Upaya peningkatan kepedulian masyarakat kelurahan legok terhadap warisan budaya situs Candi Solok Sipin dan sekitarnya

Ari Mukti Wardoyo Adi, Nainunis Aulia Izza, Supian Supian

Abstract


Kajian ini membahas mengenai salah satu warisan budaya yang ada di Kota Jambi, yaitu Situs Candi Solok Sipin yang terletak di Kelurahan Legok. Kondisi Situs Candi Solok Sipin dan beberapa situs lain di sekitarnya saat ini sangat memprihatinkan karena lokasinya ada di tengah permukiman masyarakat. Sebagai upaya peningkatan kepedulian masyarakat Kelurahan Legok maka dibutuhkan upaya sosialisasi regulasi tentang cagar budaya. Tujuannya agar masyarakat mengenal dan memiliki kepedulian terhadap Candi Solok Sipin sebagai warisan budaya. Warisan budaya memiliki nilai penting bagi bangsa karena merupakan aset yang dapat mengungkapkan kehidupan masyarakatnya pada masa lalu. Selain itu, warisan budaya juga memiliki kerentanan dari berbagai ancaman kerusakan akibat dampak pembangunan yang tidak terkontrol. Hal ini dikarenakan warisan budaya memiliki sifat yang langka dan tidak dapat diperbarui.


Full Text:

PDF

References


Bonatz, D., Miksic, J., Neidel, D. J. (2009). From Distant Tales: Archaeology and Ethnology in the Highlands of Sumatra. Newcastle upon Tyne: Cambridge Scholar Publishing.

Brown, A. G. (1997). Alluvial floodplain geoarchaeology; floodplain archaeology and environmental change. Alluvial geoarchaeology; archaeology and environmental change. Cambridge: Cambridge University Press.

Choirinnisa, S. (2010). Evaluasi Pendahuluan terhadap Aspek Fisik dan Kelembagaan Program Pengembangan Destinasi Percandian Muaro Jambi. Bisnis & Birokrasi, Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 17(2).

Coenen, E. (1886). Iets over Djambi in 1885. Eigen Haard, 306–311.

Hasan, Y. (2014). Menelusuri Asal Usul Bangsa Melayu. Sriksetra Jurnal Pendidikan Sejarah, 3(5), 27–32.

Neeb, C. J. (1902). Het Een en Ander Over Hindoe Oudheden in Het Djambische. In J. Brandes (Ed.), Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde, dl 45: Hindu antiquities in Djambi, Indonesia (hal. 120–133). Batavia: Lange & Co.

Saudagar, F. (1992). Sejarah Melayu Kuno di Jambi. Jambi: FKIP Universitas Jambi.

Schnitger, F. M. (1937). The Archaeology of Hindoo Sumatra. E. J. Brill.

Shuhaimi, N. H. (1992). Arkeologi, Seni dan Kerajaan Kuno Sumatera Sebelum Abad Ke-14. Ikatan Ahli Arkeologi Malaysia.

Soekmono, R. (1987). Chandi Gumpung of Muara Jambi: A Platform in Stead of a Conventional Chandi?. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sukandar, I. (2014). Selayang Pandang Kota Jambi: Perkembangan Masyarakat dan Kebudayaannya. Jambi.

Suleiman, S. (1977). The Archaeology and History of West Sumatra. Bulletin of the Research Centre of Archaeology of Indonesia, 12.

Utomo, B. B. (1992). Batanghari Riwayatmu Dulu. In Seminar Sejarah Melayu Kuno. Jambi.

Zain, S. M., & Djalil, L. (2017). Sriwijaya dan kerajaan-kerajaan di Sumatra era klasik. Kakilangit Kencana




DOI: https://doi.org/10.17509/jpdpm.v2i1.27834

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.