ANALISIS PARADOKS HILIRISASI NIKEL DAN DEGRADASI LINGKUNGAN DI RAJA AMPAT MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

Dzakiya Fikri, Putri Wahyuni, Rakhshanda Shaina

Abstract


Hilirisasi nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, menimbulkan paradoks antara upaya peningkatan nilai tambah ekonomi dan risiko degradasi ekologis pada kawasan pesisir yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara aktivitas hilirisasi dengan perubahan ekosistem laut melalui pemetaan spasial menggunakan metode Support Vector Machine (SVM) berbasis algoritma Lyzenga. Citra Landsat 8 tahun 2015 dan 2025 diklasifikasikan menjadi empat kelas ekosistem: karang hidup, karang mati, lamun, dan laut dalam. Hasil menunjukkan peningkatan luas karang hidup dari 522,50 ha menjadi 1.178,24 ha serta perluasan lamun dari 10,51 ha menjadi 21,76 ha yang mengindikasikan proses pemulihan alami. Namun, peningkatan karang mati dari 57,57 ha menjadi 97,35 ha menunjukkan tekanan ekologis masih berlangsung akibat sedimentasi dan pengaruh aktivitas pertambangan. Kondisi ini menempatkan ekosistem Pulau Gag pada keadaan kritis antara pemulihan dan degradasi. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi perumusan kebijakan hilirisasi yang lebih berkelanjutan melalui penguatan konservasi, rehabilitasi ekosistem, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) is published by UPI.