MAKNA FILOSOFI DAN SIMBOLIS MOTIF BATIK MALIN KUNDANG DI KOTA PADANG STUDI KASUS DI RUMAH BATIK TANAH LIEK CV AYESHA COLLECTION

Yolanda Oktori Efitri Uswatul H, Sri Zulfia Novrita, Adriani Adriani, Ilham Zamil

Abstract


Rumah Batik Tanah Liek CV Ayesha Collection, located on Jalan Andam Dewi, East Padang, Padang City, produces batik with various motifs, philosophical meanings, and symbolic values that remain largely unrecognized by the public due to a lack of accessible information. One such motif is Malin Kundang, based on the famous folklore of a rebellious son cursed into stone. This study aims to describe the variety of motifs, philosophical meanings, and symbolic values of the batik produced by Rumah Batik Tanah Liek CV Ayesha Collection in Padang, West Sumatra.This study employed a qualitative descriptive method using both primary and secondary data sources. The research informants consisted of one owner and two batik artisans. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis involved data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was tested through triangulation techniques.The results indicate that there are seven distinctive motifs of CV Ayesha Collection: Malin Kundang, Batagak Penghulu, Alam Bacarito Darek, Alam Bacarito Padang, Rumah Gadang, Bengkuang, and the Great Mosque of West Sumatra. The philosophical meanings of these motifs encompass three main pillars: traditional leadership values, harmony between humans, nature, and religion, and moral messages regarding filial piety. Specifically, the Malin Kundang motif serves as a symbolic reminder of the consequences of disobedience and the importance of maintaining noble family values. The study concludes that Batik Tanah Liek CV Ayesha Collection is not merely a handicraft product but an effective medium of visual communication in preserving Minangkabau local wisdom.

 

Rumah Batik Tanah Liek CV Ayesha Collection usaha batik yang berlokasi di jalan andam dewi, padang timur, kota padang dari segi motif, makna filosofi, makna simbolis pada rumah batik ini masih banyak yang belum di ketahui masyarakat karena kurangnya informasi terkait aspek tersebut salah satunya motif malin kundang cerita rakyat terkenal tentang anak durhaka yang dikutuk menjadi batu Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam motif, makna filosofis, serta nilai simbolis batik pada Rumah Batik Tanah Liek CV Ayasha Collection di Kota Padang, Sumatera Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder Informan penelitian terdiri atas satu orang pemilik dan dua orang pengrajin batik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh motif yang menjadi ciri khas CV Ayasha Collection, yaitu Malin Kundang, Batagak Penghulu, Alam Bacarito Darek, Alam Bacarito Padang, Rumah Gadang, Bengkuang, dan Masjid Raya Sumatera Barat. Makna filosofis dari motif-motif tersebut mencakup tiga pilar utama nilai kepemimpinan adat, harmoni antara manusia dengan alam dan agama, serta pesan moral mengenai bakti kepada orang tua. Secara khusus, motif Malin Kundang berfungsi sebagai simbol pengingat akan konsekuensi durhaka dan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur dalam keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Batik Tanah Liek CV Ayasha Collection bukan sekadar produk kerajinan, melainkan media komunikasi visual yang efektif dalam melestarikan kearifan lokal Minangkabau.


Keywords


Philosophical Meaning; Symbolic Meaning; Batik Motifs; Malin Kundang

Full Text:

PDF

References


driani, A dan Nova Fitria (2022) Studi Tentang Tenun Ulos Batak Angkola Di Kabupaten Tapanuli Selatan

Adriani, A dan Nana Oktora (2019) studi batik tanah liek kota padang Studi Kasus di Usaha Citra Monalisa”

Ahmadi, R. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Anugrah, H., & Zulfia Novrita, S. (2023). Penerapan eco print daun jati (Tectona grandis) pada bahan katun menggunakan mordan tawas. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 18364-18371.

Ari, W. (2011). Batik Nusantara Makna Filosofis. Cara Pembuatan dan Industri. Bandung: Gramedia.

BA Zedy, A Efi (2023). Studi Tentang Pakaian Kebesaran Penghulu Andiko di Nagari Andaleh Kabupaten Lima Puluh Kota: Bentuk, Simbol dan Makna Filosofi

Bogdan dan Taylor. (1975). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remadja Karya

Darmojo. (2005). Pendidikan Keaksaraan, Filosofi, Strategi, Implementasi. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat

Depdikbud, (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Djajasudarma, T. Fatimah. (1999). Semantik 2, Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: PT. Refika Aditama

Hayati, A., & Nelmira, W. (2022). Studi Tentang Sulaman Benang Emas Memakai Kaca Dan Cermin Pada Pelaminan Di Desa Naras I Kota Pariaman. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 338-346.

Karmila, Mila. (2010). Ragam Kain Tradisional Nusantara: Makna, Simbol, dan Fungsi. Jakarta: Bee Media Indonesia.

Koentjaraningrat. (2000). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kuwala, R. N., & Novrita, Z. (2022). Ragam Hias Motif Batik Tanah Liek Dharmasraya (Studi Kasus di Kerajinan Batik Tanah Liek Citra). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 08.

Moleong, Lexy J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung, PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy J. (2015). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung, PT Remaja Rosdakarya.

Musman, A., & Arini, A. B. (2011). Batik: Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta: G-Media / Andi Offset

Novrita, S. Z., & Pratiwi, M. (2022). Makna Motif Batik Di Kabupaten Solok Selatan Studi Kasus Pada Sanggar Azyanu Batik 1000 Rumah Gadang. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 628-635.

Silaen, F., Sianturi, C., & Lubis, F. (2024). Analisis Batik Rumah Komar Bandung Pada Kegiatan Modul Nusantara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Batch 4. Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 3(3), 14-19.

Sri Zulfia Novrita, Adriani, A Dan Dike, D. N (2022) Motif Batik Di Kenagarian Kumanis Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung

Sugiyono (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung :AlfaBeta

Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.

Susanto, S. (1980). Seni Kerajinan Batik Indonesia. Jakarta: Balai Penelitian Batik dan Kerajinan, Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri, Departemen Perindustrian RI.

Susanto, S.K Sewan. (1980). Seni Kerajinan Batik Indonesia. Yogyakarta: Balai.

Valenta, N. S., & Adriani, A. (2022). Studi Tentang Batik Batam (Studi Kasus di Indra Batik Batam di Kota Batam). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 89.

Widadi, Z. (2019). Pemaknaan Batik Sebagai Warisan Budaya Takbenda. Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 33(2), 17-27.

Wulandari, A. (2011). Batik Nusantara Makna Filosofis, Cara Pembuatan dan Industri Batik. Yogyakarta: Andi Offset

Yasyin, Sulchan. (1997). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Amanah.

Yulia, N., & Nelmira, W. (2019). Desain Motif Batik Tebo Di Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 92-98.




DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i1.93789

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 EDUTECH

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Copyright © 2018 Edutech