Pedagang Etnis Minangkabau di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat (1975 – 2023)

Arief Rachman, Wawan Darmawan, Yani Kusmarni

Abstract


Tanah Abang Market, the largest textile trade center in Indonesia and Southeast Asia, functions as a multicultural economic hub that attracts traders from various ethnic groups, including Chinese, Arab, Betawi, and Minangkabau communities. This study focuses on Minangkabau traders, who represent the majority of participants in the market, to analyze their historical development, business strategies, adaptive practices, and the factors underlying their limited economic advancement. Using the historical method—comprising heuristics, source criticism, interpretation, and historiography—data were collected from newspapers, scholarly literature, and interviews with active traders. The findings indicate that Minangkabau involvement in Tanah Abang began in the 1970s, stimulated by Kredit Investasi Kecil (KIK), Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP), and pro-indigenous government policies. State-led modernization and expansion of the market further facilitated their growth. Initially operating as street vendors due to limited capital, many gradually secured permanent kiosks. Despite their numerical dominance, their overall business performance remains modest, constrained by restricted access to capital, short-term profit orientation, and difficulties in adapting to competitive and modern market dynamics. This study provides new insights into the socio-economic adaptation of ethnic traders within urban commercial spaces and contributes to the broader discourse on ethnic entrepreneurship, state policy, and market transformation in Indonesia. It also offers a foundation for future comparative research on the sustainability and competitiveness of local trading communities..

 

Abstrak

Pasar Tanah Abang, sebagai pusat perdagangan tekstil terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, berfungsi sebagai ruang ekonomi multikultural yang menarik pedagang dari berbagai etnis, seperti Tionghoa, Arab, Betawi, dan Minangkabau. Penelitian ini memfokuskan kajian pada pedagang Minangkabau yang menjadi kelompok mayoritas, dengan tujuan menganalisis dinamika historis, strategi bisnis, mekanisme adaptasi, serta faktor-faktor yang menyebabkan keterbatasan kemajuan ekonomi mereka. Penelitian ini menggunakan metode historis yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari koran, literatur ilmiah, dan wawancara dengan pedagang aktif. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan pedagang Minangkabau di Tanah Abang dimulai pada 1970-an, didorong oleh program Kredit Investasi Kecil (KIK), Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP), serta kebijakan pemerintah yang mendukung pengusaha pribumi. Modernisasi dan ekspansi Pasar Tanah Abang oleh pemerintah semakin mempercepat pertumbuhan mereka. Pada tahap awal, pedagang Minangkabau beroperasi sebagai pedagang kaki lima karena keterbatasan modal, sebelum secara bertahap memperoleh kios permanen. Namun, meskipun mendominasi secara jumlah, kemajuan usaha mereka tetap terbatas akibat akses modal yang rendah, orientasi keuntungan jangka pendek, dan tantangan dalam beradaptasi dengan dinamika perdagangan modern. Studi ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang adaptasi sosial-ekonomi pedagang etnis dalam ruang komersial perkotaan serta menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya mengenai kewirausahaan etnis dan transformasi pasar di Indonesia.


Keywords


Tanah Abang Market; Minangkabau traders; indigenous entrepreneurship; economic adaptation; historical study

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, D. (2007). Metodologi Penelitian Sejarah. Ar-Ruzz Media.

Abdurrahman, D. (2011). Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Penerbit Ombak.

Aryasahab, D. F. (2023). Sejarah PRRI/Permesta: Awal mula munculnya otonomi daerah secara menyeluruh di Sumatera Barat. HISTORIS: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 8(1), 37-44. http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis/article/view/12483

Boeke, J. H. (1953). Economics and economy policy of dual societies: as exemplified by Indonesia. Haarlem: H.D. Tjeenk Willink N. V.

Blackburnm S. (2012). Jakarta: Sejarah 400 tahun. Jakarta: Masup.

Booth, A. (2016). Economic change in modern Indonesia: Colonial and post-colonial comparisons. Cambridge University Press.

Geertz, C. (1978). The bazaar economy: Information and search in peasant marketing. American Economic Review, 68(2), 28–32.

Gottschalk, L. (1986). Mengerti sejarah (terj. Nugroho Notosusanto). UI Press.

Grim, J., & Wells, R. (2019). Informal economies and urban inequality in Southeast Asia. Urban Studies, 56(3), 524–540. https://doi.org/10.1177/0042098018778892

Herlina, N. (2020). Metode Sejarah. Satya Historika.

Kato, T. (1982). Matriliny and migration: Evolving Minangkabau traditions in Indonesia. New York: Cornell University Press.

Kato, T. (2005). Adat Minangkabau dan merantau dalam perspektif sejarah. Jakarta: Balai Pustaka.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi sejarah. Tiara Wacana.

Light, I., & Gold, S. J. (2000). Ethnic economies. Academic Press.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage.

Maruyama, M., & Trung, L. V. (2010). Modern retail development in emerging markets: Retailer behavior and market competition. Journal of Retailing and Consumer Services, 17(2), 125–134. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2009.11.004

Naim, M. (2013). Merantau pola migrasi suku Minangkabau. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

PD Pasar Jaya. (2016). Laporan data pedagang Pasar Tanah Abang. Jakarta.

Portes, A., & Zhou, M. (1993). The new second generation: Segmented assimilation and its variants. Annals of the American Academy of Political and Social Science, 530(1), 74–96. https://doi.org/10.1177/0002716293530001006

Rahmayanty, D., Wulandari, N., Pratama, M. R., & Putri, N. (2023). Ketidaksetaraan gender dalam sistem patrilineal. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(5), 6513-6522.

Sjamsuddin, H. (2012). Metodologi Sejarah. Penerbit Ombak.

Tanpa Nama. (1982). Pasar Tanah Abang 250 tahun. Pasar Pusat Tanah Abang.

Tosh, J. (2015). The pursuit of history: Aims, methods and new directions in the study of history (6th ed.). Routledge.

Umarak, S., & Hardi, E. (2023). Pengungsian paseian rumah sakit jiwa HB Saanin Padang ke Sawhlunto masa peran kemerdekaan. Jurnal Kronologi, 5(2), 1-7. https://doi.org/10.24036/jk.v5i2.721.

Waldinger, R. (1986). Immigration and urban change. Annual Review of Sociology, 12(1), 211–232.

Waldinger, R., Aldrich, H., & Ward, R. (1990). Ethnic entrepreneurs: Immigrant business in industrial societies. Sage.

Yanti, W. (2014). Memahami peranan perempuan suku Minang perantauan dalam menjaga dan meneruskan komunikasi budaya matrilineal. The Massenger, 14(2), 29-36.




DOI: https://doi.org/10.17509/factum.v14i2.87189

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Universitas Pendidikan Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.