Representasi Identitas dalam Yel-yel Viking Persib Club: Sebuah Kajian Semantik Kognitif

Cathleen Sandya, Yayat Sudaryat, Hernawan Hernawan

Abstract


Yel-yel Viking Persib Club (VPC) bukan hanya sebagai ekspresi semangat dalam budaya sepak bola, tetapi juga berperan dalam pembentukan identitas kelompok yang mencerminkan nilai-nilai lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dalam yel-yel Viking Persib Club melalui pendekatan semantik kognitif, khususnya dalam penggunaan metafora konseptual. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi terhadap enam lirik yang dinyanyikan di stadion. Selain itu, juga didukung dengan teknik wawancara semi-terstruktur yang dilakukan terhadap 12 informan, baik anggota maupun non-anggota VPC. Enam yél-yél tersebut memuat total 40 frasa metaforis yang diklasifikasikan menjadi metafora struktural, orientasional, dan ontologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora dalam yél-yél mencerminkan ungkapan emosi, nilai, dan identitas kolektif dari para suporter. Dengan demikian, sepak bola tidak hanya diposisikan sebagai olahraga, melainkan juga sebagai ruang perjuangan, kebanggaan, dan keterikatan sosial. Studi ini mengisi kekosongan teoretis melalui sudut pandang linguistik kognitif dalam kajian ekspresi suporter di Indonesia, sekaligus menegaskan peran metafora sebagai mekanisme pembentuk makna dan identitas dalam praktik verbal di masarakat.

The chants of the Viking Persib Club (VPC) serve not only as expressions of enthusiasm within football culture but also as a means of constructing group identity that reflects local values. This study aims to analyze the meanings in the VPC chants through a cognitive semantic approach, particularly focusing on conceptual metaphors. The research uses a qualitative descriptive method with documentation of six chant lyrics performed in the stadium, supported by semi-structured interviews with 12 informants, both VPC members and non-members. The six chants contain a total of 40 metaphorical phrases, classified into structural, orientational, and ontological metaphors. The findings show that metaphors in the chants reflect emotional expression, values, and the collective identity of the supporters. Consequently, football is not merely viewed as a sport, but also as a space for struggle, pride, and social attachment. This study fills a theoretical gap by employing a cognitive linguistic perspective in examining supporter expressions in Indonesia, while also emphasizing the role of metaphor as a mechanism for meaning and identity formation in verbal practices within society.


Keywords


Representasi identitas; semantik kognitif; Yel-yel Viking Persib Club

Full Text:

PDF

References


Aditya, & Ario, B. (2025). Hubungan antara fanatisme dengan agresivitas pada suporter sepak bola Persib Bandung di Kecamatan X. Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan, 01(04), 245–249.

Alamsyah, M.I., & Prasetyo, I.J. (2018). Persebaya dan Bonek: simbol-simbol komunikasi supporter sepakbola komunitas Syndicate Bonek Keputih (SBK). Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 223–238.

Alfirman, M. E., Meiludin, M., & Bunali, B. (2021). Nilai moral dan patriorik pada lirik lagu Bonek sebagai motivasi permainan Persebaya di lapangan. Jurnal Ilmiah Fonema, 4(1), 18–31.

Ananda, P.E. (2023). Daya minat dalam penggunaan bahasa Inggris dan pengaruhnya terhadap komunikasi masyarakat Indonesia. Hypothesis: Multidisciplinary Journal of Social Sciences, 1(2), 172–184.

Danadibrata, R.A. (2015). Kamus Basa Sunda. Kiblat Buku Utama.

Fitria, A., & Abdullah, A.Z. (2017). Kognisi sosial melalui situs jejaring Youtube pada komunitas online (studi kasus pada komunitas online Linkpictureid). Jurnal Komunikasi, 9(2), 137–150.

Ghoni, D. A., Hardini, T. I., Sunendar, D., Yulianeta, Y., Sudaryat, Y., & Hernawan, H. (2023). Kedwibahasaan dan diglosia dalam pembelajaran bahasa Sunda di SMA Kota Bandung. Lokabasa, 13(2), 201–213.

Hadi, A. (2017). “Bobotoh Persib” and identity construction. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 19(1), 131–152.

Hermandra. (2021). Metafora kata mata dalam bahasa Melayu Riau: analisis semantik kognitif. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(2), 216–228.

Hermawan, A.I., Syarifuddin, K.T., & Rabia, S.F. (2023). Analisis perluasan makna bahasa slang komunitas sepak bola: kajian semantik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 8(1), 62–69.

Kövecses, Z. (2002). Metaphor: A practical introduction. Oxford University Press.

Lakoff, & Johnson. (1993). The comtempory theory of metaphor. Cambridge University Press.

Lyra, H.M. & Permadi, R.Y. (2018). Konsep ruang dalam metafora bagian tubuh bahasa Sunda: kajian semantik kognitif. Metahumaniora, 8(3), 416–428.

Moleong, L.J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Nurjanah, S., Ruhaliah, & Sudaryat, Y. (2022). Audience language response and attitude on "Napak Tilas Program" on Garuda Radio Visual 105.5 FM Bandung. Proceedings of the Fifth International Conference on Language, Literature, Culture, and Education (ICOLLITE 2021), 595(Icollite), 596–602.

Prasetyo, A.Y. (2025). Rahasia juara Persib Bandung di liga 1 2025. Kompas.id, 1. https://www.kompas.id/artikel/rahasia-juara-persib-bandung-di-liga-1-2025

Putra, H. (2022). Nuansa dakwah Hamka dalam tafsir Q.S Al-’Asr. Diya Al-Afkar, 10(1), 24–45.

Rachman, A., Yochanan, E., Samanlagi, A., I., & Purnomo, H. (2024). Metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.

Rozan, & Ridwan. (2017). Studi korelasi antara diksi dan gaya bahasa lirik lagu suara Bonek dengan semangat kerja Bonek di kompetisi sepak bola tahun 2017. Stilistika, 10(2), 33–47.




DOI: https://doi.org/10.17509/jlb.v16i2.88972

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 LOKABASA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.