Analisis Implementasi dan Tantangan Penerapan Kurikulum Merdeka di SDN 103 Coblong
Abstract
The Merdeka Curriculum is a new policy in education that emphasizes flexible, student-centered, and character-strengthening-based learning. This study aims to analyze the implementation of Merdeka Curriculum at SDN 103 Coblong and identify the challenges and strategies used in the implementation process. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The results of this study show that the implementation process of the Merdeka Curriculum at SDN 103 Coblong is carried out in stages. The Merdeka Curriculum also has a positive impact on student involvement, and encourages enjoyable learning because it is tailored to students' interests and learning styles. However, there are several challenges faced by SDN 103 Coblong in implementing the Merdeka Curriculum, such as difficulties in analyzing students' individual needs, limited time in preparing teaching media. The supportive and communicative Principal is able to have a positive impact on teachers in facing challenges, active collaboration from various parties helps schools in implementing the Merdeka Curriculum effectively.
Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan baru dalam dunia pendidikan yang menekankan pada pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada siswa, dan berbasis penguatan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka si SDN 103 Coblong serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang digunakan dalam proses pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 103 Coblong dilakukan secara bertahap. Kurikulum Merdeka juga membawa dampak positif terhadap keterlibatan siswa, dan mendorong pembelajaran yang menyenangkan karena disesuaikan dengan minat dan gaya belajar siswa. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi SDN 103 Coblong dalam penerapan Kurikulum Merdeka seperti kesulitan analisis kebutuhan individual siswa, keterbatasan waktu dalam penyusunan media ajar. Kepala Sekolah yang suportif dan komunikatif mampu memberikan dampak positif kepada guru-guru dalam menghadapi tantangan, kolaborasi aktif dari berbagai pihak membantu sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara efektif.
Keywords
References
Akdon, 2007. Strategic Management for Educational Management (Manajemen Strategik untuk Manajemen Pendidikan), Bandung: ALFABETA
Al Aluf, S. M. W., Ma’arif, S., & Huda, M. N. (2020). Pengaruh Sarana dan Prasarana terhadap Efektivitas Belajar Siswa Kelas 3 Tingkat Wustha. Jurnal Kependidikan Islam, 10(2), 224–238. https://doi.org/10.15642/jkpi.2020.10.2.224-238
Direktorat Sekolah Dasar. (n.d.). Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka
Dirjen Dikti Kemendikbud. (2020). Buku Panduan Pelayanan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, 1–33. Retrieved from http://dikti.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2020/04/Buku-Panduan-Merdeka-Belajar-Kampus-Merdeka-2020
Hafid, A. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan Tantangannya di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Nusantara, 4(2), 150-160.
Katuuk, D. A. (2014). Manajemen implementasi kurikulum: strategi penguatan implementasi kurikulum 2013. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 1(1), 13-26.
Majid, A. (2021). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Munandar, A. (2020). Psikologi Pendidikan: Pemahaman Siswa dan Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama.
Mulyasa, E. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Bandung: Rosdakarya.
Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Putra, A. P. (2022). Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 28(3), 123–130.
Raco, J. (2018). Metode penelitian kualitatif. Jenis, Karakteristik dan keunggulannya. https://doi.org/10.31219/ofs.io/mfzuj
Sugiyono (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 1st ed. Bandung: Alfabeta.
Susanti, L. (2023). Pemanfaatan Teknologi dalam Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Interaksi Belajar di SD. Jurnal Teknologi Pendidikan, 6(2), 87–95.
Susilowati, E. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Al-Miskawaih: Journal of Science Education, 1(1), 115–132. https://doi.org/10.56436/mijose.v1i1.85
Suyanto, & Jihad, A. (2013). Menjadi Guru Profesional: Strategi Meningkatkan Kualifikasi dan Kualitas Guru di Era Global. Jakarta: Erlangga.
Wahjosumidjo. (2011). Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoretik dan Permasalahannya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Wahyudi, D. (2023). Peran Guru dalam Menyukseskan Kurikulum Merdeka di Era Digital. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 45–53.
Waliudin, A. S., Chotimah, C., & Sulistiyorini. (2023, Juni 1). Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Skills Jurnal Riset dan Studi Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 13-21. http://doi.org/10.47498/skills.v2i1.1516
Yunita, Y., Zainuri, A., Ibrahim, I., Zulfi, A., & Mulyadi, M. (2023). Implementasi kurikulum merdeka belajar. Jambura Journal of Educational Management, 16-25.
Yuliani, N. (2023). Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar. Bandung: Eduprima Press.
DOI: https://doi.org/10.17509/jtkp.v7i1.86336
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Jurnal Tata Kelola Pendidikan