTU GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN VISUAL MEMORY ANAK TUNAGRAHITA SEDANG DI KELAS V SPLB-C YPLB CIPAGANTI BANDUNG

Ira Susilah, Iding Tarsidi, Dedy Kurniadi

Abstract


Terhambatnya perkembangan intelegensi atau kecerdasan yang dialami oleh anak tunagrahita mengakibatkan munculnya masalah-masalah dalam proses belajar, diantaranya: kesulitan menangkap pelajaran, kemampuan berpikir abstrak yang terbatas, dan memiliki daya ingat yang lemah. Subjek GH merupakan anak tunagrahita sedang yang mengalami hambatan dalam mengingat objek gambar yang baru saja dilihatnya. Kartu gambar merupakan media yang dapat membantu meningkatkan kemampuan visual memory. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh penggunaan kartu gambar dalam meningkatkan kemampuan visual memory terhadap subjek yang dibatasi pada mengingat satu objek gambar diantara dua deretan gambar, mengingat satu objek gambar diantara tiga deretan gambar, mengingat satu objek gambar diantara empat deretan gambar dan mengingat satu objek gambar diantara lima deretan gambar. Selain itu mengingat dua objek gambar diantara tiga deretan gambar, mengingat dua objek gambar diantara empat deretan gambar dan mengingat dua objek gambar diantara lima deretan gambar. Terakhir, mengingat tiga objek gambar diantara lima deretan gambar dan mengingat tiga objek gambar diantara tujuh deretan gambar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen Single Subject Research dengan desain A-B-A. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis. Teknik analisis data menggunakan statistik deskiptif dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Komponen-komponen yang dianalisis meliputi analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan subjek GH dalam mengingat ketiga objek gambar mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan mean level kemampuan mengingat satu objek gambar pada baseline-1 (A-1) adalah 31, pada intervensi (B) menjadi 63.37 dan pada baseline-2 meningkat lagi menjadi 70.5. Perolehan mean level pada kemampuan mengingat dua objek gambar pada baseline-1 adalah 30.25, pada intervensi (B) menjadi 63.25, dan pada fase baseline-2 meningkat lagi menjadi 71.5. Perolehan mean level pada kemampuan mengingat tiga objek gambar pada baseline-1 (A-1) adalah 16, pada intervensi (B) adalah 64.25, dan pada fase baseline-2 mengalami peningkatan lagi menjadi 78.75. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi dengan menggunakan kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan visual memory pada subjek GH.

Keywords


Tunagrahita Sedang, Kartu Gambar, Visual Memory

Full Text:

PDF

References


Alimin, Z. dan Rochyadi, E. (2007). Hambatan Belajar dan Perkembangan Anak: Kognitif/ Kecerdasan. Program Pasca Sarjana: Univesitas Pendidikan Indonesia.

Amin, M. (1995). Ortopedagogik Anak Tunagrahita. Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, A. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Delphie, B. (2009). Bimbingan Perilaku Adaptif. Sleman: PT Insan Sejati Klaten.

DePorter, B. (2009). Quantum Memorizer. Bandung: Kaifa.

Efendi, M. (2006). Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara.

Memet. (2006). Pengaruh Media Aplikasi Ms. Power Point terhadap Peningkatan Atensi Belajar Matematika Anak Tunagrahita Ringan. Skripsi Sarjana pada UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Ormrod,.J..(2009)..Psikologi.Pendidikan:Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang. Jakarta: Erlangga.

Putinari, M. (2007).Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis CAI (Computer-Assisted Instruction) melalui model Instructional Games dalam meningkatkan kemampuan mengingat anak tunagrahita ringan. Skripsi Sarjana pada UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Sadiman, A. (1996). Media Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.

Somad, P. dan Tati Hernawati. (1995). Ortopedagogik Anak Tunarungu. Jakarta: Depdikbud.

Sternberg, R.J (2008). Psikologi Kognitif Edisi Keempat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Subana, M dan Sunarti.(1998). Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Setia

Sugiyono.(2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Alfabeta.

Sunanto, J., et al (2006). Penelitian dengan Subjek Tunggal. Bandung: UPI Press.

UPI. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. UPI

Yudha, A. (2009). Kenapa Guru Harus Kreatif ?. Bandung: DAR! MIZAN


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JASSI ANAKKU