Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Presentase Gizi Kurang Balita 0-59 Bulan Tahun 2023 Menggunakan Spatial Autoregressive Model

Susi Wijuniamurti, Welly Fransiska

Abstract


Malnutrition within the population of children aged 0–59 months continues to be a major public health issue in Indonesia. This study aims to identify the factors influencing the percentage of undernourished children based on 2023 provincial-level data, taking into account spatial relationships between regions. The method used is the Spatial Autoregressive (SAR) model, which is capable of capturing spatial patterns in the data. The outcome variable is the proportion of undernourished children aged 0–59 months, whereas the explanatory variables include the proportion of children with low weight and vitamin A coverage, access to improved drinking water, and implementation of the Community-Based Total Sanitation (STBM) program. Moran’s I test indicates the presence of spatial dependence in the dependent variable, and the Lagrange Multiplier test suggests that the SAR model is more appropriate than the standard linear regression model. The analysis results show that low body weight and STBM significantly affect the prevalence of malnutrition. The SAR model also reveals that geographically adjacent regions tend to have similar rates of child malnutrition. A lower Akaike Information Criterion (AIC) value confirms that the SAR model is the most suitable approach for this study.

Keywords: Children, Spatial autoregressive, Undernutrition.

Abstrak

Kekurangan gizi pada balita usia 0–59 bulan masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat di Indonesia. Studi ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persentase Anak usia dini dengan masalah gizi berdasarkan data provinsi tahun 2023, dengan mempertimbangkan keterkaitan spasial antarwilayah. Metode yang digunakan adalah Spatial Autoregressive (SAR), yang mampu menangkap pola spasial dalam data. Variabel terikat adalah persentase balita gizi kurang, sementara variabel independen meliputi persentase balita dengan berat badan rendah, cakupan vitamin A, akses air minum layak, dan penerapan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Uji Moran’s I menunjukkan adanya keterkaitan spasial pada variabel dependen, dan hasil Lagrange Multiplier menunjukkan bahwa model SAR lebih sesuai dibanding regresi linear biasa. Berdasarkan hasil analisis, variabel berat badan rendah dan STBM berpengaruh signifikan terhadap tingkat gizi kurang. Model SAR juga menunjukkan bahwa wilayah yang berdekatan secara geografis cenderung memiliki tingkat gizi kurang yang serupa. Nilai AIC yang lebih rendah menguatkan bahwa SAR merupakan model terbaik dalam studi ini.




Keywords


Balita, Gizi kurang, Spatial autoregressive.

Full Text:

PDF

References


Angela, I. I., Punuh, M. I., & Malonda, N. S. (2017). Hubungan antara asupan energi dan protein dengan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kombos Kota Manado. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 6(2), 45-52.

Bertalina, B., & Amelia, P. R. (2018). Hubungan asupan gizi, pemberian asi eksklusif, dan pengetahuan ibu dengan status gizi (TB/U) balita 6-59 bulan. Jurnal Kesehatan, 9(1), 117-125.

Diniah, B. N. (2020). Hubungan kadar ekskresi iodium urine (eiu) dengan kejadian gondok pada anak usia sekolah di daerah endemis gaki. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 11(2), 152-168.

Esra, R., Nohe, D. A., & Fathurahman, M. (2023). Pemilihan Model Terbaik pada Generalized Poisson Regression Menggunakan Akaike Information Criterion. Statistika, 23(1), 73-87.

Fathurahman, M. (2016). Pemilihan model regresi terbaik menggunakan metode Akaike’s information criterion dan Schwarz information criterion. Informatika Mulawarman: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 4(3), 37-41.

Jati, D. K., & Nindya, T. S. (2017). Asupan energi dan protein berhubungan dengan gizi kurang pada anak usia 6-24. Amerta Nutrition, 1, 124-132.

Juairia, J., Malinda, W., Hayati, Z., Ramadhanty, N., & Putri, Y. F. (2022). Kesehatan diri dan lingkungan: pentingnya gizi bagi perkembangan anak. Jurnal Multidisipliner Bharasumba, 1(3), 269-278.

Knief, U. & Forstmeier, W. (2021). Violating the normality assumption may be the lesser of two evils. Behavio Research Method, 53, 2576–2590.

Marcus, G. L., Wattimanela, H. J., & Lesnussa, Y. A. (2012). Analisis regresi komponen utama untuk mengatasi masalah multikolinieritas dalam analisis regresi linier berganda. BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika Dan Terapan, 6(1), 31-40.

Nasution, L. M. (2020). Statistik deskriptif. Hikmah, 14(1), 49–55.

Nurkhasyanah, A. (2025). Analisis kondisi ekomomi orang tua terhadap pemenuhan kebutuhan anak dalam perkembangan anak. Journal of Early Childhood Education Studies, 5(1), 116–131.

Purba, S. A., Chrisinta, D., & Simarmata, J. E. (2023). Estimasi Parameter Regresi Linier Sederhana Menggunakan Prosedur Cochrane-Orcutt, Hildreth-Lu dan First Differences Pada Metode Durbin Watson. Journal of Mathematics, Computations and Statistics, 6(2), 114-127.

Pusparina, I., & Suciati, S. (2022). hubungan pendidikan ibu dan pola asuh pemberian makan dengan status gizi balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 10(2), 87-92.

Sari, A. P., Hasanah, S., & Nursalman, M. (2012). Uji Normalitas dan Homogenitas dalam Analisis Statistik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 51329-51337.

Sepriadi, S., Hardiansyah, S., & Syampurma, H. (2017). Perbedaan tingkat kesegaran jasmani berdasarkan status gizi. Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, 7(1), 24-34.

Sholikhah, A. (2016). Statistik deskriptif dalam penelitian kualitatif. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 10(2), 342-362.

Solikhah, A., Rustiana, E. R., & Yuniastuti, A. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di pedesaan dan perkotaan. Public Health Perspective Journal, 2(1), 9-18.

Timur, C. J., Irianto, S. E., & Rahayu, D. (2023). Analisis faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita di Kabupaten Lampung Utara. JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat, 4(2), 85–93.




DOI: https://doi.org/10.17509/jem.v13i2.89144

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Mathematics Study Program, Universitas Pendidikan Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.