KAPAMALIAN DI DESA KANEKES KECAMATAN LEUWIDAMAR KABUPATEN LEBAK-BANTEN (Ulikan Etnopedagogi)

Muhamad Kusaeri

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan kurangnya pemahaman masyarakat umum pada  makna dan nilai pendidikan dalam kapamalian yang hidup disekelilingnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kapamalian yang ada di Desa Kanekes, menjelaskan klasifikasi dan fungsinya, perkembangannya, dan memaparkan nilai-nilai etnopedagogi yang ada dalam kapamalian tersebut. Metode yang digunakan yaitu medtode deskriftif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah dari tiga informan di Desa Kanekes. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, dan wawancara, serta analisis datanya dengan menggunakan kartu data. Hasil penelitiannya yaitu, pertama ditemukan 140 kapamalian yang ada di Desa Kanekes. Kedua klasifikasinya terbagi kedalam, 24 pamali dasar, 8 pamali untuk barés kolot, 103 pamali untuk umum, dan 5 pamali untuk tamu yang secara umum memiliki fungsi sebagai aturan adat. Ketiga perkembangannya, ada 13 pamali yang termasuk pamali baru. Keempat nilai étnopedagoginya, ada 1 pamali yang berkaitan dengan moral manusia dengan Tuhan (0,8%), 63 pamali yang berkaitan dengan moral manusia dengan pribadinya (45%), 22 pamali yang berkaitan dengan moral manusia dengan manusia lainnya (15,7%), 16 pamali yang berkaitan dengan moral manusia dengan alam (11,4%), 8 pamali yang berkaitan dengan moral manusia dengan waktu (5,7%), dan 30 pamali yang berkaitan dengan moral manusia dalam mencapai kesejahteraan lahir batin (21,4%). Kesimpulannya, kapamalian yang ada di Desa Kanekes mempunyai peran penting sebagai aturan adat yang dipercaya dan diterapkan oleh masayrakatnya, selain itu pamali mempunyai nilai pendidikan moral bagi masyarakat yang berbasis pada kearifan lokal yang disebut etnopedagogi.

Abstract

The background of this research is people’s lack understanding towards meaning and value of kapamalian exist around them. The puposed of this research is to describe kapamalian in Kanekes village, explain the classification and its function, the development, and revealing ethno-pedagogical values contained in the Kapamalian. This research employed descriptive qualitative approach. The data were gained from three native villagers in Kanekes village. The employed technique in the research was studi pustaka, observation, interview, and the data analysis was conducted using the data card. The first finding was that there were 140 kapamalian in Kanekes village. Secondly, the classification was divided into 24 basic pamali, 8 pamali for the barés kolot, 103 pamali for the public, and 5 pamali for the guest which basically played as the culture rules. Thirdly, the development, there were 13 new pamali. Fourthly, the ethno-pedagogical value, there was 1 pamali related to humans morality to God (0,8%), 63 pamali related to human morality with their personality (45%), 22 pamali related to the human morality to humans (15,7%), 16 pamali related to human morality to nature (11,4%), 8 pamali related to the human morality to time (5,7%), and 30 pamali related to human morality to their way to achieve prosperity (21,4%). Conclusion, kapamalian in Kanekes village plays an important role in regulating the culture which is believed and applied by the people, besides, pamali contains moral value for the people based on the local values namely ethno-pedagogy.

 


Keywords


folklore; pamali; ethnopedagogy

Full Text:

PDF

References


Alwasilah, A.C, Spk., (2009). Etnopedagogi: Landasan Praktek Pndidikan dan Pendidikan Guru. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Hamidimadja, Nurendah. (1998). Sastra Lisan Baduy dan Lingkungan Hidup. Bandug: Yayasan Paraguna Pakuan.

Isnéndés, Rétty. (2014). Estetika Sunda Sebagai Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat Sunda Tradisional dalam Sawangan Pendidikan Karakter (Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, Vol. 1 No.2). Bandung: Edusentris.

Kurnia, Asep & Ahmad Sihabudin. (2010). Saatnya Baduy Bicara. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Moleong, Lexi J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatof Edisi Revisi (Cetakan ke-22). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Bandung.

Mustapa, Hasan. (2010). Adat Istiadat Sunda. Bandung: PT. Alumni.

Rahmat K., Otong. (2000). Materi Dasar Ilmu Budaya Sunda. Bandung: Universitas Pasundan.

Sudaryat, Yayat. (2015). Wawasan Kasundaan. Bandung: Pendidikan Bahasa Daerah.

Suryalaga, Hidayat. (2010). Filsafat Sunda. Bandung: Yayasan Nur Hidayah.




DOI: https://doi.org/10.17509/jlb.v9i2.15682

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 LOKABASA



View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.