METAKOGNISI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MEMBACA BUKU MATEMATIKA MATERI KOORDINAT CARTESIUS

Dina Khanifatul Ardhilah, Jarnawi Afgani Dahlan, Ade Rohayati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengkajian tentang metakognisi dan kemandirian belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam membaca buku matematika materi koordinat Cartesius. Penelitian dilakukan dengan penelusuran terhadap fenomena yang terjadi pada tiga orang subjek penelitian yang dipilih dari siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Indikator yang menandakan bahwa telah berlangsungnya proses metakognisi pada diri siswa dalam membaca buku matematika, yakni mampu: (a) mengungkapkan kembali hal-hal yang dimengerti dari apa yang telah dibaca; (b) ketika menemukan bagian dari bacaan yang membuatnya tidak memahami bacaan, siswa berusaha mencari solusi dari ketidakmengertian yang dideteksi; (c) mengkonstruksi definisi sederhana yang dibuat sendiri berdasarkan pengertian-pengertian unsur yang terkandung dalam suatu hal yang didefinisikan tersebut; dan (d) menjawab soal-soal yang menguji pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: siswa yang berprestasi tinggi dalam mata pelajaran matematika memiliki hasil penilaian yang tinggi untuk keempat indikator metakognisi, serta kemandirian belajar yang sangat baik; siswa yang berprestasi sedang dalam mata pelajaran matematika memiliki hasil penilaian yang sedang pada indikator (c) tetapi tinggi pada tiga indikator lainnya, serta kemandirian belajar yang baik; siswa yang berprestasi rendah dalam mata pelajaran matematika memiliki hasil penilaian yang rendah pada indikator (a) dan (b), tetapi sedang pada dua indikator lainnya, serta kemandirian belajar yang kurang.


Full Text:

PDF

References


Alcock, L. (2016). How do people read mathematics?. [Online], Tersedia: https://blog.oup.com/2016/01/reading-mathematics-proofs/ [26 Mei 2019].

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus besar bahasa Indonesia daring. [Online], Tersedia: https://kbbi.kemdikbud.go.id/ [26 Desember 2018].

Bungin, B. (2011). Penelitian kualitatif—komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya edisi kedua. Jakarta: Prenada Media Group.

Creswell, J. W. (2016). Reseach design—pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Darr, C. & Fisher, J. (2004). Self-regulated learning in the mathematics class. [Online], Tersedia: https://www.nzcer.org.nz/system/files/13903.pdf [3 Juli 2019].

Devlin, K. (2005). What “does doing” math mean?. [Online], Tersedia: https://www.maa.org/external_archive/devlin/devlin_04_05.html [27 Mei 2019].

Freitag, M. (Tanpa Tahun). Reading and writing in the mathematics classroom. [Online], Tersedia: http://math.coe.uga.edu/TME/Issues/v08n1/3freitag.pdf [2 Juli 2019].

Griffith, P. L., & Ruan, J. (2005). What is metacognition and what should be its role in literacy instruction?, dalam Metacognition in literacy learning : theory, assessment, instruction, and professional development / edited by Susan E. Israel . . . [et al.]. Perancis: Taylor & Francis e-Library.

Hasanuddin, S. M. (2018). Mengenal lebih dekat dengan pendekatan fenomenologi: sebuah penelitian kualitatif. [Online], Tersedia: https://www.researchgate.net/publication/323600431 [13 Maret 2019].

Lestyarini, B. (Tanpa Tahun). Pentingnya metakognisi dalam membaca komprehensi teks berbagai bidang studi. [Online], Tersedia: http://staffnew.uny.ac.id/upload/198605272008122002/penelitian

/jurnal+populer+WUNY+Pentingnya+Metakognisi+dalam+Membaca+Komprehensi+Teks+berbagai+Bidang+Studi.pdf [27 Oktober 2018].

Metsisto, D. (2005). Reading in the mathematics classroom dalam Literacy strategies for improving mathematics instruction by Joan M. Kenney, Euthecia Hancewicz, Loretta Heuer, Diana Metsisto and Cynthia L. Tuttle. Alexandria: ASCD. [Online], Tersedia: http://www.ascd.org/publications/books/105137/chapters /Reading-in-the-Mathematics-Classroom.aspx [3 Juli 2019].

Nadlir, M. (2018). Per hari, rata-rata orang indonesia hanya baca buku kurang dari sejam. Jakarta: Kompas.com [Online], Tersedia: https://nasional.kompas.com/read/2018/03/26/14432641/per-hari-rata-rata-orang-indonesia-hanya-baca-buku-kurang-dari-sejam [4 November 2018].

Randi, J., Grigorenko, E. L., & Sternberg, R. J. (2005). Revisiting definitions of reading comprehension: just what is reading comprehension anyway?, dalam Metacognition in literacy learning : theory, assessment, instruction, and professional development / edited by Susan E. Israel . . . [et al.]. Perancis: Taylor & Francis e-Library.

Samuels, S. J., Ediger, K. M., Willcutt, J. R., & Palumbo, T. J. (2005). Role of automaticity in metacognition and literacy instruction, dalam Metacognition in literacy learning : theory, assessment, instruction, and professional development / edited by Susan E. Israel . . . [et al.]. Perancis: Taylor & Francis e-Library.

Simonson, S. & Gouvea, F. (2011). How to read mathematics, dalam Rediscovering mathematics: you do the math [Online]. Tersedia: http://web.stonehill.edu/compsci/History_Math/math-read.htm [26 Mei 2019].

Wahyudin. (2011). Membangun karakter melalui pendidikan matematika yang berkualitas. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika [Online], Volume 1, 10 halaman. Tersedia: //publikasi.stkipsiliwangi.ac.id/files/2012/09/Prosiding-Seminar-Nasional-Pendidikan-Matematika.pdf [23 Oktober 2018].

Wijaya, C. (2010). Pendidikan remedial sarana pengembangan mutu sumber daya manusia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Wijaya, E. Y., Sudjimat, D. A., & Nyoto, A. (2016). Transformasi pendidikan abad 21 sebagai tuntutan pengembangan sumber daya manusia di era global. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2016~ Universitas Kanjuruhan Malang [Online], Volume 1, 16 halaman. Tersedia: http://repository.unikama.ac.id/840/32/263-278%20TRANSFORMASI%20PENDIDIKAN%20ABAD%2021%20SEBAGAI%20TUNTUTAN%20PENGEMBANGAN%20SUMBER%20DAYA%20MANUSIA%20DI%20ERA%20GLOBAL.pdf [26 Desember 2018].

Wijayanti, D. (2013). One stay – the rest stray: bukankah membaca buku kalkulus seharusnya tidak serumit seperti mengisi tekateki silang?. Jurnal Pendidikan Matematika [Online], Volume 1 (1), 9 halaman. Tersedia: http://research.unissula.ac.id/file/publikasi/211312003/36827dyanawijayanti_2.pdf [8 Oktober 2018]


Refbacks

  • There are currently no refbacks.