Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe The Power Of Two terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis dan Penurunan Kecemasan Matematika Siswa SMP

Rosmanita Rosmanita, Tatang Herman, Jarnawi Afgani Dahlan

Abstract


Abstrak. Salah satu kemampuan matematis yang diharapkan dapat dimiliki dengan baik oleh siswa SMP adalah kemampuan pemahaman matematis. Oleh karena itu, sangat diharapkan siswa SMP dapat memiliki kemampuan pemahaman matematis yang baik, namun tidak begitu pada kenyataannya. Salah satu faktornya adalah kecemasan matematika. Hal inilah yang mendasari pelaksanaan penelitian ini. Oleh karena itu, pembahasan pada penelitian ini terkait dengan peningkatan kemampuan pemahaman matematis dan penurunan kecemasan matematika siswa antara siswa yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe the power of two dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Selain itu, mengingat adanya keterkaitan antara kemampuan pemahaman matematis dan kecemasan matematika siswa, maka dikaji pula hubungan antara kemampuan pemahaman matematis dan kecemasan matematika siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Rokan Hulu Riau. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe the power two terhadap peningkatan kemampuan pemahaman matematis dan penurunan kecemasan matematika siswa SMP. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa pretes, postes, lembar observasi, wawancara dan angket skala kecemasan matematika siswa. Pengolahan data ini menggunakan bantuan SPSS 16 dan Ms. Excel. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe the power of two lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional; (2) Kecemasan matematika siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe the power of two lebih rendah  daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional; (3) Terdapat hubungan negatif antara kemampuan pemahaman matematis dan kecemasan matematika siswa.

 

Abstract. One of mathematical ability which is hoped can be possessed well by Junior High School students is mathematical understanding ability. Therefore, it is hoped that Junior High School students can posses good mathematical understanding ability, but in reality, it is not such a case. One of factor is mathematical anxiety.  This is which underlie the implementation of this study.  Therefore, the discussion in this study related with the enhancement of student’s mathematical understanding ability and student’s mathematical anxiety reduction between students who get cooperative learning, the power of two type and students who get conventional learning. In addition, because there is relatedness between student’s mathematical understanding ability and mathematical anxiety, the relation between student’s mathematical understanding ability and mathematical anxiety is studied also.  Subject in this study are students of class VII from one of Public Junior High School in Rokan Hulu Riau. The aim of this study is to analyze the influence of cooperative learning model, the power two type toward the enhancement of mathematical understanding ability and mathematical anxiety reduction of Junior High School students.The method which is used is quasi experiment with non equivalent control group design.The sampling technique is purposive sampling. Instruments used are pretest, posttest, observation sheet, interview and questionnaire of student’s mathematical anxiety reduction.  Data processing use the aid of SPSS 16 and Ms. Excel. Results of study which are obtained are: (1) The enhancement of mathematical understanding ability of students who get cooperative learning, the power of two type is better than students who get learning conventionally; (2) Mathematical anxiety of students who get cooperative learning, the power of two type is lower than students who get learning conventionally; (3) There is negative relation between student’s mathematical understanding ability and student’s mathematical anxiety.


Keywords


The power of two, pembelajaran kooperatif, pemahaman matematis, kecemasan matematika.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, P. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe The Power of Two untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama. Tesis UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Anita, I. W. (2011). Pengaruh Kecemasan (Mathematics Anxiety) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Koneksi Matematis Siswa SMP. Tesis UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Panduan Pengembangan Silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: CV. Laksana Mandiri.

Benner, J. (2010). Anxiety in The Math Classroom. Bemidji State University. Tesis. Tidak diterbitkan.

Dahlan, J. A. ( 2011). Materi Pokok Analisis Kurikulum Matematika. Jakarta: Universitas Terbuka.

Daneshamooz, S., Alamolhodaei, H., & Darvishian, S. (2012). “Experimental Research about Effect of Mathematics Anxiety, Working Memory Capacity on Students’ Mathematical Performance With Three Different Types of Learning Methods”. ARPN Journal of Science and Technology Vol 2, No.4.

Hellum-Alexander, A. (2010). Effective teaching strategies for Alleviating math Anxiety and Increasing Self-efficacy in Secondary School. A Thesis submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree Master in teaching, The Evegreen State College.

Kosko, K. W., dan Jesse, L. M. W. (2010). “Mathematical Communication and Its Relation to the Frequency of Manipulative Use”. International Electronic Journal of Mathematics Education. 5, (2), 79-90.

Lavasani, M. G. (2011). Mathematic Anchiety, Help seeking Behavior, and Cooperative Learning. [Online]. Tersedia: http://www.world-education-center.org/index.php/ cjes/article/downloadSuppFile/260/162. [4 Desember 2013].

Lestari, A. (2008). Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematis melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Metakognitif. Tesis UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Lie, A. (2007). Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo.

Priatna, N. (2003). Kemampuan Penalaran Induktif dan Deduktif serta Kaitannya dengan Pemahaman Matematik Siswa kelas 3 SLTP Negeri di Kota Bandung. Disertasi UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Sanjaya, W. (2007). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Sumarmo, U. (2003). Pembelajaran Keterampilan Membaca Matematika Pada Siswa Sekolah Menengah. Makalah Nationsl Seminar on Science and Mathematics. FPMIPA-UPI in Cooperation with JICA. Dirjen Dikti Depdiknas.

Sunardja. (2009). Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan penalaran Matematik Siswa Sekolah Menengah Atas melalui Pembelajan dengan Metode Inkuiri. Tesis UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Tim. (2010). Course on Differentiated Instruction/heterogeneous Mathematics Class Instruction for Senior High School and Vocational School Mathematics Teacher. Handout. Seameo regional Centere for Qitep in Mathematics. Tidak diterbitkan.

Vahedi, S., & Farrokhi, F. (2011). “A Confirmatory Factor Analysis of the Structure of Abbreviated Math Anxiety Scale”. Iran Journal Psychiatry. 6, 47-53.

Zakaria, E., & Nordin, N. M. (2007). “The Effects of Mathematics Anxiety on Matriculation Students as Related to Motivation and Achievement”. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education. 4 (1), 27-30.

Zakaria, E. N. M., Ahmad, N. A., & Erlina, A. (2012). “Mathematics Anxiety and Achievenment among Secondari School Students”. American Journal of Applied Sciences. 9 (11), 1828-1832.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 p-ISSN: 2252-7435

Flag CounterCreative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.