Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Upacara Adat “Ngalaksa” untuk Menanamkan Nilai Religius dan Cinta Tanah Air pada Siswa Sekolah Dasar

Resyi Santika Sari, Nurdinah Hanifah, Dadang Kurnia

Abstract


Upacara adat ngalaksa merupakan sebuah tradisi masyarakat Rancakalong, yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesuburan dan hasil panen.Upacara adat ngalaksa sebagai sebuah warisan budaya mengandung nilai-nilai lokal yang dapat ditanamkan pada siswa sekolah dasar melalui pendidikan karakter berasis kearifan lokal. Untuk itu peneliti memiliki keinginan untuk menggali nilai-nilai lokal yang ada pada upacara adat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu pemangku adat upacara adat ngalaksa, tokoh seniman, Pemerintahan setempat, tokoh pendidik, tokoh generasi muda serta arsip dan dokumentasi upacara adat ngalaksa. Hasil penelitian menunjukan Nilai-nilai lokal yang terkandung dalam upacara adat ngalaksa diantaranya, (1) Nilai Religius (2) Nilai Cinta Tanah Air (3) Nilai Gotong royong (4) Nilai Demokratis (5) Nilai Persatuan. Bentuk nilai religius dan nilai cinta tanah air dalam upacara adat ngalaksa diketahui dari adanya indikator nilai religius dan nilai cinta tanah air dalam makna maupun prosesi upacara adat ngalaksa. Selanjutnya dari hasil penelitian diketahui beberapa upaya pelestarian upacara adat ngalaksa untuk tetap mempertahankan nilai-nilai lokal pada masyarakat upaya tersebut yaitu, (1) Agenda tahunan upacara adat ngalaksa (2) Pengelolaan yang terstruktur (3) Pembangunan pusat budaya dan (4) Lebih melibatkan generasi muda.


Keywords


pendidikan karakter, kearifan lokal, upacara adat ngalaksa

References


Aeni, dkk. (2017). Pendidikan karakter antara teori dan aplikasi. Bandung: RIZQI PRESS.

Aliyudin, M. (2016). Dakwah Kultural dalam Upacara Adat Ngalaksa . Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies , 103.

Atkinson, P. dan Hammersley, M and (1983). Ethnography Principles in Practice. London and New York: Tavistock Publications

Creswell, J. (2015). Riset pendidikan: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi riset kualitatif & kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Duwiri, M. L. (2009). Makna Upacara Adat Etnik Waropen: Studi Etnografi Sebagai Nilai Budaya Pendidikan IPS (Doctoral dissertation, Universitas pendidikan indonesia).

Fujiyanto, A., Jayadinata, A. K., & Kurnia, D. (2016). Penggunaan media audio visual untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan antarmakhluk hidup. Jurnal Pena Ilmiah, 1(1), 841-850

Hanifah, N. (2016, November). Multicultural Education Based on Local Wisdom as an Alternative Values Education in Early-Childhood Education. In 3rd International Conference on Early Childhood Education (ICECE 2016). Atlantis Press.

Hanifah, N. (2008). Pengembangan Decision Making Model (Model Pembuatan Keputusan) dalam Pembelajaran IPS di SD Kelas 6. Jurnal Pendidikan Dasar, (10).

Hanifah, N., & Sunaengsih, C. Penguatan Keterampilan Sosial dan Emosional melalui Metode Speaker’s Staff dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. Indonesian Journal of Primary Education, 1(2), 105-114.

Kurnia, D. (2007).Metode Dakwah Sunan gunung Jati (Suatu Tinjauan dari Sudut Pandang Antropologi Pendidikan). Jurnal Pendidikan Dasar, 5.

Kurnia, D. (2016).Perspektif Guru Sekolah Dasar Terhadap Pelaksanaan Pilkada Di Kabupaten Pangandaran. Mimbar Sekolah Dasar, 3(1), 81-88.

Miles, & Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI PRESS.

Mulyana, D. (2013). Metodelogi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Ilmu Komunikasi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Peraturan Bupati Sumedang Nomor 113 Tahun 2009. Tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda. Sumedang : Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016. Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Respository Kemendikbud.

Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017. Tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Media Publikasi Peraturan Perundang-undangan dan Informasi Hukum Kemenhumham

Pusat kurikulum departement pendidikan nasional. (2010). Bahan pelatihan penguatan metodelogi pembelajran berdasarkan nilai-nilai budaya untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa Jakarta: Depdiknas

Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, Peran, dan Metode tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Sriwilujeng, D. (2017). Panduan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter. Bandung: Erlangga.

Sudrajat, A. (2014). Nilai-Nilai Budaya Gotong Royong Etnik Betawi Sebagai SumberPembelajaran IPS. Disertasi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.

Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Alvabeta.

Wati, D. C., & Arif, D. B. (2017). Penanaman nilai-nilai religius di sekolah dasar untuk penguatan jiwa profetik siswa. Artikel publikasi uad.ac.id.




DOI: https://doi.org/10.17509/jpi.v3i2.27240

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.