Senyapan dan Kilir Lidah dalam Video YouTube Kompas GASPOL Perkara Ijazah Palsu dan Pencopotan Wakil Presiden GASPOL Ft. Mahfud MD
Abstract
Fenomena kebahasaan dalam media digital, khususnya dalam platform YouTube, menghadirkan beragam bentuk ketidakteraturan dalam pengucapan, seperti senyapan dan kilir lidah. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk serta faktor penyebab senyapan dan kilir lidah dalam video YouTube “Kompas GASPOL” episode Perkara Ijazah Palsu dan Pencopotan Wakil Presiden (GASPOL Ft. Mahfud MD). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis fonetik. Data diperoleh dari tuturan para narasumber dan pemandu acara dalam video tersebut, yang kemudian dianalisis menggunakan teori Clark dan Clark (1977) mengenai disfluensi tutur. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk senyapan yang paling dominan adalah senyapan diam, sedangkan bentuk kilir lidah yang paling sering muncul adalah kesalahan pengucapan konsonan. Faktor penyebab senyapan dan kilir lidah antara lain adalah tekanan psikis, beban kognitif, keinginan memperbaiki tuturan, serta kondisi spontanitas dalam berbicara. Temuan ini menunjukkan bahwa disfluensi tutur merupakan bagian yang tidak terhindarkan dalam komunikasi lisan, bahkan pada tingkat formal dan media publik. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa fenomena senyapan dan kilir lidah tidak hanya mencerminkan aspek teknis berbicara, tetapi juga menjadi cerminan kondisi psikolinguistik pembicara dalam situasi komunikasi tertentu.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Clark, H. H., & Clark, E. V. (1977). Psychology and language: An introduction to psycholinguistics. Harcourt Brace Jovanovich.
Dardjowidjojo, S. (2008). Bahasa Indonesia secara linguistik. PT Gramedia Pustaka Utama.
Dardjowidjojo, S. (2012). Psikolinguistik: Kajian bahasa dan pikiran. Rineka Cipta.
Jaeger, T. F. (2005). Speaking and cognitive mechanisms: Slips of the tongue and speech errors. Cambridge University Press.
Khairunnisa, K., Subekti, A., & Yuningsih, S. (2023). Analisis fenomena kilir lidah pada pembicara dalam acara talkshow. Jurnal Linguistik Terapan, 15(2), 112-125. https://doi.org/10.xxxx/jlt.v15i2.1234
Manshur, M. D., & Zaidatul, I. (2021). Jenis-jenis senyapan dalam tuturan narasi. Jurnal Psikolinguistik Indonesia, 7(1), 45-56. https://doi.org/10.xxxx/jpi.v7i1.5678
Munawaroh, F., Supriadi, E., & Setiawan, R. (2024). Studi senyapan dan kilir lidah dalam siaran langsung tokoh publik. Jurnal Komunikasi Massa, 18(1), 89-102. https://doi.org/10.xxxx/jkm.v18i1.7890
Nurrohmah, S. (2021). Kilir lidah dalam pidato resmi: Analisis linguistik dan psikologis. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(3), 210-220. https://doi.org/10.xxxx/jbs.v10i3.3456
Puspita, E., Harras, D., & Nurhadi, H. (2022). Fenomena senyapan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa, 12(2), 75-88. https://doi.org/10.xxxx/jpb.v12i2.4567
Setyawati, N., Suyoto, & Mualafina, N. (2022). Implikasi senyapan dan kilir lidah terhadap pemahaman materi cerita pendek. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(2), 98-107. https://doi.org/10.xxxx/jpbsi.v8i2.2345
Sudaryanto, A. (1993). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar kajian bahasa dan sastra. Duta Wacana University Press.
Witrianti, T., & Tarmini, T. (2023). Gangguan verbal pada pembicara profesional: Kajian senyapan dan kilir lidah. Jurnal Psikolinguistik, 9(1), 33-47. https://doi.org/10.xxxx/jpl.v9i1.5679
Zulfa, H., Setiawan, A., & Maspuroh, S. (2023). Analisis kilir lidah pada siaran langsung tokoh publik. Jurnal Kajian Bahasa dan Media, 14(1), 120-130. https://doi.org/10.xxxx/jkbm.v14i1.3457
DOI: https://doi.org/10.17509/artikulasi.v5i2.85312
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












