PENERAPAN METODE ANALITICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMBUATAN ZONA NILAI TANAH

Adkha Yulianandha Mabrur

Abstract


Tanah merupakan suatu penunjang kehidupan seseorang, kebutuhan akan tanah semakin lama semakin meningkat. Hal ini dikarenakan berkembangnya fungsi dari pemanfaatan tanah. Penilaian orang atas sebidang tanah akan menjadi sangat berbeda, karena tanah memiliki beberapa dimensi dan ukuran yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu dalam menilai tanah perlu suatu keahlian tersendiri. Model penilaian tanah yang digunakan oleh BPN untuk pembuatan peta Zona Nilai Tanah (ZNT) adalah model penilaian tanah secara masal dengan menggunakan prosedur perbandingan pasar dalam satu zona. Tingkat pengetahuan dan pengalaman penilai pada model penilaian ini berpengaruh terhadap hasil zona dan penilaian yang lebih bersifat subjektif. Oleh karena itu metode Analitical Heirarchy Proccess (AHP) dipilih untuk dapat mendekatkan besaran atau ukuran secara lebih objektif dan untuk mengeliminasi subjektifitas. Melalui perhitungan dengan AHP maka diperoleh kriteria faktor penentu nilai tanah yaitu aksebilitas dengan bobot kepentingan 58%, penggunaan lahan 14%, dan fasilitas umum 28%. Dari perhitungan bobot kepentingan menggunakan AHP diaplikasikan kedalam analisi spasial sehingga dapat kelompokan kedalam satu area dengan bobot yang sama dengan mengasumsikan bahwa area yang mempunyai kemiripan bobot maka mempunyai nilai tanah yang hampir sama.

Keywords


Zona Nilai Tanah (ZNT); Analitical Heirarchy Process (AHP); SIG

References


Achsin, M. 2011. Tesis : Penentuan Lokasi Pembangunan Perumahan, Penerapan Analytical Hierarchy Process (AHP) Di Kota Malang, Magister Ekonomomi Pembangunan, Universitas Gadjah Mada.

Amalia, Novita, dkk. 2015. “ Pemetaan Zona Nilai Tanah Untuk Menentukan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Jurnal UNDIP. ISSN : 2337-845X.

Ananta dan Supriyanto. 1999. Penelitian Tentang Sektor Informal. Jurnal ekonomi UGM. Yogyakarta

Anonim, 1994. PMNA No. 1 Tahun 1994 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Keputusan Presiden RI No.55 Tahun 1993 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, Kementrian Agraria, Jakarta.

Anonim, 1999. Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Nomor : SE-55/PJ.6/1999 tanggal 31 Agustus 1999 Tetang Petujuk Teknis Analisis Penentuan Nilai Indikasi Rata-rata, Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta.

Anonim, 2006. Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Nomor : SE-25/PJ.6/2006 tanggal 20 Juli 2006 Tentang Tata Cara Pembetukan/Penyempurnaan ZNT/NIR, Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta.

Aronoff, Stan. 1989. Geographic Information System; A Management Perspective, Ottawa. WDL, Publications.

Berry, Brian J.L, 1984. “National Urbanization Policy in Developing Countries (Bertrand Renaud) in Economic Development And Cultural Change”, Paper Review.

Chaizi, Nasucha. 1995. Politik Ekonomi Pertanahan dan Struktur Perpajakan Atas Tanah. Jakarta : PT. Kesaint Blanc Indah Co

Damayanti, Astrid dan Syah, Alfian. 2009. Penilaian Tanah Dengan Pendekatan Keruangan, Universitas Indonesia, Jakarta. Eckert, J. K., Gloudeinans and Almy R. 1990. Properti Appraisal and Assesment Administration. IAAO. Chicago. IIIinois.

Ernawati, Ririn. 2005. Skripsi : Studi Keandalan Luas persil Dalam Pendaftaran Tanah Sistematik di Perkotaan dan Pedesaan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang.

Estimiyarti, R. (2012). Pemanfaatan Model Regres Dalam Pembuatan Peta ZNT, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Yogyakarta.Gardner, Howard. (2003). Kecerdasan Majemuk, Teori dalam Praktek. Interaksara: Jakarta.

