PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR

Sri Hayati

Abstract


Saat ini kita sedang menyaksikan suatu transisi cakrawala yang tak terbatas ke pencarian keseimbangan dalam ruang yang sempit atau bahkan yang tak terbatas. Pada intinya, dunia berada dalam masa transisi di mana bentuk sosial, tata cara yang berlangsung, serta nilai-nilai akan berlalu sebelum bentuk-bentuk dan metodologi baru punya waktu yang cukup untuk menggantikannya (Soerjani, 2000: 28-29). Dalam hal ini terjadi interaksi yang rumit, di mana jalinan interaksi lokal tidak lagi dapat dibedakan dengan jalinan interaksi dalam skala global. Dampak dari proses ini adalah beban yang cukup berat bagi sumber daya alam dalam proporsi yang memacu pada ketergantungan dan pertentangan baru yakni eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali, terjadinya limbah, pencemaran, dan kemiskinan. Permasalahan kerusakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungan, kemudian merebak secara global. Perluasan padang pasir, penggundulan hutan, erosi tanah, hujan asam dan pencemaran udara perkotaan menjadi agenda internasional. Selain itu, ditambah pula dengan berlubangnya lapisan ozon, pemanasan global, dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati (World Commission on Environment and Development, 1995) Makalah ini mengkaji pendidikan lingkungan hidup pada jenjang pendidikan dasar yang difokuskan pada bagaimana konsep-konsep dasar dan permasalahan lingkungan hidup dapat diadopsi oleh siswa pada jenjang pendidikan dasar. Hal ini penting karena: pertama, pendidikan merupakan salah satu proses untuk dapat menjadikan diri seseorang lebih dewasa (Bloom, 1981). Perubahan tingkah laku merupakan indikator dari kedewasaan (Gagne, 1977). Kedua, proses pendewasaan menurut Piaget (1977) berkaitan dengan perkembangan intelektual seseorang dan kesiapan yang dimiliki untuk perkembangan selanjutnya. Siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret di mana berpikir logis yang dimiliki didasarkan pada manipulasi fisik dan obyek, sehingga penanaman konsep lingkungan hidup pada jenjang ini merupakan hal yang strategis. Ketiga, menurut Orams (1993) dengan memodifikasi teori Piaget mengemukakan bahwa proses membangun struktur kognitif dapat terwujud melalui adanya informasi, transformasi, dan penggunaan. Interaksi antara individu dengan lingkungan hidup akan terus berlangsung sejalan dengan adanya pemahaman dan persepsi baru mengenai lingkungan tersebut.

 

Kata kunci: Pendidikan lingkungan hidup, Pendidikan Dasar.


References


Baharudin, Azizan. 1995. Science, Values and The Environment: On The Need for A Coherent and Holistic Worldview. Dalam Azizan HJ Baharuddin (Ed.) Environment and Development: Ethical and Educational Considerations. Kualalumpur: Institut Kajian Dasar.

Blaikie, N.W.H. 1993. “Education and Environmentalism: Ecological World View and Environmentally Responsible Behaviour”. Australian Journal of Environmental Education 9. Supplement August.. p. 14.

Bloom, Benyamin S. 1956. Taxonomy of Educational Objective: Book I Cognitive Domain. N.Y.: Longman Inc.

Chiras, Daniel D. 1991. Environmental Science: Action for a Sustainable Future. California: The Benjamin/Cummings Pub. Co. Inc.

Gage, N.L. & Berliner, D.C. 1984. Educational Psychology. Dallas: Houghton Miffin Co.

Golley, Frank B. 1987. “Deep Ecology from the Perspective of Ecological Science”. An Interdisciplinary Journal Dedicated to the Philosophical Aspects of Environmental Problems. p. 45.

Good, Thomas L. & Brophy, Jere E. 1990. Educational Psychology. N.Y.: Longman.

Hungerford, H.R. & Volk, Trudi L. 1990. “Changing Leaner Behaviour Through Environmental Education”. The Journal of Environmental Education Vol. 21. p. 3.

Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. 1996. Agenda 21 Indonesia: Strategi Nasional Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Kantor Meneg LH.

Krech, David. Crutchfield, Richard S. & Ballachey, Egerton L. 1988. Individual in Society. N.Y.: McGraw-Hill Co.

Mark Orams. 1994. “Creative Effective Interpretation for Managing Interaction Between Tourist and Wildlife”. Australian Journal of Environmental Education 10. pp 21-34.

Soerjani, Mohamad. 1997. Pembangunan dan Lingkungan: Meniti Gagasan dan Pelaksanaan Sustainable Development. Jakarta: IPPL.

________. 1992. “Ekologi Sebagai Dasar Pemahaman Tentang Lingkungan Hidup”. Serasi: Warta Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 24. p.

________. 2000. Kepedulian Masa Depan, alih bahasa. Jakarta IPPL.

Todaro, Michael P. 1995. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Terjemahan edisi ketiga. Jakarta: Bumi Aksara.

Van Rensburg, Eureta Janse.1994. “Social Transformation in Response to the Environment Crisis: The Role of Education and Research”. Australian Journal of Environmental Education Vol 10. P.1-20.

World Commission on Environment and Development. 1995. Hari Depan Kita Bersama. Terjemahan dari Our Common Future. Jakarta: PT. Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.17509/gea.v7i1.1712

DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): https://doi.org/10.17509/gea.v7i1.1712.g1162

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Sri Hayati



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.