Pola dan Ciri Khas Percakapan Anak-Anak dalam Novel "Guha Karang Legok Pari" Karya Hidayat Soesanto

Anita Nurlaela, Youenn Rollin

Abstract


Percakapan anak-anak memiliki ciri khas berdasarkan latar belakang kehidupan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola dan ciri khas percakapan anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka dari sumber data berupa novel Guha Karang Legok Pari karya Hidayat Soesanto. Instrumen yang digunakan adalah kartu data digital. Hasil penelitian ditemukan 38 data percakapan, baik percakapan antara anak dengan anak maupun percakapan antara anak dengan orang tua. Berdasarkan jumlah ujarannya, terdapat delapan pola percakapan, yaitu percakapan dua ujaran, percakapan tiga ujaran, percakapan empat ujaran, percakapan lima ujaran, percakapan tujuh ujaran, percakapan delapan ujaran, percakapan sebelas ujaran, dan percakapan tiga belas ujaran. Ciri khas percakapan anak-anak dalam novel ini terdapat pada isi tuturan, panjang kalimat, pilihan kata, jumlah kata, pelibat dalam komunikasi, serta cara bertutur antara anak kota dengan anak nelayan.

Children’s conversations have distinctive characteristics influenced by their social backgrounds. This study aims to describe the patterns and features of children’s conversations in Hidayat Soesanto’s novel Guha Karang Legok Pari. The research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through library research using the novel as the primary data source, supported by digital data cards as instruments. The study identified 38 conversational data, including child-to-child and child-to-adult interactions. Based on the number of utterances, eight conversation patterns were found: dialogues with two, three, four, five, seven, eight, eleven, and thirteen utterances. The distinctive features of children’s conversations in the novel are reflected in the content of speech, sentence length, word choice, number of words, communication participants, and speaking styles, particularly the differences between urban and fishing village children.


Keywords


Analisis percakapan; tuturan anak-anak; Guha Karang Legok Pari; pola linguistik

Full Text:

PDF

References


A’yuni, N. (2017). Tindak tutur ilokusi novel Surga yang Tidak Dirindukan karya Asma Nadia (kajian pragmatik). Linguista, 1(1), 6–11.

Agustini, R. (2018). Pola kesantunan berbahasa indonesia mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Galuh. Jurnal Literasi, 1(1), 58–64.

Arum, D. P. (2015). Struktur konversasi wacana debat dalam Indonesia Lawyers Club. Jurnal Pena Indonesia, 1(2), 188–215.

Astori, C., & Ropiah, O. (2023). Pengaruh media pembelajaran Youtube terhadap hasil menyimak paguneman di MTS Nurul Falah Durajaya kelas VI. Lokabasa, 14(2), 142–152.

Azmi, Prayitno, & Joko. (2024). Wacana digital struktur konversasi video Youtube wawancara ekslusif eks konsorsium judi program Aiman. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(2), 1643–1672.

Fatimah, D., Marmawi, & Andini, L. (2023). Penerapan metode bercakap-cakap dalam mengembangkan kemampuan bahasa lisan anak usia dini. Khatulistiwa, 12(2), 409–419.

Fitriah, N. A., Sudaryat, Y., & Hernawan. (2020). Struktur wacana percakapan dalam program obrolan televisi. Lokabasa, 11(2), 185–199.

Hiariej, C., & Wuarlela, M. (2024). Bentuk dan fungsi implikatur percakapan anak usia 3-6 tahun. Arbitrer, 6(1), 1033–1048.

Inten, D. (2017). Pengembangan keterampilan berkomunikasi anak usia dini melalui metode bermain peran. MediaTor, 10(1), 109–120.

Koswara, D., Permana, R., & Suherman, A. (2020). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel anak Guha Karang Legok Pari karya Hidayat Susanto. Lokabasa, 11(2), 127-135.

Kurniawati. (2009). Pengaruh prestise lokasi tuturan terhadap ragam bahasa remaja puteri dalam percakapan informal. EduHumaniora, 1(1).

Lubis, H. (2018). Metode pengembangan bahasa anak prasekolah. Jurnal Raudhah, 6(2).

Maylita, E., & Lestari, T. (2021). Story telling sebagai sarana perkembangan bahasa pada anak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1499–1506.

Nisak, Anggraeni, & Purwati. (2020). Kritik sosial dalam novel Anak-anak Tukang karya Baby Ahnan. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 9(2), 147–154.

Nurkholifah, D., & Wiyani, N. (2020). Pengembangan kemampuan berbicara anak usia dini melalui pembelajaran membaca nyaring. Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 60–76.

Rahmawati, Diarta, Laksmi, A. A. R. (2022). Analisis pendekatan mimetik dalam novel triogi Pingkan Melipat Jarak karya Sapardi Djoko Damono dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 13–23.

Robiah, D. F. N., & Hernawan. (2021). Perubahan, pergeseran, dan pemertahanan bahasa Sunda di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Lokabasa, 12(1), 27–34.

Rusniah. (2017). Meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia anak usia dini melalui penggunaan metode bercerita pada kelompok A di TK Malahayati Neuhen tahun pelajaran 2015/2016. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 3(1), 114–130.

Sumaryanti, L. (2017). Peran lingkungan terhadap perkembangan bahasa anak. Muadddib, 7(1), 72–89.

Wiranty, W. (2015). Tindak tutur dalam wacana novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (sebuah tinjauan pragmatik). Jurnal Pendidikan Bahasa, 4(2), 294–304.

Yayuk, R. (2021). Integritas konversasi bertema kadada angsulan dalam bahasa Banjar. Multilingual, 20(1), 13–28.




DOI: https://doi.org/10.17509/jlb.v16i2.91307

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Lokabasa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.