FILOSOFI ARSITEKTUR MASJID AL-MISHBAH:Studi Arsemiotika Ikon-Indeks-Simbol

Yudhi Gunardi, Sri Handayani, Asep Yudi Permana, Lilis Widaningsih

Abstract


Abstract: Al-Mishbah Mosque is an architectural work with unique contemporary ideas and symbolic meaning requirements so that its existence is interesting to study. The researcher who is also the architect of the Al-Mishbah Mosque aims to examine the visually identified symbolic signs and describe the meaning of the architectural philosophy behind the design of the Al-Mishbah Mosque. This study uses a qualitative descriptive method and is analyzed using the theory of architectural semiotics (arsemiotics) to investigate signs which, according to Charles Sanders Peirce, are icons, indexes, and symbols. Based on the analysis of visually identified signs, the results of this study can be concluded that the signs and meanings of the architectural philosophy of the Al-Mishbah Mosque are as follows: (1) The black cube shape in the main building, is a symbolic idea of the Kaaba, which means as the center of the building. Qibla orientation of Muslim prayer, as well as a symbol of one direction and unity of Muslims. (2) The shape of the asymmetrical curved concrete hat is a symbolic idea of people prostrating, which means the main function as a mosque (a place of prostration), also has a meaning as a symbol of servitude to Allah. (3) The form of the text lafadz "Allah" on the facade of the upper building, is a symbolic idea of Baitullah, which means a place to glorify Allah, also means the mosque as "House of Allah". (4) The configuration of asymmetrical mass forms is a symbolic idea of Ijtihad, which means a genuine effort to find solutions to the problems of the people, also means not taking pre-existing general habits without understanding their essence (taqlid). (5) The shape of the mihrab wall with an open gap, from inside the mosque you will see the sky and the earth as a symbolic idea of the Kauniah verse which means that humans must see the verses of Allah have a balance between dhikr and thinking, also the existence of the universe and life is interpreted as evidence of existence almighty God. (6) The light that radiates out of the building resembles a person prostrating, is a symbolic idea of the light of prayer which means preventing heinous acts and evil deeds, and showing submission, obedience and obedience to Allah (taqwa).

Keywords: Mosque Architecture, Semiotics, Arsemiotics, Symbolic Meaning, Al-Mishbah Mosque.

Abstrak: Masjid Al-Mishbah merupakan suatu karya arsitektur dengan gagasan kontemporer yang unik dan syarat makna simbolik sehingga keberadaanya menarik untuk diteliti. Peneliti yang juga sekaligus arsitek Masjid Al-Mishbah bertujuan meneliti tanda-tanda simbolik yang teridentifikasi secara visual dan mendeskripsikan makna filosofi arsitektur dibalik rancangan Masjid Al-Mishbah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dianalisis menggunakan teori semiotika arsitektur (arsemiotik) untuk menyelidiki tanda yang menurut Charles Sanders Peirce, sebagai ikon, indeks, dan symbol. Berdasarkan analisis tanda-tanda yang teridentifikasi secara visual, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanda dan makna filosofi Arsitektur Masjid Al-Mishbah adalah sebagai berikut : (1) Bentuk kubus hitam pada bangunan utama, merupakan gagasan simbolik Ka’bah, yang bermakna sebagai pusat orientasi qiblat shalat umat Islam, juga sebagai simbol satu kesatuan arah dan persatuan umat  Islam.  (2) Bentuk topi beton lengkung asimetris merupakan gagasan simbolik orang bersujud, yang bermakna fungsi utama sebagai masjid (tempat bersujud), juga bermakna sebagai simbol penghambaan kepada Allah. (3) Bentuk teks lafadz “Allah” pada fasad gedung bagian atas, merupakan gagasan simbolik Baitullah, yang bermakna tempat mengaggungkan Allah, juga bermakna masjid sebagai “Rumah Allah”. (4) Konfigurasi bentuk massa asimetris merupakan gagasan simbolik Ijtihad, yang bermakna upaya sungguh-sungguh untuk mencari solusi permasalahan umat, juga bermakna tidak mengambil mentah-mentah kebiasaan umum yang sudah ada sebelumnya tanpa memahami makna esensinya (taqlid). (5) Bentuk dinding mihrab dengan celah terbuka, dari dalam masjid akan terlihat langit dan bumi sebagai gagasan simbolik Ayat Kauniah yang bermakna manusia harus melihat ayat-ayat Allah memiliki keseimbangan antar berdzikir dan berfikir, juga adanya alam semesta dan kehidupan dimaknai sebagai bukti ada dan mahakuasanya Allah. (6) Cahaya yang memancar keluar dari bangunan menyerupai orang sujud, merupakan gagasan simbolis cahaya shalat yang bermakna mencegah perbuatan keji dan munkar, serta menunjukan sikap tunduk, patuh dan taat kepada Allah (Taqwa).

