Pola Kandungan Asam Fitat pada Legum Lokal: Implikasi terhadap Pangan Rendah Antinutrisi
Sari
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berkaitan dengan rendahnya asupan makronutrien akibat gangguan penyerapan zat gizi oleh senyawa antinutrisi. Salah satu antinutrisi penting pada bahan pangan legum adalah asam fitat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar asam fitat pada tiga belas jenis kacang-kacangan (legum) lokal Indonesia serta menilai keterkaitannya dengan hubungan kekerabatan antarspesies. Sampel berupa tepung kacang kering diekstraksi menggunakan HCl 2,4% dan dianalisis menggunakan metode kolorimetri Wade dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 500 nm. Data absorbansi dianalisis dengan ANOVA satu arah dan uji lanjut Duncan (p < 0,05), kemudian dikaitkan dengan pohon kekerabatan filogenetik hasil analisis MEGA 11. Hasil menunjukkan bahwa kadar asam fitat berbeda nyata antarspesies. Kacang gude, kacang tunggak, kacang hijau, kacang beras, dan kacang azuki memiliki kadar asam fitat rendah (< 0,165 mg/100 g), sedangkan kacang lurik, kacang borlotti, kacang panjang hitam, kacang buncis putih, kacang komak, dan kacang merah tergolong sedang (0,166–0,217 mg/100 g). Kacang koro benguk dan kacang kecipir menunjukkan kadar tertinggi (> 0,218 mg/100 g). Kacang dalam satu genus memiliki kadar asam fitat yang relatif serupa. Hasil ini menunjukkan bahwa variasi genetik berperan terhadap kadar asam fitat dan berimplikasi pada pemilihan legum rendah antinutrisi untuk mendukung pencegahan stunting.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Nurlaela Sari, D., Zisca, R., Widyawati, W., Astuti, Y., & Melysa, M. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), 4(1), 85–94. https://doi.org/10.36596/jpkmi.v4i1.552
Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), e12617. https://doi.org/10.1111/mcn.12617
Olunike, A. A. (2014). Utilization of legumes in the tropics. Journal of Biology and Healthcare, 4(12), 77–85.
Arisya, W., Ridwan, R., Ridla, M., & Jayanegara, A. (2019). Tannin treatment for protecting feed protein degradation in the rumen in vitro. Journal of Physics: Conference Series, 1360(1), 012022. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1360/1/012022
Anaemene, D., & Fadupin, G. (2022). Anti-nutrient reduction and nutrient retention capacity of fermentation, germination and combined germination–fermentation in legume processing. African Research, 2, 100059. https://doi.org/10.1016/j.afres.2022.100059
Embaby, H. E. S. (2011). Effect of heat treatments on certain antinutrients and in vitro protein digestibility of peanut and sesame seeds. Food Science and Technology Research, 17(1), 31–38. https://doi.org/10.3136/fstr.17.31
Sandberg, A.-S. (2002). Bioavailability of minerals in legumes. British Journal of Nutrition, 88(S3), 281–285. https://doi.org/10.1079/bjn/2002718
Camire, A. L., & Clydesdale, F. M. (1982). Analysis of phytic acid in foods by HPLC. Journal of Food Science, 47(2), 575–578. https://doi.org/10.1111/j.1365-2621.1982.tb10126.x
Gao, Y., Shang, C., Maroof, M. A. S., Biyashev, R. M., Grabau, E. A., Kwanyuen, P., Burton, J. W., & Buss, G. R. (2007). A modified colorimetric method for phytic acid analysis in soybean. Crop Science, 47(5), 1797–1803. https://doi.org/10.2135/cropsci2007.03.0122
Almasyhuri, D. S., Yuniati, H., & Slamet. (2012). Kandungan asam fitat dan tanin dalam kacang-kacangan yang dibuat tempe. Penelitian Gizi dan Makanan, 35(1), 21–28. https://doi.org/10.22435/pgm.v0i0.1965
Hernaman, I., Toharmat, T., Manalu, W., & Pudjiono, I. (2009). Pengikatan seng oleh asam fitat pada berbagai rasio molaritas dan kondisi pH. Buletin Peternakan, 33(2), 83–88.
Wisaniyasa, N. W., & Suter, I. K. (2016). Kajian sifat fungsional dan kimia tepung kecambah kacang merah (Phaseolus vulgaris L.). Media Ilmiah Teknologi Pangan, 3(1), 26–34.
Tamura, K., Stecher, G., & Kumar, S. (2021). MEGA11: Molecular Evolutionary Genetics Analysis Version 11. Molecular Biology and Evolution, 38(7), 3022–3027. https://doi.org/10.1093/molbev/msab120
Arinanti, M. (2018). Potensi senyawa antioksidan alami pada berbagai jenis kacang. Ilmu Gizi Indonesia, 1(2), 134–140. https://doi.org/10.35842/ilgi.v1i2.7
Raboy, V. (2020). Low phytic acid crops: Observations based on four decades of research. Plants, 9(2), 140.
DOI: https://doi.org/10.17509/ci.v5i2.63285
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##