METODE TIGA LANGKAH: MENGAJAR BAHASA SUNDA DENGAN MATERI KAWIH ASUH BARUDAK

Dian Hendrayana

Abstract


Hampir di seluruh tingkatan (SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA) di Jawa Barat, para guru mata pelajaran Bahasa Sunda kerap mengeluhkan minimnya media pembelajaran dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Seperti diketahui, dalam Kurikulum 2013 perkakas yang disebut sebagai media pembelajaran sangat dibutuhkan demi membangun kegiatan belajar-mengajar yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Media pembelajaran boleh jadi bisa berbentuk alat peraga, gambar-gambar, media audio, media audio-visual, pertunjukan, serta media lainnya yang mampu mebantu para guru terhadap kelancaran kegiatan belajar-mengajar. Untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran bahasa Sunda tersebut, dalam empat tahun terakhir muncul salah satu bentuk media pembelajaran yang disebut ‘Kawih Asuh Barudak’. Media ini berbentuk media audio yang berupa nyanyian berbahasa Sunda dengan peruntukan para siswa di tiga tingkatan. Atas rekomendasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dalam satu setengah tahun terakhir, media pembelajaran ‘Kawih Asuh Barudak’ telah disosialisasikan melalui kegiatan pelatihan terhadap para guru di seluruh Jawa Barat, sehingga media pembelajaran ini hingga saat ini sudah mulai dimanfaatkan sebagai bahan penunjang dalam pembelajaran Bahasa Sunda.

ABSTRACT

Almost in all school levels (SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA) in West Java, Sundanese language teachers often complain about the lack of teaching-learning media in carrying out teaching and learning activities. As it is known, in the Curriculum 2013 teaching-learning media is needed to build creative,innovative, and fun teaching and learning activities. Teachinglearning media can be designed in the form of teaching media, pictures, audio media, audiovisual media, performances, and other media that can help teachers to smooth teaching and learning activities. To meet the needs of teaching-learning Sundanese language media, in the last four years appeared one teaching-learning media called 'Kawih Asuh Barudak'. The form of this media is audio media in the form of Sundanese language song designed for students devided in three levels. On the recommendation of West Java Provincial Education Office, in the last one and a half years, the teaching-learning media 'Kawih Asuh Barudak' has been socialized through training activities for teachers throughout West Java, so this teachinglearning media has been utilized as a supporting material in Sundanese language learning Sunda.


Keywords


media pembelajaran; kawih asuh barudak; metode tiga langkah; teaching-learning media; 'Kawih Asuh Barudak' ; three steps method

Full Text:

PDF

References


Erickson, dan Gardner. 2015. Teori Perkembangan Anak. Internet

Gunawi, Gun. 2-12. Jasa Guru: Album Kawih Asuh Barudak. Bandung: Dasentra (Daya Seni Tradisi Sunda)

Hamzah. layananpublik@kpi.go.id diunduh tanggal 2 Juni 2017.

Heinich, R, Molenda, M. 2002. Intructional Media and Technology for Learning, 7th Edition. New Jersey: Prentice Hall, inc.

Kubarsah, Ubun. 2012. Cita-cita: Album Kawih Asuh Barudak. Bandung: Dasentra (Daya Seni Tradisi Sunda)

Mindradini, Listiyorini Etta. 2012. Penggunaan Metode Bernyanyi untuk Meningkatkan Pembiasaan Dalam Pembentukan Nilai - nilai Moral pada Anak Kelompok B di TK Dharmahusada Surabaya. Skripsi Tidak diterbitkan. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia

Miranti, Ira, dkk. Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. II No. 2 Juli 2015




DOI: https://doi.org/10.17509/jlb.v8i1.15963

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 LOKABASA



View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.