PERBANDINGAN PENGARUH LATIHAN HEXAGON DRILL DENGAN MODIFIKASI LATIHAN PANCER DELAPAN PENJURU MATA ANGIN TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN MELAKUKAN TENDANGAN SAMPING (T) DALAM OLAHRAGA PENCAK SILAT

yusup taujiri, mulyana ., berliana .

Abstract


Masalah penelitian yang penulis ajukan adalah untuk mengungkapkan pengaruh dari latihan hexagon drill dan modifikasi latihan pancer delapan penjuru mata angin terhadap peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping, dan untuk mengetahui bentuk latihan manakah yang lebih efektif antara latihan hexagon drill dan modifikasi latihan pancer delapan penjuru mata angin terhadap peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping. Hal ini dilatar belakangi masalah bahwa dalam olahraga pencak silat salah satu komponen kondisi fisik yang dominan adalah kelincahan. Kelincahan sangat diperlukan untuk mendukung penyerangan dan menghindari serangan lawan dalam olahraga pencak silat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel bebas ke-1 (X1) latihan hexagon drill, variabel ke-2 (X2) latihan modifikasi pancer delapan penjuru mata angin, dan variabel terikatnya (Y) adalah peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping (T) dalam olahraga pencak silat. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet pencak silat junior Kabupaten Garut yang mengikuti pembinaan prestasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut sebanyak 20 orang, dengan menggunakan teknik total sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok dengan menggunakan teknik penjodohan. Setelah melalui proses latihan selama 24 kali pertemuan, dengan pertemuan sebanyak 3 kali seminggu selama kurang lebih 2 bulan maka diperoleh data yang  kemudian diolah secara statistik dengan uji t, yang menunjukan bahwa kedua bentuk latihan yaitu hexagon drill dan latihan modifikasi pancer delapan penjuru mata angin memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping. Data yang diperoleh menunjukan bahwa latihan modifikasi pancer delapan penjuru mata angin memberikan pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan dengan latihan hexagon drill terhadap peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping (T). Dengan rata-rata peningkatan hexagon drill sebesar 1,1 dan peningkatan rata-rata latihan modifikasi pancer delapn penjuru mata angin sebesar 1,4. Dan dihitung dengan uji signifikan perbedaan kedua rata-rata uji satu pihak menghasilkan t- hitung yang lebih besar dari t-tabel yang berarti latihan modifikasi pancer delapan penjuru mata angin lebih baik dari latihan hexagon drill dalam hal peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping (T) dalam olahraga pencak silat

Keywords


Latihan Hexagon Drill, Modifikasi Latihan Pancer Delapan Penjuru Mata Angin, Tendangan Samping (T), Pencak Silat.

Full Text:

PDF

References


Arikunto. (1992). Prosedur Penelitian. Jakarta. PT. Bina Aksara.

Bompa, Tudor. (1993). Power Training for Sport. Canada.

Chu, Donald A. (1996). Jumping Into Plyometrics. Leisure Press,

Champaign, Illinios.

Harsono. (2001). Latihan Kondisi Fisik. FPOK Bandung.

Harsono. (1988). Coaching. Jakarta. Tambak Kusuma.

Hidayat, Imam. (1998). Biomekanika. Bandung. IKIP Bandung.

Janoerno (1989) Pedoman Latihan Prestasi Olahraga Pencak Silat.

Jakarta. Teratai.

Lee E Brown. (2000) Training Of Speed, Agility And Quickness. USA.

Kosasih, Engkos (1993). Olahraga, Teknik dan Program Latihan. Jakarta. Akademika Pressindo.

Lubis, Johansyah. (2004). Pencak Silat Pendekatan Praktis. Jakarta. PT RAJA GRAFINDO PERSADA.

Notosoejitno. (2001). Pemahaman Tentang Pencak Silat. Buletin Gema Pencak Silat. (Volume 5 Nomor : 8 Agustus 2001). Jakarta. Pondok Pustaka Padepokan Pencak Silat Indonesia.

Nurhasan. (1991). Tes dan Pengukuran Pendidikan Olahraga. Bandung. FPOK IKIP Bandung.

Nurhasan. (2007). Modul Tes Dan Pengukuran Keolahragaan. Bandung. Jurusan Pendidikan Kepelatihan FPOK UPI.

PB. IPSI. (1997). Teknik dan Istilah Pencak Silat. Jakarta.

Saleh. (1991). Pencak Silat (Sejarah Perkembangan, Pembentukan Sikap dan Gerak. Bandung. IKIP Bandung.

Sucipto. (2001). Pendekatan Keterampilan Taktis Dalam Pembelajaran Pencak Silat (Konsep dan Metode). Jakarta. Pendidikan Nasional.

Sudjana. (2000). Metode Statistika Edisi ke Enam. Bandung. Tarsito.

Sugiyono. (1998). Metode Penelitian Administrasi. Bandung. Alfabeta.

Yusuf, ucup. (1999) Biomekanika Olahraga. Bandung. Ikip bandung.

Zamir (2002). Teknik Olahraga Pencak Silat. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.17509/jko-upi.v4i2.16228

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Kepelatihan Olahraga

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons Licensefree hit counter

View My Stats

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.