PENINGKATAN LITERASI MATEMATIS LEVEL 3 SISWA SMP DENGAN PENDEKATAN METACOGNITIVE GUIDANCE

Era Maryanti

Abstract


Abstrak: Literasi matematis merupakan kemampuan minimal yang seharusnya dimilki oleh siswa. Kemampuan tersebut lebih ditekankan kepada kemampuan siswa untuk dapat menggunakan pengetahuan matematis dalam kehidupan sehari-hari di dunia nyata. Penelitian ini dilakukan untuk melihat peningkatan kemampuan literasi matematis siswa khususnya literasi matematis level 3. Desain penelitian ini adalah nonequivalen control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di kota Lahat yang dipilih secara purposive Instrumen penelitian meliputi tes literasi matematis level 3 dan, bahan ajar, angket skala sikap dan observasi. Observasi pelaksanaan pembelajaran dengan ketentuan-ketentuan pendekatan metacognitive guidance. Observasi pelaksanaan pembelajaran dengan ketentuan-ketentuan pendekatan metacognitive guidance. Berdasarkan hasil analisis uji gain ternormalisasi (N-Gain) didapat peningkatan sebesar literasi matematis level 3 sebesar 0,47 dengan kriteria sedang. Berdasrkan hasil analisis uji beda dua rata-rata nilai N-Gain diperoleh kesimpulan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas konvensional dengan kelas yang mendapatkan pembelajaran metacognitive guidance.

Abstract: Mathematical literacy is a minimum competence that must be mastered by students. This competence is student’s capability for using mathematical knowledge in the real-life tasks. The purpose of the study was to improve mathematical literacy especially mathematical literacy in the level 3. The research used nonequivalent control group design. Sample in this research are students in the eighth grade in one of junior high school in Lahat that be selected by using purposive sampling. Instrument that be used were mathematical literacy level 3, teaching materials, the teaching scale of attitude toward mathematics, and an observation guideline format. The observation of study is based on metacognitive guidance approaches. The result of analysis Normalized Gain (NGain) showed an increasing mathematical literacy avarege 0,47 which falls into the middle criteria. The result of analysis independent of two sample test N-Gain showed different in mathematical literacy between students in convensional and students in metacognitive guidance classes.


Keywords


literasi matematis level 3, metacognitive guidance

Full Text:

PDF

References


Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Panduan Pengembangan Silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: CV. Laksana Mandiri.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). (2011). Laporan Hasil TIMSS 2007. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hayat., Bahrul., Yusuf., dan Suhendra. (2010). Benchmark Internasional Mutu Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Kramarski, B. (2005). What can be Learned from Metacognitive Guidance in Mathematical Online Discussion. [Online]. Tersedia: http://elib.lhu.edu.vn/bitstream/123456789/4860/1/c76.pdf. Diakses pada 10 November 2011.

Meltzer. (2002). The Relationship Between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gains in Physic: a possible “Hidden in Variable” in Diagnostic Pretest Score. Department of Physics and Astronomy, Iowa State University, Ames, Iowa 50011.

OECD. (2010). Draft PISA 2012 Assessment Framework. [Online]. Tersedia: http://www.oecd.org/dataoecd/61/15/46241909.pdf. Diakses pada 6 Oktober 2011.

Kementrian Depdiknas. (2011). Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika SMP Belajar dari PISA dan TIMSS. Yogyakarta: Depdiknas.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

_________. (2012). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



 p-ISSN: 2252-7435

Flag CounterCreative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.