Penerapan Organisasi Ruang pada Perencaanaan Lembaga Pendidikan Bahasa Asing di Kota Samarinda
Abstract
Perkembangan globalisasi meningkatkan kebutuhan terhadap kemampuan
berbahasa asing sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kondisi ini
menuntut penyediaan fasilitas pendidikan bahasa asing yang tidak hanya memadai secara
fungsi, tetapi juga mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal melalui
pengelolaan ruang yang baik. Di Kota Samarinda, perencanaan lembaga pendidikan bahasa
asing masih menghadapi permasalahan dalam pengorganisasian ruang yang belum
sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan aktivitas pengguna secara efektif, efisien,
dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan penerapan organisasi ruang
dalam perencanaan lembaga pendidikan bahasa asing guna menciptakan keteraturan
hubungan ruang yang mendukung aktivitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi literatur dan
analisis kebutuhan ruang. Tahapan analisis meliputi identifikasi fungsi ruang, analisis
hubungan ruang berdasarkan kedekatan aktivitas dan pola sirkulasi, serta penentuan pola
organisasi ruang yang sesuai dengan karakter kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan organisasi ruang berbasis zonasi fungsi, melalui pengelompokan ruang publik,
semi publik, dan privat, serta penerapan pola organisasi cluster dan linier, mampu
meningkatkan efisiensi sirkulasi dan keteraturan aktivitas pengguna. Selain itu, integrasi
ruang pembelajaran, ruang penunjang, dan ruang interaksi sosial secara terstruktur dapat
menciptakan lingkungan belajar yang komunikatif, adaptif, dan mendukung interaksi
pengguna secara optimal.
Full Text:
PDFReferences
Ching, F. D. K. (2015). Architecture: Form, Space, and Order (4. Auflage). Wiley & Sons.
F. Adji, F., & Ramadhanti, D. (2023). STUDI PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN BAHASA ASING
DI KOTA PALANGKA RAYA. JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR, 17(2), 87–101.
https://doi.org/10.36873/jpa.v17i2.8704
Gislason, N. (2010). Building Paradigms: Major Transformations in School Architecture (1798-2009). Alberta
Journal of Educational Research, 55(2). https://doi.org/10.55016/ojs/ajer.v55i2.55322
Ikraam, D. J. W. (t.t.). LANGUAGE CENTER UNIVERSITAS TANJUNGPURA.
Kwee, S. M., & Gandha, M. V. (2020). RUANG BELAJAR MASA DEPAN: SEBUAH TIPOLOGI BARU
BANGUNAN PENDIDIKAN. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa),
(2), 1339. https://doi.org/10.24912/stupa.v1i2.4469
Madina, F., Aldy, P., & Al Husaini, Muhd. A. (2020). SEKOLAH TINGGI DESAIN DI PEKANBARU
DENGAN
PENDEKATAN DE STIJL. MODUL,
(2),
–119.
https://doi.org/10.14710/mdl.20.2.2020.111-119
Sihombing, R. P. (2021). PERUBAHAN FUNGSI RUANG-DALAM TERHADAP POLA RUANG PADA
BANGUNAN UTAMA BALAI KOTA CIREBON. Jurnal Arsitektur ZONASI, 4(2), 223–233.
https://doi.org/10.17509/jaz.v4i2.31472
Swandani, R., Antariksa, & Dwi Wulandari, L. (2019). DINAMIKA FUNGSI DAN ORGANISASI RUANG
PADA HUNIAN DI KAWASAN SITUS LIYANGAN TEMANGGUNG. Pawon: Jurnal Arsitektur,
(01), 79–86. https://doi.org/10.36040/pawon.v3i01.135
DOI: https://doi.org/10.17509/jaz.v9i3.102494
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Nuri Handini Deslarina, Ariani Anwar, Mafazah Noviana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



