Pemberdayaan Masyarakat melalui Diversifikasi Pangan Berbasis Moringa Oleifera sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sukahayu
Abstract
Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang kaya akan nutrisi serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk pencegahan stunting pada anak-anak. Namun pemanfaatan daun kelor di Desa Sukahayu masih kurang optimal, hal ini terutama disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan cara pengolahannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang manfaat daun kelor dan keterampilan dalam mengolahnya menjadi bahan makanan bergizi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Kegiatan ini dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) yang melibatkan 15 mahasiswa dan satu dosen pembimbing. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, serta pemadatan pengolahan daun kelor menjadi makanan seperti cilok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur kemajuan pengetahuan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan warga terhadap manfaat dan keterampilan pengolahan daun kelor meningkat secara signifikan. Kesimpulannya bahwa pendidikan seperti ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Sukahayu.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amelia, A., Nurviana, N., Wibowo, S. G., Sari, R. P., Muliani, F., & Nabilla, U. (2023). Pelatihan dan Pendampingan Inovasi Produk dari Daun Kelor untuk Mencegah Stunting di Desa Sungai Pauh Pusaka. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(1), 66–75.
Angelina, C., Swasti, Y. R., & Pranata, F. S. (2021). Peningkatan nilai gizi produk pangan dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera). Jurnal Agroteknologi, 15(01), 79–93.
Faridah, F., Junaidi, A. S., & Hadi, P. (2023). Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai alternatif pengobatan mandiri nyeri sendi. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(3), 611–619.
Gomes, S. M., Leitão, A., Alves, A., & Santos, L. (2023). Incorporation of Moringa oleifera leaf extract in yoghurts to mitigate children’s malnutrition in developing countries. Molecules, 28(6), 2526.
Hardinata, R., Oktaviana, L., Husain, F. F., Putri, S., & Kartiasih, F. (2023). Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Stunting di Indonesia Tahun 2021. Seminar Nasional Official Statistics, 2023(1), 817–826.
Kou, X., Li, B., Olayanju, J. B., Drake, J. M., & Chen, N. (2018). Nutraceutical or pharmacological potential of Moringa oleifera Lam. Nutrients, 10(3), 343.
Mutia, A. (2021). Prevalensi stunting balita Indonesia tertinggi ke-2 di Asia Tenggara. Di Unduh Di: Https://Databoks. Katadata. Co. Id/Datapublish/2021/11/25/Prevalensi-Stunting-Balita-Indonesia-Tertinggi-Ke-2-Di-Asia-Tenggara.
Setiyawati, M. E., Ardhiyanti, L. P., Hamid, E. N., Muliarta, N. A. T., & Raihanah, Y. J. (2024). Studi Literatur: Keadaan Dan Penanganan Stunting Di Indonesia. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 8(2), 179–186.
Susanti, A., & Nurman, M. (2022). Manfaat Kelor (Moringa Oleifera) Bagi Kesehatan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(3), 509–513.
DOI: https://doi.org/10.17509/bsn.v6i1.80558
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Bina Sehat Masyarakat
Jurnal Bina Sehat Masyarakat © 2021 by Prodi Keperawatan UPI Kampus Sumedang is licensed under CC BY-SA 4.0
