KANTIN KEJUJURAN SEBAGAI PENGUJI SPIRITUAL MAHASISWA DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Muhamad Parhan

Abstract


Abstract. In the development of buying and selling at the moment, there are some changes in the system. Where there called Canteen Honesty, the buyer takes on food / goods, put in money, and take the return itself. This was done in the absence of sellers waiting wares. The activity was held at several faculties at the University of Indonesia. Honesty Canteen their spiritual should help students increase. Based on the background of the problem, the study aims to determine the honesty Canteen concept, implementation and impact Honesty Honesty towards spiritual sellers and buyers. The method used is a qualitative and quantitative methods. Implementation of honesty canteen is one way to spiritual peningakatan students in four aspects, namely consciousness, truth, self-direction and grateful. However, based on respondents seller, there is still an element of unwillingness when income is not in accordance with the amount of goods and become a loss. That is, the honesty canteen is not yet spiritual enhancement of students, because there are many who menanfaatkannya doing crafty such as not paying or taking more returns.

Keywords : Canteen Honesty, Spiritual.

 

Abstrak. Dalam perkembangan jual beli saat ini, ada beberapa perubahan sistem. Dimana ada yang disebut dengan Kantin Kejujuran, yaitu pembeli mengambil makanan/barang, menaruh uang, dan mengambil kembalian sendiri. Hal itu dilakukan tanpa adanya penjual yang menunggu dagangannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada beberapa fakultas di Universitas Pendidikan Indonesia. Adanya Kantin Kejujuran harusnya membantu spiritual mahasiswa meningkat. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep Kantin Kejujuran, pelaksanaan Kantin Kejujuran dan dampak Kantin Kejujuran terhadap spiritual penjual dan pembeli. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Pelaksanaan kantin kejujuran merupakan salah satu upaya peningakatan spiritual mahasiswa dalam empat aspek yaitu kesadaran, kebenaran, pengarahan diri dan bersyukur. Namun berdasarkan tanggapan responden penjual, masih ada unsur ketidakrelaan saat pendapatan tidak sesuai dengan jumlah barang dan menjadi rugi. Artinya, kantin kejujuran belum sepenuhnya menjadi peningkat spiritual mahasiswa, karena masih banyak yang menanfaatkannya dengan berbuat licik seperti tidak membayar atau mengambil kembalian lebih.

Kata Kunci : Kantin Kejujuran, Spitilual.


Keywords


Canteen Honesty, Spiritual.

Full Text:

PDF

References


Azzet, Akhmad Muhaimin (2010).

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.

Danah,Marshal. (2005). Spiritual

Capital : Memberdayakan CS di Dunia Bisnis, terj. Helmi Mustofa, Bandung : Mizan.

Dewi, N. K. (2016). Pengembangan Model

Bimbingan Kelompok Berbasis Nilai Karakter Lokal Jawa Untuk Meningkatkan Kesadaran Diri (Self Awareness) Siswa. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(1).

El Fiah, R. (2018). Program

Pengembangan Bimbingan Konseling Untuk Meningkatkan Kecakapan Pengarahan Diri (Self Direction) Pada Mahasiswa Uin Raden Intan Lampung. Nurani: Jurnal Kajian Syari'ah dan Masyarakat, 18(2), 55-76.

Fauzia, M. R., Hidayat, A. R., &

Suprihatin, T. (2015). Analisis Fiqh Muamalah Terhadap Pelaksanaan Jual Beli Pada Kantin Kejujuran Sma Negeri 1 Ciparay Kabupaten Bandung. Prosiding Hukum Ekonomi Syariah, 147-154.

Fluerentin, E. (2012). Latihan

Kesadaran Diri (self awareness) dan kaitannya dengan penumbuhan karakter. Jurnal Inspirasi Pendidikan, 1(1).

Flurentin, E., 2001. Konseling Lintas

Budaya. Malang: FIP UM.

J,P Chaplin. (1989). Kamus Lengkap

Psikologi. Jakatra : Rajawali Pers.

Knowles, Malcom (2012). Informal

Adult Education : Self Directionand Andragogi. (Onkine) Tersedia di http.www.infed.org. diakses 22 Agustus 2017.

Kurniawan, D., Raihan, M., dan

Sukarni, (2009).Menguji Kejujuran di Kantin Kejujuran, Majalah Kuntum.Yogyakarta, April 2009, 8-11.

Latif, I. M. (2016). Aspek-Aspek

Kecerdasan Spiritual Dalam Konsep

Pendidikan Nabi Ibrahim as. Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya, 1(2), 179-202.

Listiyandini, R. A., Nathania, A.,

Syahniar, D., Sonia, L., &

Nadya, R. (2015). Mengukur rasa syukur: Pengembangan model awal skala bersyukur versi Indonesia. Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology, 2(2), 473-496.

Meryanti, T., & Istirahayu, I. (2016).

Identifikasi Kemampuan Pengarahan

Diri (Self Direction) Siswa Kelas X.

JBKI (Jurnal Bimbingan

Konseling Indonesia), 1(2), 38-

Munandir. (2001). Ensiklopedia

Pendidikan. Cetakan I. Malang : UM Press.

Mustari, Mohamad. (2014). Nilai Karakter Refleksi untuk Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Nawawi, Imam. 2016. Pengembangan Pendidikan Antikorupsi Berbasis Kantin Kejujuran Di Sekolah Dasar. Jurnal, 25(1):12.

Nihayah, I., & Rofiq, A. (2018).

Internalisasi Karakter Bersyukur Untuk meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.

Nurdin, F. (2014). Kebenaran

menurut pragmatisme dan tanggapannya terhadap islam. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 13(2), 184-200.

Parhan, M. P. (2019).

“Kontekstualisasi

Materi Dalam

Pembelajaran”. Adi

Widya: Jurnal Pendidikan

Dasar, 3(1), 7-18.

Peterson, C & Seligman, M. E. P.

(2004). Character, Strenght, And Virtues: A Handbook & Classifi Cation. New York: Oxford University press.

Ratnasari, Dewi. 2018. Implementasi Pendidikan Antikorupsi Melalui Kantin Kejujuran di Smp Negeri 1 Galur. Fakultas. Jurnal, hlm 292.

Riwayati H. (2009).

Pengembangan Kantin Kejujuran Dalam Rangka Pendidikan Antikorupsi Di Sekolah Dasar Negeri Bertaraf Internasional (Sdn Bi) Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Malang.

Toni, Buzan. (2003). Kekuatan ESQ :

Langkah Meningkatkan Kecerdasan Emosional Spiritual, Terj. Ana Budi Kuswandi. Indonesia : PT. Pustaka Delapratosa.

Yantiek, E. (2014). Kecerdasan emosi,

kecerdasan spiritual dan perilaku prososial remaja. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 3(01).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia