ANALISIS KURIKULUM ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA PADA JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS

I. Ansori, T. Ramlan Ramalis, J. Aria Utama

Sari


Pengetahuan tentang bencana alam dan cara penanggulangannya seharusnya diperoleh oleh masyarakat ketika bersekolah melalui mata pelajaran IPA/Fisika, Geografi atau IPBA. Menurut UNISDR tahun 2010, Indonesia menduduki peringkat pertama dalam paparan terhadap penduduk atau jumlah manusia yang menjadi korban meninggal akibat bencana alam. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan hal tesebut terjadi. Pertama, materi tersebut telah di pelajari di sekolah, tetapi dalam proses pembelajarannya sulit dipahami. Kedua, bahan kajian mengenai fenomena alam tersebut tidak termasuk dalam kurikulum IPBA di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perkembangan kurikulum IPBA di Indonesia, serta membandingkannya dengan kurikulum IPBA di Jepang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Data kurikulum IPBA di Indonesia dan di Jepang dianalisis urutan pemberian materi, kedalaman materi, dan kompetensinya. Hasil analisis dan perbandingan menunujukkan bahwa kurikulum IPBA di Indonesia materi yang dibahasnya masih secara umum dari tahun ke tahunnya. Sedangkan kurikulum IPBA di Jepang, kurikulumnya sudah dibahas dengan dikaitkan terhadap fenomena alam yang terjadi. Dari segi kompetensinya Indonesia sangat jauh ketinggalan. Oleh karena itu hasil penelitian ini merekomendasikan agar kurikulum IPBA di Indonesia dibahas secara mendalam dengan dikaitkan terhadap fenomena alam yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Knowledge about natural disasters and how to tackling should be obtained by the public when studied through subjects Physics, geography or earth and space science. According to UNISDR of 2010, Indonesia was ranked first in the exposure to the population or the number of human victims died due to natural disasters. There are several possible causes of things are happening. First, the material has been learned at school, but in the process the lesson that is difficult to understand. Second, the study of natural phenomena is not included in the curriculum of earth and space science in the school. This research was conducted to analyze the development of curriculum in Indonesia, as well as the earth and space science compared it to the curriculum in Japan. The research was carried out using the method of comparative descriptive qualitative approach. earth and space science curriculum in Indonesia and in Japan analyzed a sequence of content, depth of content, and competencies. Result analysis and comparison of show earth and space science in the curricula that matter dealt with at Indonesia still generally from year to year. While in Japan, the curriculum already discussed with the associated to the natural phenomena that occur. In terms of competencies Indonesia greatly missed. Therefore it is recommended that the results of research curriculum in Indonesia earth and space science discussed in depth with the associated to the natural phenomenon that often occurs in life.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anderson, et al. 2001. A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing: A Revision of Bloom’s. New York: Addison Wesley Longman Inc.

Barstow, D, Ed Geary, and Yazijian, H. 2001. National Conference on Revolution in Earth and Space Science Education. [Online]. Tersedia: http://www.EarthScienceEdRevolution.org. [20 April 2012]

Liliawati, Winny dan Ramlan, Taufik. 2008. Identifikasi Miskonsepsi Materi IPBA di SMA dengan Menggunakan CRI (Certainly of Respos Index) dalam Upaya Perbaikan dan Pengembangan Materi IPBA pada KTSP. Laporan Penelitian Pembinaan UPI. Bandung: Lembaga Penelitian UPI.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA.

Suyatna, Agus. 2007. Pengembangan Program Pendidikan IPBA untuk Calon Guru. Disertasi pada Fakultas Pasca Sarjana UPI: tidak diterbitkan.

Tanudidjaja, Ma’mur dan Kartawidjaja, Omi. 1987. Penuntun Pelajaran Geografi SMA Kelas III. Bandung: GANECA EXACT BANDUNG


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Free counters!

 

Jurnal Wahana Pendidikan Fisika (WaPFi) sudah diindeksasi oleh Google Scholar

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.