Representasi Dominasi Gereja Katolik dalam Film Cinema Paradiso: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce
Abstract
Film Cinema Paradiso disutradarai oleh Giuseppe Tornatore dan diproduksi di Italia pada tahun 1988. Film ini berlatar belakang pasca-Perang Dunia II di kota Sisilia, bagian selatan Italia. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis kekuasaan dominan Gereja Katolik yang direpresentasikan melalui tanda dan simbol dalam film menggunakan metode kualitatif deskripfif dengan pendekatan analisis semiotika Triangle of Meaning dari Charles Sanders Peirce. Hasil penulisan menunjukkan bahwa Gereja Katolik memiliki pengaruh signifikan dalam kehidupan masyarakat Sisilia, terutama dalam kontrol moral dan sosial melalui sensor film. Simbol-simbol seperti lonceng sensor, patung Madonna, dan patung singa yang menjadi sumber cahaya proyektor menggambarkan dominasi institusi ini atas media dan budaya. Film Cinema Paradiso merepresentasikan bagaimana gereja memanfaatkan media sebagai alat kontrol sosial sekaligus menawarkan paradiso imajiner kepada masyarakat. Dengan metode analisis semiotika Triangle of Meaning, penulisan ini mengungkap bagaimana tanda, objek, dan interpretan dalam film ini saling berinteraksi untuk membangun narasi kekuasaan Gereja Katolik. Penulisan ini memberikan wawasan tentang bagaimana film dijadikan medium untuk kritik sosial terhadap institusi keagamaan yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Alkhajar, E. N. S., Yudiningrum, F. R., & Sofyan, A. (2020). Film sebagai propaganda di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(1), 54–66. https://doi.org/10.22146/jsp.54427
Barański, Z. G., & Lumley, R. (Eds.). (1990). Culture and Conflict in Postwar Italy: Essays on Mass and Popular Culture. Palgrave Macmillan
Bellucci, F. (Ed.). (2020). Charles S. Peirce: Selected writings on semiotics, 1894–1912. De Gruyter Mouton. https://doi.org/10.1515/9783110616026
Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power (J. B. Thompson, Ed.; G. Raymond & M. Adamson, Trans.). Harvard University Press.
Canning, J. (1996). A History of Medieval Political Thought, 300–1450. Routledge.
Elfiandri, Y., & Rafiq, M. (2021). Persepsi masyarakat Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan terhadap sensor di tayangan televisi. Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 7(2), 156–162. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/risalah/article/view/5780
Ersyad, F. A. (2021). Semiotika komunikasi dalam perspektif Charles Sanders Peirce. Mitra Cendekia Media.
Erwantoro, H. (2011). Sensor film di Indonesia dan permasalahannya dalam perspektif sejarah (1945–2009). Bandung: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Foucault, Michel. (1990). The History of Sexuality: An Introduction, Vol. 1. New York: Vintage Books.
Giddens, A. (1984). The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration. University of California Press.
Gramsci, A. (2024). L’hégémonie culturelle (Ph. Baillet, Trans.). Paris: Payot.
Irawanto, B. (2011). Film propaganda: Ikonografi kekuasaan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 15(1), 11–24. https://doi.org/10.22146/jsp.11055
Lapan, S. D., Quartaroli, M. T., & Riemer, F. J. (2012). Qualitative Research: An
Introduction to Methods and Designs. In Jossey-Bass (First Edition, Vol. 5). United States of America.
Liszka, J. J. (1996). A general introduction to the semiotics of Charles Sanders Peirce. Indiana University Press.
Merriam, S. B. (2009). Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation. In Jossey-Bass: A Wiley Imprint (Second Edi). San Francisco: Jossey-Bass: A Wiley Imprint.
Mudjiono, Y. (2011). Kajian semiotika dalam film. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 125–138.
Nurfiana, E., & Chakim, S. (2022). Urgensi dakwah di era digital dalam meningkatkan literasi masyarakat Muslim. Jurnal Ilmiah Dakwah dan Komunikasi, 3(2), 147–157. https://doi.org/10.47467/jidk.v3i2.1906
Patton, M. Q. (1985). Quality in Qualitative Research: Methodological Principles and Recent Developments. Chicago: Invited address to Division J of the American Educational Research Association.
Samsuar. (2020). Hegemoni dalam praktik pendidikan: Studi kritis terhadap kebijakan pendidikan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(1), 34–41. https://doi.org/10.17977/um019v5i1p34-41
Saputra, D., & Saifuddin, A. (2022). Analisis semiotika pada film (Cet. 1). CV Haura Utama.
Sukyadi, D. (2011). Teori dan analisis semiotika. Bandung: Rizqi Press.
Toni, A., & Fachrizal, R. (2017). Studi Semiotika Pierce pada film dokumenter The Look of Silence: Senyap. Jurnal Komunikasi, 11(2), 137–154. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol11.iss2.art3
Wibowo, I. S. W. (2013). Semiotika komunikasi: Aplikasi praktis untuk penulisan dan skripsi komunikasi. Mitra Wacana Media.
DOI: https://doi.org/10.17509/irama.v7i2.83231
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Lince Rotua Agustina Silalahi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
P-ISSN 2686-0902 | E-ISSN 2809-7386
Address :
Faculty of Art and Design Education, Universitas Pendidikan Indonesia.
Jl. Dr. Setiabudi No.229, Isola, Kec. Sukasari, Bandung, Jawa Barat 40154.
(022)200-9198. [email protected]
Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




