ANALISIS POLA ASUH STIMULASI PSIKOSOSIAL ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURANJI KOTA PADANG
Abstract
Toddlerhood represents a critical "golden age" for brain growth, where psychosocial stimulation from the caregiving environment fundamentally shapes child development quality. This study aims to analyze psychosocial stimulation parenting patterns among toddlers in the Kuranji Public Health Center area, Padang City. This research employed a quantitative descriptive design with a survey approach. The sample of this study comprised 60 respondents selected through purposive sampling with inclusion criteria of biological mothers acting as daily primary caregivers who consented to home visits, divided into age groups of 12–36 months (n=35) and 37–59 months (n=25). Data were collected using the internationally standardized HOME Inventory and analyzed using descriptive percentage statistics. The results showed that in the 12–36month age group, parental responsiveness was predominantly in the high category (62.9%) and varied stimulation in the very high category (54.3%). Meanwhile, in the 37–59month group, acceptance of child behavior was high (52%), but the provision of play materials was categorized as low (28%). It is concluded that while maternal emotional interaction and affection are optimal, support for physical facilities and educational play materials remains limited due to socio-economic constraints.
Masa balita merupakan periode emas (golden age) yang krusial bagi pertumbuhan otak, di mana stimulasi psikososial dari lingkungan pengasuhan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh stimulasi psikososial anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kuranji, Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian ini terdiri dari 60 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu kandung sebagai pengasuh harian utama yang bersedia menerima kunjungan rumah (home visit), yang terbagi menjadi kelompok anak usia 12–36 bulan (n=35) dan 37–59 bulan (n=25). Pengumpulan data menggunakan instrumen HOME Inventory yang berstandar internasional, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok usia 12–36 bulan, aspek responsivitas orang tua dominan pada kategori tinggi (62,9%) dan stimulasi bervariasi sangat tinggi (54,3%). Sedangkan pada kelompok usia 37–59 bulan, penerimaan terhadap perilaku anak berada pada kategori tinggi (52%), namun aspek penyediaan alat bermain tergolong rendah (28%). Disimpulkan bahwa meskipun interaksi emosional dan kasih sayang ibu sudah optimal, dukungan fasilitas fisik dan penyediaan alat bermain edukatif masih terbatas akibat kendala sosial-ekonomi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amelia, R., & Fitria, R. (2024). Hubungan pola asuh ibu dengan perkembangan psikososial anak balita. Jurnal Kesehatan Anak, 5(2), 120–130.
Caldwell, B. M., & Bradley, R. H. (2020). HOME Inventory Administration Manual. University of Arkansas at Little Rock.
Hasanah, U., & Dewi, R. (2023). Pengaruh Pola Asuh Otoriter terhadap Kemandirian dan Sosial Anak umur Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 12(1), 15-24.
Hikmawati, L., Arbarini, M., & Suminar, T. (2022). Pola komunikasi orang tua dan dampaknya terhadap perkembangan sosial emosional anak di Dusun Gumeng, Bojonegoro. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Umur Dini, 6(4), 2456–2467.
Lestari, E. F., Prihardja, D., & Kebidanan, P. S. (2025). Hubungan pola asuh dan pola pemberian makanan. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 15, 1–8.
Masrul. (2019). Stimulasi psikososial anak balita menggunakan instrumen HOME di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(3), 45–52.
Maulana, et al. (2023). (Dikutip dalam konteks Teori Ekologi Bronfenbrenner mengenai lingkungan keluarga).
Mulyanti, T. (2017). Faktor yang memengaruhi perkembangan anak umur 3–72 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 33–40.
Puspita, W., & Yusuf, A. (2021). Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan dan Perkembangan Sosial Anak. Jurnal Psikologi Keluarga.
Rahmawati & Yusuf. (2021). (Dikutip dalam konteks Teori Attachment Bowlby).
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tirtana, M. A., et al. (2024). The Relationship between Parenting Style and Nutrition Status of Child Aged 12-24 Months at Jelbuk Public Health Center. Journal of Nursing Periodic, 1(2), 75-82.
Wichstrøm, L., et al. (2020). Emotional and behavioral characteristics in toddlers: A population study. Journal of Child Psychology and Psychiatry.
Widodo, S. (2023). Dinamika Pengasuhan dan Faktor Sosial Ekonomi Keluarga. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Zahra, S., Azahra, M., Sinaga, B., Sari, S. A., & Fawaz, R. A. (2025). Deteksi dini tumbuh kembang anak dalam mencegah potensi stunting sejak dini. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9, 2036–2041.
Caldwell, B. M., & Bradley, R. H. (2020). HOME Inventory Administration Manual. University of Arkansas at Little Rock.
DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i1.96182
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 EDUTECH

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.


















