IMPLIKASI MINAT SISWA DALAM PENGELOLAAN PERTANIAN TERHADAP KEBERLANJUTAN MINAT BERTANI DI WILAYAH KECAMATAN PARONGPONG (Studi Kasus Di SMAN 1 Parongpong)

Indah Budiati

Abstract


Minat remaja dalam kegiatan pertanian cenderung rendah, namun demikian diperlukan pengkajian lebih lanjut, khususnya bagi siswa SMAN 1 Parongpong yang memiliki latar belakang putra-putri petani hortikultura di wilayah Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Minat merupakan perasaan suka atau ketertarikan individu terhadap suatu aktifitas atau objek tertentu. Minat seseorang dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu; (1) dorongan dari dalam diri individu, (2) motif sosial, (3) faktor emosional, dan (4) motif ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk; (1)  mengkaji bagaimana minat siswa SMAN 1 Parongpong terhadap kegiatan pertanian hortikultura, (2) faktor manakah di antara faktor dorongan dari dalam diri individu, motif sosial, faktor emosional, dan motif ekonomi yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan minat bertani siswa SMAN 1 Parongpong, dan (3) berapa besar pengaruh minat siswa dalam pengelolaan pertanian terhadap keberlanjutan minat bertani hortikultura di wilayah Kecamatan Parongpong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis data kepustakaan, wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner dan wawancara semi terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa SMAN 1 Parongpong terhadap kegiatan pertanian hortikultura tinggi/kuat. Faktor dominan yang mempengaruhi keberlanjutan minat bertani siswa SMAN 1 Parongpong adalah faktor dorongan dari dalam diri individu sebesar 11,83%, Berdasarkan analisis jalur (Path Analysis) menunjukkan bahwa minat bertani siswa SMAN 1 Parongpong berpengaruh secara signifikan (86,49%) terhadap keberlanjutan minat bertani siswa SMAN 1 Parongpong di wilayah Kecamatan Parongpong.

Kata kunci: Keberlanjutan minat bertani, Minat bertani, Pengelolaan pertanian, Siswa SMAN 1 Parongpong.

Full Text:

PDF

References


Anonim. Data Bidang Pertanian Kecamatan Parongpong Tahun 2009 – 2011

Anonim. Data Bidang Pertanian Kecamatan Parongpong. 2012. Program Penyuluhan Pertanian Kecamatan Parongpong Tahun Anggaran 2012.

Anonim. Monografi Kecamatan Parongpong, 2009-2011. Laporan Profil Kecamatan Parongpong Tahun 2009-2011.

Creswell, John.W. 2010. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed.Terjemahan Achmad Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Djulia, Ely. 2005. Peran Budaya Lokal dalam Pembentukan Sains. Disertasi. Bandung. Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Firdaus, M. Aziz. 2012. Metode Penelitian. Tanggerang. Penerbit: Jelajah Nusa

Hurlock, Elizabeth. B. 1980. Psikologi Perkembangan. Terjemahan Istiwidayanti dan Soedjarwo. “Masa Remaja”, hlm. 205-240. Jakarta: Penerbit. Erlangga.

Iskandar, Johan. 2006. Metodologi Memahami Petani dan Pertanian. Jurnal Analisis Sosial Volume 11 No.1.

Iskandar, Johan dan Budiawati S. Iskandar. 2011. Agroekosistem Orang Sunda. Bandung: PT. Kiblat Buku Utama.

Khosim, Amir dan Kun Marlina Lubis. 2007. Geografi. Jakarta : Grasindo.

Lakitan, Benyamin. 1995. Hortikultura Teori, Budidaya, dan Pasca Panen. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Purwanto, M. Ngalim. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya.

Reijntjes, Coen., Bertus haverkort dan Ann Waters-Bayer. 2011. Pertanian Masa Depan, Pengantar Untuk Pertanian dengan Input Luar Rendah. Terjemahan Y. Sukoco. Yogyakarta. Penerbit: Kanisius

Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro. 2012. Cara Menggunakan Dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalur). “Penelitian Sederhana”, hlm. 173-295. Bandung: Alfabeta.

Riskawa. Ahmad. 2003. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Alih Guna Lahan Sawah Ke Penggunaan Non Pertanian dan Dampaknya terhadap Tingkat Pendapatan Petani, Penyerapan Tenaga Kerja Dan Kegairahan Berusahatani. Disertasi. Bandung. Universitas Padjadjaran.

Saleh, Abdul Rahman. 2004. Psikologi Suatu Pengantar dalam perspektif Islam. Jakarta: Prenada Media.

Sembara, R. 2009. Menurunnya Minat Siswa dalam Studi Pertanian. Melalui: http://www.repository.ipb.ac.id/.../PKM-GT09.Penurunan-Minat-Ray-IPB.html [12/08/12].

Slameto. 2010. Belajar Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Soemardjo. 2012. Peran Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Keilmuan Sosiologi dan Penyuluhan Pertanian yang Sesuai dengan Kebutuhan Pembangunan. Bandung. Makalah Lokakarya. Diterbitkan Oleh: Laboraturium Sosiologi Dan Penyuluhan Pertanian Universitas Padjadjaran. Melalui: http://sosiologipenyuluhan.unpad.ac.id [23/12/2012].

Soetomo. Greg. 2001. Kekalahan Manusia Petani Dimensi Manusia dalam Pembangunan Pertanian.Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Sumaatmadja, N. 1997. Metode Pengajaran Geografi. Jakarta: Bumiaksara




DOI: https://doi.org/10.17509/jpis.v23i2.1624

Refbacks

  • There are currently no refbacks.