THE ANTONYM OF LEXEME USING THE AFFIXATION ‘ME-KAN’: MORPHOSEMANTICS ANALYSIS

Muhammad Yunus Anis, Kundharu Saddhono

Abstract


Abstract

This research deals with morphosemantic analysis of lexemes. The main source of data in this research was taken from the Arabic-Indonesian dictionary, Al-Munawwir, with the primary focus on lexemes using the affixation of “me-kan”. The lexemes with affixation “me-kan” can be compared in the Arabic language using the dominant measure or pattern (wazan). This research adopts a qualitative descriptive analysis, employing the distributional approach and the technique of dividing units of language, as well as the technique of marker. The study shows that the lexemes using affixation “me-kan” in Indonesian have similarities with the wazan fa-‘a-la in Arabic. The affixation of “me-kan” is one of the forms of transitive verb in the Indonesian language, and wazan fa-‘a-la in Arabic is a form of ta’diyyah (close meaning with the transitive form). Many lexemes using the affixation “me-kan” in Al-Munawwir Indonesian–Arabic dictionary were translated by the wazan fa-‘a-la. This study indicates that there is a strong connection between the transitive form in Arabic and Indonesian, as indicated through the analysis of the aforementioned lexemes.

Keywords: antonym, lexeme using the affixation of “me-kan”, morpho-semantics, and Al-Munawwir Indonesian-Arabic dictionary.

 

 

Abstrak

 Sumber data dalam penelitian ini diambil dari kamus Al Munawwir versi Indonesia-Arab. Pembahasan antonim di dalam kamus tersebut masih terasa luas, belum mengerucut. Oleh sebab itulah peneliti akan memfokuskan pembahasan antonim hanya pada leksem yang mendapat imbuhan “me-kan”. Selanjutnya leksem “me-kan” di dalam bahasa Indonesia ternyata memiliki padanan wazan(measure) di dalam bahasa Arab yang sangat dominan. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode distribusional dan teknik bagi unsur langsung dan teknik pemarkah. Dengan memanfaatkan metode tersebut, maka penelitian secara masif di dalam kamus tersebut akan menemukan pemakaian wazan untuk leksem berimbuhan me-kan dengan frekuensi lebih banyak dibandingkan dengan wazan lainnya. Sehingga imbuhan me-kan pada bahasa Indonesia dapat ditemukan padanannya pada wazan bahasa Arab. Beberapa data berupa leksem berimbuhan “me-kan” di dalam kamus al munawwir versi Indonesia-Arab diterjemahkan dengan menggunakan wazan fa'ala. Imbuhan me-kan merupakan salah satu bentuk dari kata kerja transitif. Begitu pula wazan fa'ala di dalam bahasa Arab digunakan untuk "ta'diyyah" yang secara tidak langsung menyerupai dengan proses pembentukan kata kerja transitif di dalam bahasa Indonesia. Oleh sebab itulah wazan fa'ala menjadi wazan yang paling dominan pada pemberian makna leksem berimbuhan me-kan yang berfungsi sebagai kata kerja transitif.

Kata kunci: antonim, leksem yang menggunakan afiks me-kan, morfosemantik, kamus Al-Munawwir Indonesia- Arab.

Keywords


antonym, lexeme using the affixation of “me-kan”, morpho-semantics, and Al-Munawwir Indonesian-Arabic dictionary

Full Text:

PDF

References


Anggraeni, S. (2015). Antonim dalam Bahasa Jawa: Suatu Kajian Semantik. Surakarta: Sebelas Maret University

Anis, M. Y. (2015).Pengembangan tema dalam buku Al-Qira’ah Ar-Rasyidah sebagai pondasi awal dalam latihan menulis kreatif bahasa Arab. Jurnal Arabiyat 2(2), pp. 1-10.

Anis, M. Y. (2014). Konstruksi tema rema judul berita dalam surat kabar Al-ahram: Analisis sintaksis. Lisania Jurnal Ilmu dan Pendidikan Bahasa Arab, V(2), pp. 245-264.

