MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MENYIMAK MAHASISWA FPBS UPI

Denny Iskandar, Wawan Hermawan

Sari


Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pembelajaran menyimak khususnya menyimak berita yang selama ini cenderung konvensional. Dalam pelaksanaannya dosen masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dan kurang mengikuti perkembangan informasi dan komunikasi secara rutin sehingga hasil pembelajaran menyimak kurang maksimal. Pembelajaran keterampilan menyimak perlu dilatih dan dipraktikkan siswa agar mampu menyerap informasi secara cepat dan akurat sehingga dapat mengurangi kebingungan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan menyimak. Model pembelajaran Jigsaw diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa khususnya dalam menyimak. Penelitian ini diawali dengan masalah “Bagaimanakah pengaruh model pembelajaran Jigsaw terhadap peningkatan keterampilan menyimak mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia?”.  Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Tahun Akademik 2020/2021. Secara umum tujuan penelitian ini adalah menemukan model pembelajaran menyimak khususnya menyimak berita yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa serta diharapkan mampu mengantarkan dan meningkatkan kualitas kemampuan menyimak yang baik dari para mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pembelajaran menyimak yang selama ini berlangsung masih berpusat pada dosen,  dosen jarang menggunakan model pembelajaran menyimak, dan jarang mempraktikkan model pembelajaran Jigsaw, 2) pengembangan model pembelajaran Jigsaw bagi peningkatan keterampilan menyimak bahasa Indonesia dilakukan melalui sejumlah tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaaan, dan tahap pengembangan model, 3) mahasiswa banyak mengalami kesalahan berbahasa sebelum diberi perlakuan model pembelajaran Jigsaw,  dan 4)  penggunaan model pembelajaran Jigsaw terbukti dapat meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa.  Hasil pembelajaran menyimak dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw menunjukkan adanya peningkatan dengan cara membandingkan t hitung dengan t tabel untuk taraf signifikansi 0, 05, maka dicari pada t tabel = 2,01 dengan kriteria pengujian jika t hitung > t tabel, artinya signifikan atau hipotesis tersebut benar atau diterima. Ternyata, t hitung > t tabel atau 3, 32 > 2,01. Ini menunjukkan bukti hipotesis bahwa adanya peningkatan hasil keterampilan menyimak dengan menggunakan pembelajaran model Jigsaw setelah dilakukan beberapa kali perlakuan.

 

Kata kunci: strategi model jigsaw, keterampilan menyimak mahasiswa

 

Abstract

This research was motivated by a phenomenon in listening course, especially listening-to-news course which has tended to be conventional. During the lesson, some lecturers still hold an outdated learning paradigm and do not keep up with the development of information and communication technology regularly, resulting in undesirable learning outcomes. Students need to develop and practice their listening skills in order to be able to absorb information quickly and accurately, so as to reduce students’ confusion in solving listening problems. The Jigsaw learning model was expected to improve student competence, especially in listening. This research put forward a problem "how the Jigsaw learning model influenced and improved listening skills of students of Indonesian Language and Literature Education Study Program.  This research was conducted among students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program for the Academic Year 2020/2021. In general, the purpose of this study was to find a model of listening course, especially listening-to-news that was in accordance with the students’ characteristics and was expected to deliver and to improve the quality of their listening skills. The research method used in this research was Classroom Action Research Method.  The results showed that: 1) the ongoing listening course has still been centered on the lecturers, who rarely employ listening learning models, and infrequently practice the Jigsaw learning model, 2) the development of the Jigsaw learning model to improve listening skills in bahasa Indonesia was carried out through a number of stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the model development stage, 3) students committed many language errors before exposed by the Jigsaw learning model, and 4) the use of the Jigsaw learning model was confirmed to improve students' listening skills.  Students’ grades of listening course with the Jigsaw learning model indicated an increase by comparing t count with t table for a significance level of 0.05, and noting t table = 2.01 with the testing criteria if t count > t table, it means significant or the hypothesis is true or accepted. In fact, it was found that t count (3.32) > t table (2.01), and it confirmed the hypothesis of an increase in the results of listening skills learning by means of Jigsaw learning model after several treatments.

 

Keywords: jigsaw model strategy, students’ listening skills

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Ghazali, Syukur. (2010). Pembelajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Refika Aditama.

Hamruni, (2011). Strategi Pembelajaran. Yogyakarta : Insan Madani.

Haryadi dan Zamzami. (2000). Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia.Jakarta: Depdikbud.

Husamaha dan Yanuar Setianingrum. (2013). Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian Kompetensi. Jakarta: Prestasi Pusaka.

Mudjianto & Susanto, G. (2010). Materi Pembelajaran Menyimak. Malang : A3 (Asah Asih Asuh).

Mukhtar & Anilawati, (2006). Menyimak. Pekanbaru: Cendikia Insani.

Musfiroh, dkk. (2004). Menyimak Komprehensif dan Kritisi. Yogyakarta : Diktat PBSI.

Nugiyantoro, Burhan. (1995). Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta : BPFE.

Nugraheni, Aninditya Sri. (2017). Penerapan Strategi Cooperative Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Pedagogia.

Putra, Sititavia R.(2012). Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis Sains. Jogjakarta: Diva Press.

Rusman. (2012). Model-model Pembelajaran (Mengembangkan Profesionalisme Guru). Bandung: Raja Grafindo.

Sutari, Ice, dkk. (1997). Menyimak. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Syafrina, D, dkk. (2017). Implementasi Pembelajaran Menyimak di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan : Teori, Penelitian dan Pengembangan, 2 (5). 706-703. doi: https://journal.um.ac.id/index.php/iplppl

Tarigan. Henry Guntur. (2008). Menyimak: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.