Penerapan Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Aspek Kognitif Siswa dengan Konsep Elektrolisis
Abstract
Penelitian yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Aspek Kognitif Siswa Kelas XII IPA Pada Konsep Elektrolisis” ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang aspek kognitif siswa yang diterapkan melalui pembelajaran kontekstual pada materi sel elektrolisis. Selain itu dikaji pula partisipasi siswa selama pembelajaran. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa dilakukan penelitian dengan metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuasi eksperimen desain pretest-postest. Subyek penelitian terdiri dari 46 orang siswa kelas XII IPA. Instrumen yang digunakan berupa lembar evaluasi (pretest dan postest), lembar kerja siswa (LKS), lembar pembelajaran, lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa dengan normalisasi gain 55,37 % (kategori cukup). Partisipasi siswa selama pembelajaran hampir setengahnya (40,22%) siswa bertanya kepada guru atau kepada teman sekelompok, hampir setengahnya (39,13%) siswa menjawab pertanyaan guru atau teman sekelompoknya dan sebagian besar (90,94%) siswa aktif dalam kelompok. Hasil angket menunjukkan bahwa siswa merespon dengan baik pada pembelajaran kontekstual dengan menggunakan metode praktikum, Hal ini menunjukkan bahwa siswa cenderung lebih tertarik dengan pembelajaran yang mengangkat fakta-fakta yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Keywords
Pembelajaran Kontekstual; Kognitif; Elektrolisis.
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.17509/jpp.v19i2.19775
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Pendidikan
DESAMAHJONG adalah platform resmi slot777 yang menghadirkan pilihan slot gacor dengan sistem keamanan kedaulatan informasi identitas terbaik. Kami menjamin kejujuran administratif dan transparansi sistem untuk memberikan pengalaman navigasi yang aman, cepat, dan terpercaya bagi setiap anggota di tahun 2026.

