Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana

taswadi taswadi

Sari


Majunya perkembangan teknologi berpengaruh bagi perupa pada umumnya dan tampak pada perupa Warli Haryana dalam sebuah pameran tunggal di Bandung tahun 2017. Sejumlah karyanya bernuansya modern dan tradisional, berpadu dalam lukisannya. Subyek tokoh wayang diangkat dalam lukisan, dengan teknik printing digital. Menjadi menarik ketika teknik printing digital sebagai pilihan dalam lukisannya, karena secara konvensional pemahaman lukisan adalah sebagai curahan gagasan dalam bentuk dua dimensi dengan teknik sapuan warna secara manual. Sementara teknik digital printing masih belum disepakati sebagai salah satu karya lukisan. Sebanyak 30 buah karya Praktisi Seni dan Dosen Seni Rupa Fakultas Pendidikan Seni dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia (FPSD UPI) Warli Haryana ditampilkan dalam pameran tunggal yang bertajuk Eksplorasi Jiwa Rupa Interesting Point of Life di Equilibrium Art Gallery Jalan Sersan Bajuri No. 88, Bandung, mulai Sabtu, 16 Desember hingga Jumat, 22 Desember 2017 (Portal UPI Bandung, 2017). Keberanian Warli Haryana yang memcoba teknik baru secara digital printing perlu diapresiasai sebagai eksperimen teknik baru dalan dunia seni lukis, dan menjadi penting untuk bahan diskusi dalam perkembangan seni lukis dewasa ini. Tentunya keputusan layak tidaknya teknik digital printing hanya zamanlah yang akan menentukannya.

Kata Kunci


Teknik digital printing, seni lukis, paduan modern dan tradisional.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


A. Sumber Tercetak

Abdullah, Irwan. 2010. Kontruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Berger, Arthut Asa. 2010. Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kontemporer. Terj. M. Dwi Marianto Yogyakarta: Tiara Wacana.

Ida, Rachmah. 2014. Studi Media dan Kajian Budaya. Jakarta: Prenada Media Grup.

Langer, Suzanne K. 2006. Problematika seni. Terj. FX. WIdaryanto. Bandung: Sunan Ambu Press.

Merriam, Alan P. 1964. The Anthrophology of Musik. Chicago: North Western, University Press.

B. Sumber Lisan

Sugianto. 70 tahun. Pimpinan Reog Singo Mangku Joyo. Gubeng Kertajaya V. Kelurahan Airlangga. Kecamatan Gubeng. Surabaya.

Hendro Utomo. 45 tahun. Anggota pemain slompret Reog Singo Mangku Joyo. Gubeng Kertajaya V. Kelurahan Airlangga. Kecamatan Gubeng. Surabaya

Rudi. 26 tahun. Anggota pemain kendang Reog Singo Mangku Joyo. Gubeng Kertajaya V. Kelurahan Airlangga. Kecamatan Gubeng. Surabaya.

C. Sumber internet

https://rebanas.com/kamus/jawa-indonesia/mangku. Diunduh pada tanggal 15 Desember 2016.

http://pawargo.com/2010/06/kampung-reog-surabaya.html?m=1 . Diakses pada tanggal 10 Desember 2016.

http://Kbbi.co.id/arti-kata/visualisasi. Diakses pada tanggal 25 Desember 2016.

http://www.Kbbi.co.id/arti-kata/visual. Diakses pada tanggal 25 Desember 2016.

http://reogsingomangkukoyotni-ad.blogspot.co.id?m=1. Diakses pada tanggal 10 Desember 2016.

http://www.neraca.co.id/article/27930/lestarikan-kebudayaan-agar-tidak-punah-csr-seni-budaya. Diakses pada tanggal 10 Desember 2016.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


(P) ISSN: 2686-0902

Thamplate Jurnal Irama

 

Contact Person :

Salsa Solli Nafsika, M.Pd.

Fakultas Pendidikan Seni dan Desain

Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr.Setiabudhi No.229 Bandung 40154

 

Telp :(022) 2009198

Email : irama_fpsd@upi.edu