MODUL PRAKTIKUM TERINTEGRASI QR CODE: INOVASI DIGITAL UNTUK PEMBELAJARAN VOKASI TEKNIK KIMIA INDUSTRI DI SMK
Abstract
The limited availability of practicum teaching materials integrated with digital technology remains a major obstacle in Basic Industrial Chemical Engineering learning at vocational high schools, often leaving students struggling to understand work procedures independently. This study aims to develop a QR Code-based practicum module and to measure its validity, practicality, and effectiveness in improving learning outcomes. The study applied a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The product was validated by three expert validators (media, instructional design, and content), trialed on a limited scale with 2 teachers and 10 students to assess practicality, and tested for effectiveness through a one-group pretest-posttest design involving 15 tenth-grade students using a Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based instrument. Results indicate the module was valid, with an average score of 79.11% (Feasible category); highly practical, with a score of 87.81%; and effective in improving learning outcomes, with scores rising from 51.00 to 89.00 (N-Gain 0.78, High category; paired t-test t = 18.46; df = 14; p < 0.001). These findings confirm that integrating QR Code into printed modules offers a viable teaching-material solution for vocational chemical engineering education.
Keterbatasan bahan ajar praktikum yang terintegrasi dengan teknologi digital menjadi salah satu kendala utama dalam pembelajaran Dasar-Dasar Teknik Kimia Industri di SMK, sehingga peserta didik cenderung kesulitan memahami prosedur kerja secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul praktikum berbasis QR Code serta mengukur tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Produk divalidasi oleh tiga validator ahli (media, desain pembelajaran, dan materi), diujicobakan secara terbatas kepada 2 guru dan 10 murid untuk mengukur kepraktisan, serta diuji efektivitasnya melalui desain one-group pretest-posttest terhadap 15 murid Kelas X Teknik Kimia Industri menggunakan instrumen tes berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Hasil penelitian menunjukkan modul dinyatakan valid dengan rata-rata skor 79,11% (kategori Layak), sangat praktis dengan skor 87,81%, dan efektif meningkatkan hasil belajar dari rata-rata 51,00 menjadi 89,00 (N-Gain 0,78, kategori Tinggi; uji-t berpasangan t = 18,46; df = 14; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi QR Code pada modul cetak dapat menjadi solusi bahan ajar praktikum yang layak diterapkan pada pendidikan vokasi bidang kimia industri.
Keywords
References
Ahmad, S. (2021). Pengembangan modul praktikum kimia dasar berbasis smart book dengan pemanfaatan QR Code pada Android.
Askar, Auliah, A., & Hardin. (2024). Pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi Quick Response (QR) Code pada materi pokok senyawa hidrokarbon. CHEMEDU, 5(April), 28–45.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.
Deamita, C. E., Fitriyati, U., & Susilo, H. (2023). Development of ecosystem e-module based on socio-scientific problems assisted by Quick Response Code (QR Code) to enhance scientific literacy of class X students in SMAN 1 Kepanjen. Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-275-0
Diana, Z., Kumala, S. F., & Sutiah, S. (2025). R&D based Islamic religious education learning strategy: Types of models and their role. Jurnal Wahana Pendidikan, 12(1), 93. https://doi.org/10.25157/jwp.v12i1.16906
Eralita, N. (2023). Analisis keterampilan proses sains dalam praktikum kimia fisika. Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia, 7(2).
Fitriyenni, et al. (2023). Pengembangan modul kimia berbantuan QR Code pada materi struktur atom.
Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. Unpublished manuscript, Indiana University.
Handayani, F. A., & Haryati, T. (2024). Pemanfaatan media pembelajaran QR-Code sebagai upaya implementasi pendidikan sesuai kodrat zaman KHD di SMP Negeri 6 Semarang. Jurnal Pendidikan, 9(2), 809–815.
Kemendikbudristek. (2022). Pembelajaran dan asesmen. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Nafillah, K. (2024). Development of a guided inquiry-scientific laboratory (GISL) based health chemistry practicum module. International Journal of Chemistry Education Research, 8. https://doi.org/10.20885/ijcer.vol8.iss2.art8
Riduwan, & Akdon. (2015). Rumus dan data dalam analisis statistika. Alfabeta.
Robertson, K., & Kobylianskii, A. (2020). QR codes for on-demand student training in teaching laboratories.
Spatioti, A. G., & Kazanidis, I. (2022). A comparative study of the ADDIE instructional design model in distance education. 1–20.
Suyitno, Jatmoko, D., Primartadi, A., & Ab-Latif, Z. (2023). Industry practice platform based on work-based learning: Solutions to improve student competence. 13(1), 98–106.
Szabo, D. A. N. A. (2022). Adapting the ADDIE instructional design model in online education. 140, 125–140. https://doi.org/10.24193/subbpsyped.2022.1.08
Uzani, H. D., Idrus, S. W. Al, & Anwar, Y. A. S. (2023). Pengembangan modul praktikum virtual berbasis keterampilan berpikir kritis pada materi asam basa. Chemistry Education Practice. https://doi.org/10.29303/cep.v6i1.4262
Wijayanto, H. L. (2023). Pengembangan bahan ajar praktikum berbasis teaching factory di Politeknik Industri Logam. 7(3).
Yuliastrin, Vebrianto, R., Arrumi, Susilawati, & Berlian. (2024). Pengembangan modul berbasis Quick Response Code pada materi keanekaragaman hayati.
Zamsiswaya, Syawaluddin, & Syahrizul. (2024). Pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). 8.
DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i3.105031
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 EDUTECH

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.















