Edukasi Pendekatan Vegetatif Dalam Penanganan Bencana Longsor di Kampung Plasansari

Mussadun Mussadun, Parfi Khadiyanto, Djoko Suwandono, Endah Kartika Syahri

Abstract


Abstract: Plasansari village is one of the settlements in landslide-prone locations. This is because the geographical conditions in the plasansari village have very steep slopes, types of soil that are easily crossed by water, and high rainfall. The existence of an elite residential area at the top of the village adds to the threat of landslides. This dedication activity aims as education on preventing the threat of landslides by applying a vegetative approach to the plasansari village area. This method is in line with the central government's call to use a vegetative approach in efforts to prevent landslides in a comprehensive manner while empowering the community. The activity was carried out by providing material on the vegetative approach and the geographical condition of the plasansari village. The material provided was the result of the analysis of the community service team in the form of vegetation guidelines for landslide-prone areas in plasansari village. The output of this dedication, the development of the plasansari community's insights on the threat of landslides in the area of residence, and conservation efforts independently by the community using a vegetative approach

Keywords: Community Service, Landslide Disaster, Vegetative Approach

 

Abstrak: Kampung Plasansari merupakan salah satu permukiman yang berada di lokasi rawan longsor. Hal ini karena kondisi geografi di Kampung Plasansari memiliki kemiringan lahan sangat curam, jenis tanah yang mudah dilewati air, serta curah hujan yang tinggi. Keberadaan kawasan perumahan elit pada bagian atas kampung semakin menambah ancaman terjadinya bencana longsor. Kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai edukasi mengenai pencegahan ancaman bencana longsor dengan menerapkan metode pendekatan vegetatif pada kawasan Kampung Plasansari. Metode ini sejalan dengan imbauan pemerintah pusat untuk menggunakan pendekatan vegetatif dalam upaya pencegahan tanah longsor secara komprehensif sekaligus pemberdayaan kepada masyarakat. Kegiatan dilakukan dengan memberikan materi mengenai pendekatan vegetatif dan kondisi geografis Kampung Plasansari. Materi yang diberikan merupakan hasil analisis tim pengabdian berupa panduan vegetasi untuk kawasan rawan longsor di Kampung Plasansari. Output pengabdian ini, pengembangan wawasan masyarakat Kampung Plasansari mengenai ancaman tanah longsor pada wilayah tempat tinggal, dan upaya konservasi secara mandiri oleh masyarakat dengan menggunakan pendekatan vegetatif.

Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Bencana Longsor, Pendekatan Vegetatif


Full Text:

PDF

References


Chrisnanto, E., Ismiyati, N., & Medayati, B. D. (2014). Waru (Hibiscus tiliaceus). Diambil dari CCRC

UGM website: https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=227#

Dinas Pertanian D.I. Yogyakarta. (2000). Alpukat / Avokad. In Budidaya Pertanian.

Faizana, F., Nugraha, A., & Yuwono, B. (2015). Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota

Semarang. Jurnal Geodesi Undip, 4(1), 223–234.

Fitmawati, F., Andani, V., & Sofiyanti, N. (2019). Jenis-Jenis Cempedak (Artocarpus champaden Lour.) di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan

Mikrobiologi, 3(1), 35–43. https://doi.org/10.33019/ekotonia.v3i1.756

Greenplanet. (2015). Benih Lamtoro. Diambil dari greenplanet website:

http://www.greenplanet.co.id/index.php/ind/single?id=140&category=Benih+Lamtoro#:~:text=H

abitat %3A Lamtoro menyukai iklim tropis,800—1.500 mm) pertahun.

Ichsan, I. (2015). Identifikasi Daerah Rawan Bencana Longsor Lahan Sebagai Upaya Penanggulangan Bencana di Kabupaten Sinjai. Sainsmat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam, 3(2).

ITO, S. (2013). Keragaman Nangka (Artocarpus heterophyllus) di Pulau Jawa: Ciri- Ciri Morfologi

dan Kualitas Buah. Universitas Gadjah Mada.

Maridi. (2011). Pendekatan Vegetatif Dalam Upaya Konservasi Das Bengawan Solo (Studi Kasus di

Sub DAS Keduang). Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi, 209–214.

Munoz-Rojas, M., Jordan, A., Zavala, L. M., De La Rosa, D., Abd-Elmabod, S. K., & Anaya-Romero,

M. (2012). Organic Carbon Stocks in Mediterranean soil types under different land uses (Southern

Spain). Solid Earth, 3, 375–386. https://doi.org/10.5194/se-3-375-2012

Purba, J. O., Subiyanto, S., & Sasmito, B. (2014). Pembuatan Peta Zona Rawan Tanah Longsor di Kota Semarang dengan Melakukan Pembobotan Parameter. Jurnal Geodesi Undip, 3(2), 40–52.

Putranto, T., & Rüde, T. (2016). Hydrogeological model of an urban city in a coastal area, case study:Semarang, Indonesia. Indonesian Journal on Geoscience, 3(1), 17–27.

Risnandar, C., & Damaiyanti, A. K. (2018). Buah Sukun. Diambil dari jurnalbumi website:

https://jurnalbumi.com/knol/buah-sukun/#:~:text=Habitat Tumbuh,1500-3000 mm per tahun.

Riyanto, H. D. (2016). Rekayasa Vegetatif untuk Mengurangi Risiko Longsor. Surakarta: Kementrian

Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Rusnani, I. (2012). Pengaruh Pemotongan Akar Tunggang Bengkok Terhadap Pertumbuhan Bibit

Cengkeh (Universitas Muhammadiyah Surakarta). https://doi.org/10.1007/978-3-540-710950_10277

Saptiningsih,E., & Haryanti, S. (2015). The Content of Cellulose and Lignin Various Sources of

Organic Matter Decomposition in the Soil After the Latosol. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 23(2),

–42. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/baf.v23i2.10008

Tirtawinata, M., Santoso, P., & Apriyanti, L. (2016). Durian: Pengetahuan Dasar Untuk Pecinta

Durian. Agriflo.




DOI: https://doi.org/10.17509/jaz.v3i2.25195

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Mussadun Mussadun, Parfi Khadiyanto, Djoko Suwandono, Endah Kartika Syahri