LATIHAN DASAR MEDIA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DIGITAL SKILLS SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR YOGYAKARTA
Abstract
This study examines the Basic Media Training (LDM) initiative undertaken by the Public Media Division (DMP) of the Al-Munawwir Islamic Boarding School (Kompleks Q, Krapyak, Yogyakarta) to enhance the digital skills of its students (*santri*). Employing a qualitative case study approach, data were gathered through interviews with nine informants, observation, and documentation, and subsequently analyzed using Kotter’s change theory. The results indicate that the 2024 LDM was more effective than the previous year's weekly training sessions, evidenced by tangible improvements in five areas: (1) graphic design—mastery of visual composition, typography, and color psychology through CorelDRAW practice; (2) photography—understanding the exposure triangle and framing techniques, applied directly to documenting boarding school activities; (3) videography—mastery of filming techniques, lighting, and storytelling using Adobe Premiere; (4) streaming—understanding the live broadcast workflow (input–process–output) via OBS Studio; and (5) journalism/writing—proficiency in writing news and feature stories in accordance with journalistic ethics. These improvements were reinforced by periodic evaluations and follow-up assignments—such as articles and event coverage published on the Kompleks Q website and Instagram—ensuring that the skills acquired were not limited to the training phase but were integrated into the boarding school's routine activities. This research contributes a model for applying Kotter’s change theory to the management of Islamic boarding school media organizations, as well as practical strategies for developing digital skills-based education that strengthens the effectiveness of media publications as tools for *dakwah* (religious outreach), education, and institutional image-building.
Penelitian ini bertujuan mengkaji Latihan Dasar Media (LDM) sebagai upaya Divisi Media Publikasi (DMP) Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q Krapyak Yogyakarta, dalam meningkatkan keterampilan digital santri. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara terhadap sembilan informan, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan teori perubahan Kotter. Hasil penelitian menunjukkan LDM 2024 lebih efektif dibanding pelatihan mingguan tahun sebelumnya, ditandai peningkatan konkret pada lima bidang: (1) desain grafis pada penguasaan komposisi visual, tipografi, dan psikologi warna melalui praktik CorelDRAW; (2) fotografi pada pemahaman segitiga eksposur dan teknik framing yang langsung diterapkan pada dokumentasi kegiatan pesantren; (3) videografi pada teknik pengambilan gambar, tata cahaya, dan storytelling menggunakan Adobe Premiere; (4) streaming pada pemahaman alur siaran langsung (input–proses–output) melalui OBS Studio; dan (5) jurnalistik/kepenulisan pada kemampuan menulis berita dan feature sesuai kaidah etika jurnalistik. Peningkatan ini diperkuat oleh evaluasi berkala dan penugasan lanjutan berupa artikel dan liputan kegiatan yang dipublikasikan melalui website dan Instagram Kompleks Q, sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada tahap pelatihan tetapi terintegrasi ke aktivitas rutin pesantren. Penelitian ini berkontribusi menawarkan model penerapan teori perubahan Kotter dalam pengelolaan organisasi media pesantren, sekaligus strategi praktis pengembangan pendidikan berbasis keterampilan digital yang memperkuat efektivitas media publikasi sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pembentukan citra kelembagaan pesantren.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, M., Mansur, M. Y., Idrus, L., Agama, I., & Negeri, I. (2026). Peran Pesantren dalam Mengembangkan Digital Santri Sebagai Upaya Transformasi Pendidikan Islam Di Indonesia. Journal of Golden Generation Education, 2(2), 223–234.
Darajat, D. M., Rosyidin, I., & Fahrudin, D. (2022). Pesantren and madrasa-based digital literacy practices: The case of the Darunnajah Islamic Boarding School, Jakarta. Islamic Communication Journal, 7(2), 257–272. https://doi.org/10.21580/icj.2022.7.2.13619
Dovi, F., Haludin, G., Putri, D. M., Laudza, U. T., & Oktaviani, D. (2026). Penerapan Kotter ’ s 8 Step Chance Model Untuk Meningkatkan Efektivitas Dan Kinerja Organisasi Kemahasiswaan Di Universitas Pembangunan Jaya Pada Era Transformasi Digital. Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 5(3), 6530–6540.
Kholifah, A. (2022). Strategi Pendidikan Pesantren Menjawab Tantangan Sosial di Era Digital. Jurnal Basicedu, 6(3), 4967–4978. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2811
Pollack, J., & Pollack, R. (2015). Using Kotter’s Eight Stage Process to Manage an Organisational Change Program: Presentation and Practice. Systemic Practice and Action Research, 28(1), 51–66. https://doi.org/10.1007/s11213-014-9317-0
Rafi, I. (2025). Proses Pengembangan Organisasi di SDN 04 2x11 Kayutanam. Journal Educational Research and Development, 2(2), 670–675.
DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i2.103413
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 EDUTECH

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.


