Anis, M. Y. (2013). Humor dan komedi dalam sebuah kilas balik sejarah sastra Arab. CMES (Center of Middle Eastern Studies) Jurnal Studi Timur Tengah. VI(2): pp. 199-209.

Anis, M.Y. (2010). Analisis semantik kata kerja “datang” di dalam bahasa Arab. CMES (Center of Middle Eastern Studies) Jurnal Studi Timur Tengah. I(3): pp. 292-302.

Anis, M.Y., Arifuddin, & Farhah, E. (2015). Bahan Ajar: Panduan Menulis Kreatif Bahasa Arab: Pengembangan Tema dalam Buku Al-Qira’ah Ar-Rasyidah. Surakarta: Penerbit Program Studi Sastra Arab UNS.

Becker, C.A.(1980). Semantic context effects in visual word recognition: An analysis of semantic strategies. Memory & Cognition. 8(6): pp.493-512

Chaer, A. (2003). Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Cruse, D.A. (1986). Lexical Semantics. Cambridge: CambridgeUniversity Press.

Depudyt, L. (1997). Agent-less indirect adjectival forms in Egyptian and Arabic: The case of jrrw n.f and maf’ul lahu “for whom one acts”. Journal of the American Oriental Society. 117(3), pp. 487-505.

Fromkin, V., & Rodman, R. (1998). An Introduction to Language. (6thEdition). Orlando: Harcourt Brace College Publishers.

Husnaini, S}ala>h}ud-di>n Sa>lih}. (2005). Ad-Dala>lah wan-Nah}wu. Tauzi>’u Maktabatil-A>da>b.

Ikrarini, E. O., & Wijana, I. D. P. (2012). Tipe-Tipe Antonimi Bahasa Inggris Menurut Sifat Pertentangan Maknanya: Kajian Relasi Semantis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Kostić, N. (2015). Antonym sequence in written discourse: A corpus-based study. Language Sciences. 47(1), pp. 18-31

Kostić, N. (2011). .Antonymous frameworks in Serbian written discourse: Phrasal contexts of antonym co-occurrence in text. Poznan Studies in Contemporary Linguistics. 47(3), pp.509-537

Lyons, J. (1995). Pengantar Teori Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Nomoto, H., & Soh, H.L. (2009a). Movement across meN- and unaccusatives in Malay.The 83rd Annual Meeting of the Linguistic Society of America 8-11 January 2009, San Francisco, CA

Nomoto, H., & Soh, H.L.(2009b). The Verbal Prefix Men-- and The Unergative.The13th International Symposiumon Malay- Indonesian Linguistics (ISMIL) 6-¬7 June 2009, Lombok, Indonesia

Munawwir, A.W. (2007). Kamus Al Munawwir Indonesia Arab Terlengkap. Surabaya. Pustaka Progresif.

Pamungkas. (1994). Inti Sari Kata Bahasa Indonesia. Surabaya: Apollo.

Richards, J.C., & Schmidt, R. (2007). Longman Dictionary of Language Teaching and Applied Linguistics. London: Longman Group.

Saddhono, K. (2015). Sociopragmatic approach on discourse structure of friday prayer’s sermon in java and madura island. Journal of Languageand Literature. 6(1), pp.26-29

Sasangka, S. S. T. W. (2004). Keantoniman dalam Bahasa Jawa. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.

Schramm, G.M. (1962). An outline of classical Arabic verb strucutre. Source: Language, 38(4),pp. 360-375.

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Susanti, R., Aminah, S., & Oktaviani, N. (2009). Sinonim, Repetisi, dan Antonim dalam Bahasa Jepang: Telaah Majalah Nihongo Journal dan Hiragana Times. Lingua Cultura, 3(1),pp. 85-98




DOI: https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v16i1.3057

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Muhammad Yunus Anis, Kundharu Saddhono



                 p-ISSN                                 e-ISSN

Lisensi Creative Commons

JPBS is published by:

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (Faculty of Language and Literature Education), Universitas Pendidikan Indonesia,

with

TEFLIN, and APPBIPA

View My Stats