Wayang Art as a Media for Islamic Education for Early Children in the Midst of Globalization
Abstract
The implementation of wayang is rarely preserved due to the impact of globalization and the rise of foreign culture that replaces local traditions. As an urgency to preserve cultural values and implement Islamic education for early childhood, this research aims to determine whether cultural preservation in implementing Islamic religious education can be achieved through the learning medium of Wayang. The method used in this research is a literature review, collecting information related to the topic. This data collection uses the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) method. The data collection stage involved analyzing journal articles and summarizing the research objectives. The results show that using shadow puppet learning media effectively introduces Islamic education to young children. Shadow puppet media can instill morals and serve as role models for students, helping shape their character. Using wayang as a teaching tool can foster interest, engagement, enthusiasm, and learning motivation.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdillah, H. (2022). Nilai pendidikan Islam dalam kesenian wayang. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 411–432.
Adlia, B., Fauziah, D. N., dan Syafrida, R. (2021). Meningkatkan kemampuan menyimak anak usia 5-6 tahun melalui media sandiwara wayang di PAUD Kober Nurul Baeti. Jurnal PeTeKa, 4(3). https://doi.org/10.31604/ptk.v4i3.455-462
Amini, A., Pamungkas, J., dan Arum, A. (2023). Pemanfaatan wayang punokawan dalam menstimulasi multiple intelegences anak usia dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 796–816. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.2773
Andini, Ichsan, Y., Triyana, F., dan Fitri, K. (2021). Nilai-nilai pendidikan islam dalam kesenian wayang. Jurnal Pusaka, 10(1), 1–12. https://doi.org/10.35897/ps.v10i1.539
Anggoro, B. (2018). Wayang dan seni pertunjukan: Kajian sejarah perkembangan seni wayang di tanah Jawa sebagai seni pertunjukan dan dakwah. JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 2(2), 122. https://doi.org/10.30829/j.v2i2.1679
Aslan, dan Suhari. (2018). Pembelajaran sejarah kebudayaan islam. Razka Pustaka.
Azizah, A. N. ilmi, Apriliana, A. R., Rosyida, A., Rahmat, B., Aziz, F. A., Rivai, F. K., Azzahro, F., Zahra, F. A., Azzahra, L. A., Fajar, M., Ardiana, M., Kamila, M. T., Rosidah, M., Putri, N. M., Salsabila, S. S., dan Purnama, Y. N. (2023). Ilmu pendidikan islam menuntun arah pendidikan islam Indonesia. Tahta Media Group.
Bahri, H., dan Fitriani, F. (2019). Edutaiment dalam perkembangan nilai-nilai moral dan agama anak. At-Ta’lim : Media Informasi Pendidikan Islam, 18(1), 179. https://doi.org/10.29300/attalim.v18i1.1951
Farkhatun, U. (2020). Penggunaan media wayang untuk mengenalkan keteladan wali sanga dalam pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti. Educreative Jurnal Pendidikan Kreaktivitas Anak, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.37530/edu.v5i1.69
Hajiriah, T. L. (2025). Analisis evaluasi miskonsepsi dan pemahaman konseptual dalam pembelajaran IPA: Tinjauan sistematis. Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains Dan Terapan, 5(2), 162–182. https://doi.org/10.36312/panthera.v5i2.395
Herliandry, L. D., Nurhasanah, N., Suban, M. E., dan Kuswanto, H. (2020). Pembelajaran pada masa pandemi covid-19. JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(1), 65–70. https://doi.org/10.21009/jtp.v22i1.15286
Ismiyanti, L., Sampoerna, S., dan Utomo, A. W. (2023). Pergeseran minat masyarakat pada pementasan wayang kulit dalam tradisi merti desa di Desa Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. JISOS: Jurnal Imu Sosial, 2(5), 1723–1732.
Majid, A., dan Andayani, D. (2017). Pendidikan karakter perspektif islam. Remaja Rosda Karya.
Nugraini, T., dan Pamungkas, J. (2023). Eksistensi lembaga taman kanak-kanak dalam mempertahankan nilai budaya di tengah globalisasi. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 1087–1104. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.4105
Sa’idah, N., Farida, Y. E., dan Widagdo, J. (2020). Pemanfaatan limbah kayu melalui puzzle wayang sebagai media pengenalan budaya untuk anak usia dini. E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 11(1), 66. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v11i1.3081
Shanie, A., dan Fadhilah, C. N. (2021). Meningkatkan kemampuan bicara anak usia dini melalui pembelajaran menggunakan media wayang modern karakter animasi lucu. Journal of Early Childhood and Character Education, 1(1), 01–18. https://doi.org/10.21580/joecce.v1i1.6616
Sumawinata, S., Suryana, T., dan Subakti, G. E. (2022). Wayang as a media for spreading Islam in the archipelago. El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization, 3(2), 96–111. https://doi.org/10.24042/jhcc.v3i2.8927
Suwarno, S. (2020). Studi agama islam melalui pendekatan interdisipliner. Dar El-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora, 7(2), 140–154. https://doi.org/10.52166/dar
Warsini, W. (2022). Peran wali songo (Sunan Bonang) dengan media da’wah dalam sejarah penyebaran islam di Tuban Jawa Timur. ASANKA: Journal of Social Science and Education, 3(1), 23–45. https://doi.org/10.21154/asanka.v3i1.3832
Yunus, R. (2016). Transformasi nilai-nilai budaya lokal sebagai upaya pembangunan karakter bangsa. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1). https://doi.org/10.17509/jpp.v13i1.3508
DOI: https://doi.org/10.17509/crecs.v3i1.93424
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Farel Azzahra, Hisny Fajrussalam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Publisher: Universitas Pendidikan Indonesia
