Tegangan Kejawaan Dalam Remodifikasi Berbagai Petanda (Studi kekaryaan Nindityo Adipurnomo pada seri karya ber-subject matter Sanggul-Konde)

ardiyanto ardiyanto

Sari


Khazanah seni rupa kontemporer Indonesia mengalami perluasan yang signifikan. Hal ini tidak  ditinjau dari pilihan media dan medium ekspresi seni saja, akan tetapi berkenaan dengan isu-isu aktual yang dialami masyarakat kontemporer kita. Demikian pula tafsir ulang terhadap kondisi budaya lokal dan segenap warisan yang menyertainya. Terutama rekontekstualisasi nilai dan  artefak tradisi pada proses kreatif perupa menjadi media tafsir tidak hanya terhadap sikap dan gagasan perupa. Namun sebagai media dalam pembacaan perubahan budaya dan sosial yang terjadi disekitar kita. Pendekatan semiotik visual : kode, pesan, tanda, konteks, pengirim pesan dan penerima pesan, merupakan wahana pembacaan karya-karya Nindityo Adipurnomo atas reinterpretasinya terhadap budaya Jawa saat itu. Suatu respon dan tafsir kreatif terhadap transformasi budaya dan sosial Jawa di tengah globalisasi yang nyaris seragam saat ini.  Dimana aspek kelokalan mendapat kesempatan untuk tampil melalui upaya adaptasi dengan kondisi kekinian di berbagai wilayah dunia. Kekaryaan seni instalasi, seni objek (barang), seni lukis, seni grafis Nindityo yang ber-subject matter Sanggul dan konde dalam tradisi Jawa menjadi wahana efektif pembacaan dinamika perubahan sosial dan budaya melalui Semiotika.

Kata Kunci


teks, deference, metafora, interteks, context oriented criticisim, tanda, petanda, citra, dan kode

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Asa Berger, Arthur. 2000. Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kontemporer. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana.

Asmudjo J.I. dkk. 2000. Outlet, Yogya dalam Peta Seni Rupa Kontemporer Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Seni Cemeti.

Budiman, Kris. 2003. Semiotika Visual. Yogyakarta: Penerbit Buku Baik dan Yayasan Seni Cemeti.

____________.1999. Kosa Semiotika, Yogyakarta: Penerbit LKiS .

Fiske, Jhon .1990. Cultural and Communication Studies. Yogyakarta dan Bandung: Jalasutra.

Fasya, Teuku Kemal .2002. Semiotika dan Martabat Sebuah Tulisan Essay. Jakarta: H.U. KOMPAS 1 November 2002.

Halliday, M.A.K. dan Hasan, Ruqaiya .1992. Bahasa, Konteks dan Teks; Aspek-Aspek Bahasa dalam Pandangan SemiotiK Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Kuss, Alexandra dkk; editors .2001. AWAS! Recent Art from Indonesia, (catalogue). Yogyakarta: The Walter Spies Society-Cologne-German dan Yayasan Seni Cemeti.

Plas, Els Van der.1995. Orientasi, (katalog). Yogyakarta: Gate Foundation dan Yayasan Seni Cemeti

Sedyawati, Edi dkk: editors .1997/08. Contemprary Art of the Non-Aligned Countries ; Unity in Diversity in International Art. Jakarta : Balai Pustaka – (post Event catalogue).

Sunardi, ST. 2000. Semiotika Negativa. Yogyakarta : Kanal.

Supangkat, Jim dkk .2000 Outlet Yogya dalam Peta Seni Rupa Kontemporer Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Seni Cemeti.

________________( 2003) Interpellation, CP Open Biennalle 2003 (katalog). Jakarta: CP foundation.

_________________(2005), MACHO WWW Nindityo Adipurnomo, Brosur pameran tunggal, Jakarta: Bentara Budaya kel. KOMPAS – Gramedia.

Vos, Ken dkk (ed).1993. Indonesia Modern Art, Indonesian Painting since 1945. Amsterdam: Gate Foundation.

Turner, Caroline & Davenport, Rhana. 1996. The Second ASIA PACIFIC of Cotemporary Art Triennial,. Brisbane Australia 1996.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


(P) ISSN: 2686-0902

Thamplate Jurnal Irama

 

Contact Person :

Salsa Solli Nafsika, M.Pd.

Fakultas Pendidikan Seni dan Desain

Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr.Setiabudhi No.229 Bandung 40154

 

Telp :(022) 2009198

Email : irama_fpsd@upi.edu