Stilistika Pantun Dalam Pertunjukan Dambus

Yeni Septiani, Dian Nuzulia Armariena, Masnunah Masnunah

Abstract


The research aims to determine and describe the stylistics that focus on language style and imaging in the pantun of Dambus. This research uses descriptive qualitative method. Data sources from this study consisted of 4 informants. The techniques used in collecting data are observation, record, interview, and note-taking techniques. The results of the analysis obtained by researchers in the form of language styles amounted to 10 language styles according to their understanding and usefulness, namely, the style of parables, personification, antithesis, hyperbole, paronomasia, euphemism, alliteration, anaphora, anadiplosis, and asonation. While the images in the dambus performance rhymes are 4 images, they are vision, hearing, smell and taste. The use of this pantun will function as it should if someone wants to use it during a dambus performance in circumcision or marriage events. If there are words that make the listener offended in pantun, it is no more than just entertainment, and if there are positive words that can be taken for introspection as well as learning in the field of literature.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan stilistika yang memusatkan pada gaya bahasa dan pencitraan pada pantun petunjukan Dambus.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dari penelitian ini terdiri dari  4 orang informan. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik observasi, rekam, wawancara, dan catat. Hasil analisis yang didapatkan oleh peneliti adalah berupa gaya bahasa berjumlah 10 gaya bahasa sesuai dengan pengertian dan kegunaannya yaitu,  gaya bahasa perumpamaan, personifikasi, antitesis, hiperbola, paronomasia, eufemisme, aliterasi, anafora, anadiplosis, dan asonasi. Sedangkan citraan pada pantun pertunjukan dambus berjumlah 4 citraan, yaitu citraan penglihatan, pendengaran, penciuman, dan pencecapan. Penggunaan pantun ini akan berfungsi sebagai mana mestinya apabila seseorang ingin menggunakannya pada saat pertunjukan dambus dalam acara khitanan maupun perkawinan. Jika dalam pantun pertunjukan dambus terdapat kata-kata yang membuat pendengar tersinggung itu tidak lebih hanya sekedar hiburan, dan jika ada kata-kata yang positif dapat diambil untuk mengintrospeksi diri maupun sebagai pembelajaran dalam bidang sastra. 

 


Keywords


Dambus; gaya bahasa; pencitraan.

Full Text:

PDF

References


Alamsyah, Z., & Kosasih, D. (2020). Konflik Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Budak Teuneung Karya Samsoedi. Lokabasa , 11(1), 104.

Al-Ma'ruf, A. I. (2009). Stilistika : Teori, Metode, dan Aplikasi Pengkajian Estetika Bahasa. Surakarta: Cakra Books Solo.

Armariena, D. N. (2018). Cultural Values Of Komering Poem “Inggok” In Mengulak Village Madang Suku I Districts. International Journal of Scientific & Technology Research , 7 (1), 117.

Astika, I. M., & Yasa, I. N. (2014). Sastra Lisan ; Teori dan Penerapannya. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Emzir, & S. R. (2015). Teori dan Pengajaran Sastra. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Hasanah, H. (2016). Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). Jurnal at-Taqaddum , 8(1), 25.

Hidayat, T., & Damayanti, P. (2006). Permainan & Alat Musik Tradisional Kota Pangkalpinang. Pangkalpinang: PT. Gong Grafis Studio.

Jabrohim. (2001). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha.

Keraf, G. (2016). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Laila, A. (2016). Citraan dalam Kumpulan Puisi Mangkutak di Negeri Prosaliris Karya Rusli Marzuki Saria. Jurnal Gramatika , Volume II, 14.

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Rajawali Pers.

Maryanika, L., & Sudaryat, Y. (2020). Frasa Eksosentrik dalam Novel Kembang Kembang Petingan Karya Holisoh M.E. Lokabasa , 11(1), 52.

Muslim, A. (2011). Ekspresi Kebijaksanaan Masyarakat Bugis Wajo Memelihara Anak (Analisis Sastra Lisan). Jurnal Al-Qalam , Volume 17 No 1, 127.

Nurgiyantoro, B. (2017). Stilistika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurhayati. (2008). Teori dan Aplikasi Stilistika. Palembang: Universitas Sriwijaya.

Pradopo, R. D. (2012). Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pranata, D. (2017). Kajian Oganologi Dambus Buatan Zaroti di Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Retrieved April 27, 2017, from http://repository.upi.edu/id/eprint/29529: http://repository.upi.edu/29529/

Rafiek, M. (2010). Teori Sastra: Kajian Teori dan Praktik. Bandung: PT Refika Aditama.

Siswantoro. (2011). Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sunaryo, A. (2013). Pertunjukan Kesenian Dambus Sanggar Anggrek pada Festival Seni Budaya di Pantai Nyiur Melambai Kabupaten Belitung Timur. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.

Taum, Y. (2011). Studi Sastra Lisan: Sejarah, Teori, Metode dan Pendekatan disertai Contoh Penerapannya. Yogyakarta: Lamalera.

Waskita, D., Sulistianingtyas, T., & Jaelani, J. (2011). Sastra Lisan Sebagai Kekuatan Kultural dalam Pengembangan Strategi Pertahanan Nasional di Pelabuhan Ratu Jawa Barat. Jurnal Sosioteknologi , 1093.

Yunata, E. (2013, hal. 77). Telaah Stilistika dalam Syair Burung Pungguk. Jurnal Bahas , Volume 8 Nomor 1, 77.




DOI: https://doi.org/10.17509/jlb.v11i2.26771

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 LOKABASA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.