DESAKRALISASI RONDANG BINTANG PADA MASYARAKAT SIMALUNGUN
Abstract
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Cahnman, W. J. (1964). Sociology and history: Theory and research (A. Boskoff, Ed.). The Free Press Glencoe.
Cohen, E. (1988). Authenticity and commoditization in tourism. Annals of Tourism Research, 15, 371–386.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE.
Debby, Y., Hartiana, T. I. P., & Krisdinanto, N. (2020). Desakralisasi film horor Indonesia dalam kajian reception analysis. ProTVF: Jurnal Kajian Televisi dan Film, 4(1), 1–19.
Hutabarat, S., Ripai, M., Napitupulu, P. V. A., Harahap, S., Amelia, R., Arif, S., & Siallagan, L. (2024). Strategi pelestarian budaya Simalungun melalui pesta Rondang Bintang. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidisciplinary, 2(2), Desember 2024.
Lubis, R. F., & Saleh, I. (2024). Desakralisasi ritual tolak bala dalam perspektif fenomenologis: Tradisi masyarakat Desa Pardamean Baru Mandailing Natal. Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam, 33(1), 187–221.
Lestari, M. N. D. (2020). Pelestarian dan komersialisasi Pura Tirta Empul, Desa Manukaya, Kabupaten Gianyar: Kajian komunikasi massa. Maha Widya Duta: Jurnal Penerangan Agama, Pariwisata Budaya, dan Ilmu Komunikasi, 3(1), 88–94.
Pramestisari, N. A. S., Kebayatini, N. L. N., & Putra, K. A. D. (2023). Komodifikasi nilai kesakralan (transformasi fungsi ruang dalam perspektif heterotopia di Pura Dalem Ped). Jurnal Politik dan Pemerintahan, 3(1).
Purba, S. D., & Aryandari, C. (2023). Rondang Bintang: Pengelolaan pesta 'rakyat' vs pemerintah Kabupaten Simalungun (Tesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta). Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Putri, A. S., & Hartono, R. (2020). Transformasi festival tradisional menjadi event pariwisata: Studi kasus festival kesenian di Jawa Tengah. Jurnal Antropologi Indonesia, 38(1), 55–70
Rahman, K., & Heniwaty, Y. (2021). Eksistensi Tortor Ija Juma Tidahan dalam masyarakat Simalungun di Kabupaten Simalungun. Jurnal Seni Tari, 10(1), 95–103.
Riani, N. K. (2021). Pariwisata adalah pisau bermata 2. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(5), 1469–1474.
Sari, N. M., & Putra, I. G. (2021). Peran seniman dalam pelestarian budaya tradisional di era modernisasi. Jurnal Ilmiah Seni dan Budaya, 9(1), 45–56.
Silalahi, D. F., Aprilia, M., Annisa, N., Siregar, S. S., Sigalingging, W., & Lubis, F. (2025). Strategi pelestarian budaya adat Simalungun: Tor-Tor, tarian Huda-Huda, dan Dihar yang hilang dari pesta Rondang Bintang di era modern. JCRD: Journal of Citizen Research and Development, 2(1), Mei 2025.
Sitti Rahmah, Yusnizar, & Raden. (2024). The resilience of Tortor Sirittak Hotang Simalungun through the development of dance learning media. Mudra Jurnal Seni Budaya, 39(1), 118–125.
Windutama, W., Sunarta, I. N., & Wijaya, N. M. S. (2020). Komodifikasi dalam pengembangan tradisi Okokan sebagai atraksi wisata di Desa Kediri, Tabanan. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 6(2), 452–469.
Wulandari, A. M. D. S., Putra, G. P. M., Maharani, N. L. G. P., Yuliani, N. P., Herawati, N. M. L., & Astawan, I. G. (2021). Desacralization and commercialization of Kediri village Okokan tradition to support the tourism industry in Bali. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), 3(8), 3377–3390.
Wulandari, D., & Prasetyo, B. (2022). Dinamika komersialisasi dalam festival budaya tradisional di Indonesia. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 10(2), 120–134.
Wulandari, R., Upadani, I. G. A. W., & Alfarisi, S. (2020). Okokan tradition: Understanding noble value in the frame of symbolic interactionalism. International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events, 4(1), 74–85.
DOI: https://doi.org/10.17509/swara.v5i2.87448
Refbacks
- There are currently no refbacks.
1.png)
1.png)
