PERBEDAAN MORDAN TAWAS, KAPUR SIRIH DAN TUNJUNG TERHADAP HASIL ECOPRINT DAUN KIARA PAYUNG (Filicium decipiens) PADA BAHAN SATIN ARMANI DENGAN PENGGUNAAN BLANKET MANGGROVE (Rhizophora)

Ulfa laila, Adriani Adriani, Sri Zulfia Novrita, Samuel Martin Pradana

Abstract


Ecoprinting is a method that utilizes natural materialssuch as leaves, flowers, roots, and barkto imprint patterns onto textiles. This technique generally harnesses the natural pigments found in these materials, resulting in unique, eco-friendly motifs. Indonesia's rich biodiversity offers significant potential for the development of natural dyes; the Kiara Payung leaf (Filicium decipiens) was selected for this study due to its flavonoid and tannin contentwhich can yield natural colors and its leaf shape, which is capable of producing unique and attractive ecoprint patterns. This study aimed to describe the variations in ecoprint results obtained using Kiara Payung leaves a material not commonly used as a natural dye on Armani satin fabric. The ecoprinting process employed the "iron blanket" technique and utilized three types of mordants: alum, slaked lime, and ferrous sulfate tunjung. This experimental study involved 18 panelists, and the data were analyzed using the Friedman K-related Samples test in SPSS. The results indicate that the use of different mordants yields distinct color characteristics and varying levels of pattern definition.

Ecoprint merupakan metode yang memanfaatkan bahan alami seperti daun, bunga, akar serta kulit kayu untuk mencetak pola pada bahan tekstil. Pada umumnya teknik ini memanfaatkan pigmen alami yang terkandung dalam bahan-bahan tersebut sehingga menghasilkan motif yang unik serta ramah lingkungan. Tingginya keanekaragaman hayati Indonesia memiliki potensi dan peluang besar pada pengembangan pewarna alami, daun kiara payung merupakan bahan alami yang dipilih karena memiliki kandungan flavonoid dan tanin yang berpotensi menghasilkan warna alami serta memiliki bentuk daun yang mampu menghasilkan motif ecoprint yang unik dan menarik. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan hasil ecoprint daun kiara payung (Filicium decipiens) yang belum umum dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami pada bahan satin Armani. Ecoprint dilakukan dengan teknik iron blanket dan menfaatkan 3 jenis mordan yaitu tawas, kapur sirih, dan tanjung. Penelitian eksperimen ini melibatkan 18 panelis, dengan data dianalisis dengan uji friedman k-related sampel pada SPSS. Hasil menunjukan bahwa penggunaan setiap mordan akan menghasilkan karakteristik warna dan ketajaman motif yang berbeda.


Keywords


Ecoprint; Blanket Mangrove

Full Text:

PDF

References


Adriani, A., & Atmajayanti, C. (2023). Pengaruh Mordan Tunjung Dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Ecoprint Daun Iler (Coleus Scutellarioides Linn. Benth). Gorga : Jurnal Seni Rupa, 12(1), 230–236. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.44599

Arfahdini, B., & Adriani, A. (2025). Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung, Dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Ecoprint Daun Semangka (Citrullus Lanatus) Pada Kain American Drill Dengan Teknik Hammering. Edutech: Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(1), 360–372. https://doi.org/10.17509/e.v24i1.80272

Adisurya, S. I., Ariani, A., Wilastrima, A., Riyanti, M. T., & Damayanti, R. A. (2023). Penerapan Ecoprint Dengan Metode Pounding Pada Produk Bernilai Jual Bagi Remaja Karang Taruna. AKSARA: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 9(2), 1057-1066

Aswati Mindaryani, dkk. (2020). Pemanfaatan tanin mangrove sebagai pewarna alami tekstil. Jurnal Teknologi Lingkungan, 21(1), 30–38.

Ahmad, R. S., & Camelia, I. A. (2024). Penerapan Ecoprint Eceng Gondok dengan Teknik Iron Blanket oleh kelompok PKK Kebraon. Jurnal Seni Rupa, 12(2), 61-73

Arlianti, L. (2020). Metode Biodegredasi Untuk Berbagai Limbah Pewarna Sintetis Golongan Azo. Jurnal Pendidikan dan Aplikasi Industri (UNISTEK), 7(2), 71-75

Deveoglu, O., & Karadag, R. (2019). A Review On the Flanoids – A Dye Source. International Journal Of Advances In Engeneering and Pure Sciences, 31(3), 188-200.

Moleong, (2018:280-281), L. J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Setiawan, A. (2022). Keanekaragaman Hayati Indonesia: Masalah dan Upaya Konservasinya. Indonesian Journal of Conservation, 11(1), 13–21. https://doi.org/10.15294/ijc.v11i1.34532

Wildani W, Karo RM br, Tanjung WF, Abdiansyah A. Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksan Ekstrak Metanol Daun Kerai Payung (Filicium decipiens) terhadap Staphylococcus epidermidis. Pharm J Islam Pharm. 2022;6(1):01.




DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i2.102773

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 EDUTECH

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Copyright © 2018 Edutech