Kata Kunci: Arsitektur Masjid, Semiotika, Arsemiotik, Makna Simbolik, Masjid Al-Mishbah.


Full Text:

PDF

References


Abu Hasan Qusyairi, A. N. (2000). Maktabah Syamilah. In M. Bin Hajjaj (Ed.), Shahih Muslim. Mauqi’u Wazaratul Auqaf.

Al-Alban, S. M. N. (2016). Shahih Muslim. Mukhtasar.

Al-Quran. (n.d.). JavanLabs. 2015-2021. Tafsir.Com

Broadbent, G. (1980). Signs, Symbols, and Architecture. John Willey & Sons.

Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Danesi, M. (2011). Pesan, Tanda dan Makna. In Evi Setyarini dan Lusi Lian (Ed.), Komunikasi, Buku Teks Dasar Mengenai Semiotika dan Teori.

Dharma, A. (2016). Semiotika Dalam Arsitektur. In URL= http://staffsite. gunadarma. ac. id/augs_dh/. Retrieved Desember (No. 8).

Fedyani, A. (2005). Antropologi Kontemporer (Saifuddin (ed.)). Kencana.

Havet, J. (1978). Main Trends of Research in Social and Human Science. Mouton Publisher Unesco.

Havidz, I., dan Ashadi, A. (2020). Kajian Arsitektur Simbolik Pada Bangunan Olahraga Jakarta International Velodrome. Jurnal Arsitektur ZONASI, 3(3), 265–271. https://doi.org/10.17509/jaz.v3i3.24964

Ibrahim, M. L., dan Ashadi, A. (2020). Kajian Konsep Arsitektur Semiotik Pada Bangunan Gedung Pertunjukan. Jurnal Arsitektur ZONASI, 3(3), 272–281. https://doi.org/10.17509/jaz.v3i3.25018

Jenks, Charles.(1977). The Language of Post-Modern Architecture. London, Academy Editions.

Martin, Judith dan Thomas K. Nakayama. (2007). Intercultural Commu- nication in Contexts. New York: Mc Graw Hill International.

Mulyana, D. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya

Munawir, A. W. (1997). Kamus Arab-Indonesia (Al Munawir). Pustaka Progressif, 1087-1088.

Prasanti, D., dan Sjafirah, N. A. (2017). Studi Deskriptif Kualitatif tentang Makna Simbol Budaya Lokal bagi Komunitas Tanah Aksara di Bandung. Komunika, 11(2), 198–212.

Rakhmat, J. (2009). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Rifqi, M. A., Anisa, dan Azza. (2014). Kajian Arsitektur Simbolik Pada Bangunan Masjid Muhammad Azka Rifqi Azza dan Anisa. Jurnal Arsitektur PURWARUPA, 3, 213–220.

Sa’id, S. (2018). Pengertian Masjid. https://almanhaj.or.id/2524-pengertian-masjid.html

Sastrapradja, M. (1981). Kamus Istilah Pendidikan dan Umum. Usaha Nasional.

Shihab, M. Q. (2000). Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Wawasan Al-Qur’an.

Susanti, I. S., Komala Dewi, N. I., dan Permana, A. Y. (2018). Tatanan Teritorial dalam Proses Transformasi Hunian. Jurnal Arsitektur ZONASI, 1(1), 27. https://doi.org/10.17509/jaz.v1i1.1154

Utami, Ilmam Thonthowi, dan Sri Wahyuni, L. N. (2013). Penerapan Konsep Islam Pada Perancangan Masjid Salman ITB Bandung. Reka Karsa, 01(2), 1–11.

Utami. (2014). Integrasi Konsep Islami Dan Konsep Arsitektur Modern Pada Perancangan Arsitektur Masjid (Studi Kasus Pada Karya Arsitektur Masjid Achmad Noe’Man). Radial, 2(1), 38–46. https://stitek-binataruna.e-journal.id/radial/article/view/45

Waani, J. O. (2012). Teori Makna Lingkungan dan Arsitektur. Media Matrasan, 9(1), 21–25.

Wardani, L. K. (2010). Fungsi, Makna, Dan Simbol (Sebuah Kajian Teoritik). In Seminar Nasional Jelajah Arsitektur Nusantara 101010 (No. 10).

Wijaya, K., Wibowo, H., dan Permana, A. Y. (2019). Identitas Kawasan Kampung Paralon di Permukiman Padat. Jurnal Arsitektur ZONASI, 2, 193–199.

Zoest, A. van. (1978). Semiotika, Pemakaiannya, Isinya dan Apa yang Dikerjakan Dengannya. UNPAD




DOI: https://doi.org/10.17509/jaz.v4i2.32963

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Yudhi Gunardi

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.