Penggunaan PHET Virtual Lab dalam Uji Jarak Pola Gelap Terang pada Interferensi

shidiq Andhika, Rena Denya Agustina, Yunissa Cesariyanti, Riki Purnama Putra, Amanda Putri, Muh Diki Setia Dermawan

Abstract


Gelombang cahaya memiliki kurang lebih empat karakteristik salah satunya interferensi cahaya. Interferensi mempunyai sifat konstruktif dan destruktif. Selain itu, interferensi juga berperan sebagai subjek dalam kegiatan laboratorium. Berkembangnya zaman membuat kegiatan laboratorium bisa dilakukan secara daring dengan memanfaatkan virtual-lab. Media laboratorium yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan eksperimen adalah PhET virtual-lab. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah ada pengaruh terhadap jarak antar celah dengan jarak antar pola terap pada layar dalam materi praktikum interferensi. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah deskriptif kualitatif dengan membandingkan hubungan jarak antar celah dengan warna frekuensi maroon terhadap jarak 1200 nm; 1500 nm; 1800 nm. Hubungan antara jarak antar celah dengan jarak antar pola gelap terang yaitu berbanding terbalik. Semakin besar jarak antar celah, maka semakin kecil jarak antar pola gelap terang pada layar dan sebaliknya.  Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan PhET virtual lab sangat efektif untuk menentukan hasil eksperimen pada materi interferensi.


References


Abdjul, T. (2019). … Penerapan Pembelajaran Berbasis Virtual Laboratory Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Gelombang Bunyi Dan Cahaya Di …. SemanTECH (Seminar Nasional Teknologi, Sains Dan …, 2019(November), 382–387. http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/semantech/article/view/506

Anggur, F., Warsito, A., Johannes, A. Z., & Louk, A. C. (2019). Kajian Komputasi Numerik Model Integratif Pada Difraksi Celah Lingkaran Menggunakan Metode Pendekatan Simpson 1/3. Jurnal Fisika : Fisika Sains Dan Aplikasinya, 4(2), 131–141. https://doi.org/10.35508/fisa.v4i2.1830

Budhu, M. (2002). Session. International Conference on Engineering Education, XXI(1), 11–13. https://doi.org/10.1145/374369.374373

Datangeji, R. U., Warsito, A., Sutaji, H. I., & Lapono, L. A. S. (2019). Kajian Distribusi Intensitas Cahaya Pada Fenomena Difraksi Celah Tunggal Dengan Metode Bagi Dua Dan Metode Newton Raphson. Jurnal Fisika : Fisika Sains Dan Aplikasinya, 4(2), 56–69. https://doi.org/10.35508/fisa.v4i2.976

Finkelstein, N., Adams, W., Keller, C., Perkins, K., & Wieman, C. (2006). High-tech tools for teaching physics: The physics education technology project. Physics Education, 2(3), 110–121. http://jolt.merlot.org/vol2no3/finkelstein.htm

Fithriani, S., Halim, A., & Khaldun, I. (2016). PENGGUNAAN MEDIA SIMULASI PhET DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA POKOK BAHASAN KALOR DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 4(2), 45–52.

Guswantoro, T. (2015). Distribusi Intensitas Sinar-sinar Hasil Interferensi Young : Koreksi Lebar Celah Pada Interferensi Young Terhadap Pembentukan Pola Gelap-Terang Pada Layar. Seminar Nasional Fisika 2015 "Peningkatan Kualitas Risert Bidang Fisika Dan Pendidikan Fisika Untuk Memantapkan Strategi Menghadapi MEA 2015, 264–268. http://repository.uki.ac.id/516/1/Prosiding seminar Nasional Fisika 2015 Distribusi Intensitas Sinar-sinar Hasil Interferens.pdf

Moh. Nashir Tsalatsin, M. (2014). PENENTUAN PANJANG GELOMBANG SINAR MENGGUNAKAN INTERFERENSI CELAH GANDA SEDERHANA. Jurnal Fisika, 4(2), 69–73.

Subiyantoro, S., & Ismail. (2017). Dampak Learning Management System ( Lms ) pada Performa Akademik Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Pendidikan & Pembelajaran, 2(4), 307–314. https://ojs.iptpisurakarta.org/index.php/Edudikara/article/download/63/44/




DOI: https://doi.org/10.17509/wapfi.v7i1.42974

Refbacks



WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika)