Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Nelesan di Desa Nagarapageuh Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis

Diki Awaludin, Yadi Kusmayadi, Dewi Ratih

Abstract


The heirloom-cleansing tradition in Nagarapageuh Village, Ciamis Regency, is a cultural practice that connects ancestral remembrance, community identity, and the intergenerational transmission of values. This study examines its historical development, symbolic meanings, and transformation of social functions. Employing the historical method, the research follows four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, drawing on interviews, observations, documentation, and literature studies. The findings indicate that the tradition, which oral accounts associate with Prajamanggala's leadership in the eighteenth century, has evolved from the cleansing of heirlooms and everyday tools into a more public cultural celebration since 2022. Its rituals symbolize ancestral respect, spiritual purification, and communal solidarity. The study argues that the continuity of this tradition depends not merely on preserving ritual practices but also on their transformation into a means of transmitting collective memory, strengthening local identity, and fostering intergenerational historical learning.

 

Abstrak

Tradisi pembersihan pusaka di Desa Nagarapageuh, Kabupaten Ciamis, merupakan praktik budaya yang menghubungkan penghormatan terhadap leluhur, identitas komunitas, dan pewarisan nilai antargenerasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan historis, makna simbolik, dan transformasi fungsi sosial tradisi tersebut. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan memanfaatkan wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi yang secara lisan dikaitkan dengan kepemimpinan Prajamanggala pada abad ke-18 mengalami perubahan dari praktik pembersihan pusaka dan peralatan sehari-hari menjadi perayaan budaya yang lebih terbuka sejak 2022. Prosesi ritual merepresentasikan penghormatan terhadap leluhur, penyucian diri, dan solidaritas antarkomunitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tradisi tidak hanya bergantung pada pelestarian ritual, tetapi juga pada kemampuannya bertransformasi menjadi sarana pewarisan memori kolektif, penguatan identitas lokal, dan pembelajaran sejarah antargenerasi.


Keywords


heirloom-cleansing tradition; collective memory; cultural transformation; local wisdom; Nagarapageuh.

References


Aat Suwanto. (2025, 2 Januari). Wawancara mengenai sejarah dan perkembangan tradisi pembersihan pusaka di Desa Nagarapageuh [Wawancara pribadi]. Pemangku budaya Kabupaten Ciamis.

Agung. (2025, 26 April). Wawancara mengenai pemeliharaan benda pusaka dan pelaksanaan ritual di Pakuwon Nagarapageuh [Wawancara pribadi]. Juru pelihara Pakuwon.

Ali. (2025, 8 Mei). Wawancara mengenai asal-usul, makna, dan pelaksanaan tradisi pembersihan pusaka [Wawancara pribadi]. Budayawan Kabupaten Ciamis.

Appadurai, A. (Ed.). (1986). The social life of things: Commodities in cultural perspective. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511819582

Budiawan, A., Sihabudin, A. A., & Sunarti, N. (2022). Strategi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam pengelolaan budaya masyarakat berwawasan lingkungan di tengah pandemi COVID-19 tahun 2021. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 8(2), 376–398.

Connerton, P. (1989). How societies remember. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511628061

Dasih, I. G. A. R. P., & Nirmalayani, I. A. (2021). Komunikasi budaya dalam tradisi Tatebahan di Desa Bugbug Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem. Nilacakra.

Durkheim, É. (1995). The elementary forms of religious life (K. E. Fields, Trans.). Free Press. (Original work published 1912).

Endang. (2025, 28 April). Wawancara mengenai sejarah leluhur dan tradisi Desa Nagarapageuh [Wawancara pribadi]. Sekretaris Desa Nagarapageuh.

Gottschalk, L. (1975). Mengerti sejarah. Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.

Halbwachs, M. (1992). On collective memory (L. A. Coser, Ed. & Trans.). University of Chicago Press.

Hisyam, C. J. (2021). Sistem sosial budaya Indonesia. Bumi Aksara.

Ikit. (2025, 26 April). Wawancara mengenai makna simbolik dan pelaksanaan tradisi pembersihan pusaka [Wawancara pribadi]. Juru kunci Desa Nagarapageuh.

Kirshenblatt-Gimblett, B. (2004). Intangible heritage as metacultural production. Museum International, 56(1–2), 52–65. https://doi.org/10.1111/j.1350-0775.2004.00458.x

Kuntowijoyo. (2005). Pengantar ilmu sejarah. Bentang.

Lave, J., & Wenger, E. (1991). Situated learning: Legitimate peripheral participation. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511815355

Mauss, M. (1990). The gift: The form and reason for exchange in archaic societies (W. D. Halls, Trans.). Routledge. (Original work published 1925).

Maysarah, S. (2021). Nilai-nilai kearifan lokal pada tradisi Kadhisah di Desa Kalirejo Kecamatan Sumbermalang Kabupaten Situbondo [Karya ilmiah, jenis belum diverifikasi]. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Mirna, M., Hapsah, W. O. S., & Jalil, A. (2020). Makna simbolik ritual Kasampuniki Napa. Kabanti: Jurnal Kerabat Antropologi, 4(2), 13–19.

Mubayanah, S., & Amin, N. (2024). Transformasi makna ritual dalam masyarakat modern: Analisis sosiologis dan budaya. GAHWA, 3(1), 17–33. https://doi.org/10.61815/gahwa.v3i1.473

Mulyana, D. (2019). Pengantar komunikasi lintas budaya: Menerobos era digital dengan sukses. PT Remaja Rosdakarya.

Munsyid, M., & Sudarto, S. (2024). Peran Nyangku dalam membangun kohesi sosial di kalangan masyarakat Panjalu. JKDB: Jurnal Konservasi dan Budaya, 1(2), 143–154. https://ojs.unigal.ac.id/index.php/jkdb/article/view/4743

Nashihin, H. (2017). Konstruksi budaya sekolah sebagai wadah internalisasi nilai karakter. [Informasi penerbit atau jurnal perlu diverifikasi].

Rachmadyanti, P. (2017). Penguatan pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar melalui kearifan lokal. JPsd (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar), 3(2), 201–214. https://doi.org/10.30870/jpsd.v3i2.2140

Samin. (2025, 28 April). Wawancara mengenai sejarah lisan leluhur dan praktik keagamaan di Nagarapageuh [Wawancara pribadi]. Tokoh masyarakat.

Smith, L. (2006). Uses of heritage. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203602263

Turner, V. W. (1967). The forest of symbols: Aspects of Ndembu ritual. Cornell University Press.

Vansina, J. (1985). Oral tradition as history. University of Wisconsin Press.

Yoyo. (2025, 20 Mei). Wawancara mengenai transformasi tradisi menjadi Gebyar Budaya sejak 2022 [Wawancara pribadi]. Kepala Desa Nagarapageuh.

Yunus, R. (2014). Nilai-nilai kearifan lokal (local genius) sebagai penguat karakter bangsa: Studi empiris tentang Huyula. Deepublish.




DOI: https://doi.org/10.17509/factum.v15i1.91316

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Universitas Pendidikan Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.