Fakultas Ekonomi UGM, PPE dan BPN. 1994. Studi Tentag Sistem Penentuan Harga Tanah, Yogyakatra : Universitas Gadjah Mada

Hartono, M. (2008). “Penentuan Nilai Tanah Dengan Analisis Spasial, AHP dan Regresi Di Sekitar Wilayah Banjir Lumpur Sidoarjo Jawa Timur” , Program Studi Magister Teknik Geodesi dan Geomatika Bidang Pengutamaan Administrasi Pertanahan-ITB, Bandung.

Hartati, Sri dan Nugroho, Adi. (2012). Sistem Pendukung Keputusan Berbasis AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk Penentuan Kesesuaian Penggunaan Lahan (studi kasus : Kabupaten Semarang), Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta Hermit, Herman. 2009. Cara Memperoleh Sertifikat Tanah, Mandar Maju, Bandung

Hidayati, Wahyu dan Harjanto, Budi. 2003. Konsep Dasar Penilaian Properti, BPFE, Yogyakarta.

Indradi, IG dan Subroto, Tullus. 2014. Kartografi. Sekolah Tinggi Pertanahan Kementrian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional, Yogyakarta.

Kurniati, Erna dan Rahardjo, Noorhadi. 2012. Evaluasi Metode Klasifikasi dalam Pembuatan Peta Kepadatan Penduduk DIY dengan Permukaan Statistik dan Uji Proporsi. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Lazirosa, Presylia, 2002. Studi Kajian Nilai Lahan. Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Lucky, Djuniardi. 1997. Skripsi : Studi Keandalan Luas Persil Dalam Pendaftaran Tanah Sistematis di Perkotaan dan Pedesaan, Bandung : Departemen Teknik Geodesi ITB Northam, Ray, M. 1975. Urban Geography. Newyork, London: Oregon State University John Wiley and Sons.

Perangin Effendi. 1994. Hukum Agraria Indonesia, Suatu Telaah Dari Sudut Pandang Praktisi Hukum. Jakarta: Raja Grafindo.

Prahasta, Eddy. 2009. Sistem Informasi Geografi : Konsep- Konsep Dasar (Perspeksi Geodesi & Geomatika). Bandung : Penerbit Informatika Bandung.

Prasetyo, Dwi Juli. 2014. Skripsi : Kajian Kerawanan Longsorlahan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process dan Sistem Informasi Geografis di DAS Ijo Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Saaty, Thomas L., 1990, Analytical Hierarchy Process, Theory, Methodology, Process and Application. Upper Sadle River : Prentice Hall.

Saaty, T Thomas L. 1991. Some Mathematical Concept of the Analytical Hierarchy Process. Behaviormatrika, 29.

Saaty, Thomas L. 1992. Multicriteria Decision Making. The Analytic Hierarchy Process. Pittsburgh. RWS Publications.

Saaty, Thomas L. 1993. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin, Proses Hirarki Analitik untuk Pengambilan Keputusan dalam Situasi yang Kompleks. Setiono L, penerjemah; Peniwati K, editor. Jakarta: PT.Pustaka Binaman Pressindo. Terjemahan dari: Decision Making for Leaders The Analytical Hierarchy Process for Decisions in Complex World. Sadahiro, Yukio. 2006. Course #716-26 Advanced Urban Analysis E. Lecture Title: – Spatial Analysis using GIS – Associate professor of the Department of Urban. Japan: Engineering, University of Tokyo.

Sarah, Kurdinanto. 2004. Aspek Perumusan Nilai Tanah Sebagai Masukan Kebijaksanaan Tanah Perkotaan Bandung. Bandung : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota FTSP- ITB.

Standard Penilaian Indonesia. 2007. Penilaian Property, Kemenkeu

Triahtaphyllou E. 2005. The impact of aggregating benefit and cost criteria in four MCDA methods. Los Angeles : IEEE Transactions on Engineering Management (Volume: 52 , Issue: 2)

Waljiyanto dan Sumandi, Y. (2002), “Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Zonasi Nilai Tanah Studi Kasus Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul”, Jurusan Teknik Geodesi-UGM, Yogyakarta.

Wedasana A.S., 2011, Tesis : Analisis Daerah Rawan Kecelakaan dan Penyusunan Database Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Kota Denpasar), Tesis S-2, Program Magister Program Studi Teknik Sipil, Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar.




DOI: https://doi.org/10.17509/gea.v19i2.19546

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Adkha Yulianandha Mabrur

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.