Perspektif islam dalam Penggunaan Zat Volatil di Laboratorium

Muhammad Salman Hadiansyah, Reka Salwa Nabila, Vera Aulia Pratiwi, Yunita Rachmawati, Usup Romli

Abstract


Bahan yang mudah menguap sering digunakan dalam percobaan maupun penelitian dengan memberikan efek samping pada tubuh seperti seseorang yang meminum khamr. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum penggunaan zat volatil dalam pandangan islam serta mengetahui batasan dalam penggunaan zat volatil. Metode yang digunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan menyebarkan angket online kepada mahasiswa dan data diolah dengan teknik frequency serta melakukan wawancara kepada asisten laboratorium dan dosen PAI UPI. Penggunaan zat volatil dalam laboratorium banyak digunakan terutama pada aseton,Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% responden pernah tidak sengaja menghirup zat volatil, hal ini dapat mengakibatkan efek pusing, mengantuk, sesak nafas, dan lain - lain. Zat volatil apabila penggunaannya dapat memabukan dan disengaja maka dapat termasuk kedalam golongan khamr yang diharamkan penggunaannya dalam islam. Namun jika penggunaan zat volatil dalam uji coba diperbolehkan hanya untuk eksplorasi ilmu dengan menjalankan prosedur yang sesuai SOP.


Full Text:

PDF

References


Abdillah, A. D., Susilowati, S., & Anggaraini, D. (2019). Cost Benefit Analysis (CBA) Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Susu Pada Karyawan di PT. Trisula Textile Industries Tbk Cimahi Tahun 2018. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 3(1).

Beckley, J. T., & Woodward, J. J. (2013). Volatile solvents as drugs of abuse: focus on the cortico-mesolimbic circuitry. Neuropsychopharmacology, 38(13), 2555-2567.

Fronius, M., Clauss, W. G., & Althaus, M. (2012). Why do we have to move fluid to be able to breathe?. Frontiers in physiology, 3, 19099.

Jahyadi, A. J. A. (2023). Ngevape: Peralihan, Etika, dan Penolakan Penggunaan Vape di Kalangan Mahasiswa. Emik, 6(1), 91-112.

Mahmud, H. (2020). Hukum Khamr Dalam Perspektif Islam. MADDIKA: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 28-47.

Silalahi, M. (2017). Syzygium polyanthum (Wight) Walp.(Botani, Metabolit Sekunder dan Pemanfaatan). Jurnal Dinamika Pendidikan, 10(1), 187-202.

Suryadi, Y., Priyatno, T. P., Susilowati, D. N., Samudra, I. M., Yudhistira, N., & Purwakusumah, E. D. (2013). Isolasi dan karakterisasi kitinase asal Bacillus cereus 11 UJ. Jurnal Biologi Indonesia, 9(1).

Susilo, A., & Sarkowi, S. (2018). Peran guru sejarah abad 21 dalam menghadapi tantangan arus globalisasi. Historia: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 2(1), 43-50.

Tamrin, A. (2019). Relasi Ilmu, Filsafat Dan Agama Dalam Dimensi Filsafat Ilmu. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 6(1), 71-96.

Xie, L., Kang, H., Xu, Q., Chen, M. J., Liao, Y., Thiyagarajan, M., ... & Nedergaard, M. (2013). Sleep drives metabolite clearance from the adult brain. science, 342(6156), 373-377.




DOI: https://doi.org/10.17509/sosio%20religi.v22i1.68324

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons
Sosio Religi is licensed under Creative Commons Atribution - Non Commercial - Share Alike 4.0 International.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Umum, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154