Meningkatkan Konsepsi Asesmen Guru Fisika SMA melalui Program Penguatan Kompetensi

Winny Liliawati, Ridwan Efendi, unang purwana, muslim muslim

Abstract


Asesmen memiliki tiga fungsi yaitu assessment of learning, assessment for learning, assessment of learning. Ketiga fungsi asesmen tersebut memiliki proporsi yang seimbang. Namun implementasi asesmen dalam pembelajaran selama ini didominasi oleh assessment of learning. Ketidakseimbangan ini menghambat peserta didik untuk membangun pengetahuannya. Oleh karena itu perlu melakukan penguatan kompetensi kepada guru untuk mengubah konsepsi asesmen dalam mengimplementasikan ketiga peran asesmen. Penelitian menggunakan metode ekspermen. Partisipan yang mengikuti kegiatan berjumlah 50 guru Fisika SMA yang tersebar di seluruh Indonesia (11 Laki-laki dan 39 Wanita) dengan lama mengajar 1-28 tahun. Penelitian diawali dengan tes awal dan setelah kegiatan selesai diberikan tes akhir. Soal berjumlah 15 soal dengan bentuk pilihan ganda. Program penguatan kompetensi asesmen berupa ekspositori, diskusi dan tanya jawab. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatn dengan kategori sedang (ngain=0.43). Dapat disimpulkan bahwa program penguatan kompetensi asesmen dapat meningkatkan konsepsi guru terhadap asesmen.


References


Balakrishnan, S. (2021). The adult learner in higher education: A critical review of theories and applications. Research Anthology on Adult Education and the Development of Lifelong Learners, 34-47.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approach. Sage publications.

Gardner, J. (Ed.). (2012). Assessment and learning. Sage.

Griffin, P., Care, E., & McGaw, B. (2012). The changing role of education and schools. In Assessment and teaching of 21st-century skills (pp. 1-15). Springer, Dordrecht.

Harlen, W. (2007). Assessment of learning. Sage.

Houde, J. (2006). Andragogy and Motivation: An Examination of the Principles of Andragogy through Two Motivation Theories. North Carolina State University

Irons, A., & Elkington, S. (2021). Enhancing learning through formative assessment and feedback. Routledge.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. (2017). Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

Li, H., Xiong, Y., Hunter, C. V., Guo, X., & Tywoniw, R. (2020). Does peer assessment promote student learning? A meta-analysis. Assessment & Evaluation in Higher Education, 45(2), 193-211.

McGrath, V. (2009). Reviewing the Evidence on How Adult Students Learn: An Examination of Knowles' Model of Andragogy. Adult Learner: The Irish Journal of Adult and Community Education, 99, 110.

Meier, D. (2020). Emerging adulthood and its effect on adult education. Australian Journal of Adult Learning, 60(2), 213-224.

Popham, W. J. (2009). Instruction that measures up: Successful teaching in the age of accountability. ASCD.

Pusat Asesmen dan Pembelajaran. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Jakarta: Balitbang Kemdikbudristek

Pusat Penilaian Pendidikan. (2019). Model Penilaian Formatif pada Pembelajaran Abad ke-21 untuk Sekolah Dasar Jakarta: Balitbang Kemdikbud

Schuwirth, L. W., & Van der Vleuten, C. P. (2011). Programmatic assessment: from assessment of learning to assessment for learning. Medical teacher, 33(6), 478-485.

Scott, I. M. (2020). Beyond ‘driving’: The relationship between assessment, performance and learning. Medical education, 54(1), 54-59.




DOI: https://doi.org/10.17509/wapfi.v7i1.43993

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika)