Identifikasi Ketimpangan Pemanfaatan Ruang Publik Melalui Pendekatan Multisensori: Studi Kasus Taman Balai Kota Bandung
Abstract
Abstract: Bandung City Hall Park is a public open space that serves as a venue for recreation and social interaction for urban communities. Although it provides relatively equal physical facilities and accessibility, space utilization in the field still shows significant spatial disparities. This condition is characterized by a high concentration of activities in certain parts of the mass composition and low utilization in other zones, which indicates a failure in fulfilling environmental stimuli. This study aims to identify these spatial disparities in space utilization through a multisensory approach by analyzing the relationship between sensory spatial configuration quality and visitor behavior patterns. The research method applies a descriptive qualitative approach through field observations, behavior mapping, documentation, and spatial analysis of architectural elements that trigger visual, thermal, and auditory stimuli. The results indicate that areas with better sensory environmental quality characterized by dense shade-providing vegetation, optimal microclimate thermal comfort, adequate seating facilities, and comfortable auditory noise control exhibit much higher levels of visitor activity and social interaction. Conversely, zones with lower sensory quality and minimal shading elements tend to be underutilized by the public. These scientific findings prove that the quality of the architectural multisensory environment directly influences the spatial distribution of user activities within the urban park. In conclusion, a multisensory approach can be applied as an evaluation instrument and design parameter for adaptive public open spaces to promote a more balanced and inclusive utilization of urban spaces.
Keywords: multisensory; public space; urban park; visitor activities.
Abstrak: Taman Balai Kota Bandung merupakan ruang terbuka publik yang berfungsi sebagai sarana rekreasi dan interaksi sosial masyarakat perkotaan. Meskipun menyediakan fasilitas fisik dan aksesibilitas yang relatif merata, pemanfaatan ruang di lapangan masih menunjukkan ketimpangan spasial yang signifikan. Kondisi ini ditandai oleh tingginya konsentrasi aktivitas pada gubahan massa area tertentu dan minimnya penggunaan pada zona lainnya, yang mengindikasikan adanya kegagalan pemenuhan stimuli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketimpangan pemanfaatan ruang tersebut melalui pendekatan multisensori dengan menganalisis hubungan antara kualitas konfigurasi spasial sensorik dan pola perilaku pengunjung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, pemetaan perilaku (behavior mapping), dokumentasi, serta analisis spasial terhadap elemen arsitektural yang memicu stimuli visual, termal, dan auditori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area dengan kualitas lingkungan sensorik yang lebih baik karakteristiknya didominasi oleh kehadiran vegetasi peneduh yang rapat, kenyamanan termal mikroklimat yang optimal, penyediaan fasilitas elemen duduk yang memadai, serta kontrol kebisingan auditori yang nyaman memiliki intensitas aktivitas dan interaksi sosial yang jauh lebih tinggi. Sebaliknya, zona dengan kualitas sensorik rendah dan minim elemen peneduh cenderung tidak dimanfaatkan oleh publik. Temuan ilmiah ini membuktikan bahwa kualitas lingkungan multisensori arsitektural berpengaruh langsung terhadap distribusi spasial aktivitas pengguna di dalam taman kota. Kesimpulannya, pendekatan multisensori dapat diaplikasikan sebagai instrumen evaluasi dan parameter perancangan ruang terbuka publik yang adaptif demi mendorong pemerataan pemanfaatan ruang kota yang inklusif.
Kata Kunci: multisensori; ruang publik; taman kota; aktivitas pengunjung.Full Text:
PDFReferences
Arif Budiman, M., Dewiyanti, D., Widianti Natalia, T., Chandra Aditya, N., Kunci, K., & Saparua Bandung, T. (2022). ANALISIS KELAYAKAN FASILITAS RUANG TERBUKA KOTA DI TAMAN SAPARUA BANDUNG Corresponding Author. DESA Jurnal Desain Dan Arsitektur, 3(1), 6. https://ojs.unikom.ac.id/index.php/desa/index
Ayu Nabila, F., & Tiara Maharani, R. (n.d.). JAUR (Journal of Architecture and Urbanism Research) Penerapan Arsitektur Multisensori sebagai Stimulus Multiple Intelligence Anak pada Taman Prestasi Surabaya Application Of Multisensori Architecture As A Stimulus For Children’s Multiple Intelligence At Taman Prestasi Surabaya. https://doi.org/10.31289/jaur.v9i1.14459
Ba, M., Li, Z., & Kang, J. (2023). The multisensory environmental evaluations of sound and odour in urban public open spaces. Environment and Planning B: Urban Analytics and City Science, 50(7), 1759–1774. https://doi.org/10.1177/23998083221141438
Bachtiar, J. C. U., & Kusuma, H. E. (2019). Tipologi Taman-Taman Kota berdasarkan Sense of place Pengunjung. 17(2).
Desain Dan Arsitektur, J., Abdul Wahid, I., Dewiyanti Tantarto, D., Widianti Natalia, T., & Chandra Aditya, N. (2024). PENGARUH ZONING RUANG TERHADAP SIRKULASI DI SOSI FITNESS CENTERBANDUNG. DESA Jurnal Desain Dan Arsitektur, 5(2). https://ojs.unikom.ac.id/index.php/desa/index
Desain Dan Arsitektur, J., Bimantoro, D., Dewiyanti, D., Chandra Aditya, N., & Widianti Natalia, T. (n.d.). under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License STUDI KONSEP PENDEKATAN PLACEMAKING PADA PERANCANGAN RUANG PUBLIK M BLOC SPACE, JAKARTA SELATAN. DESA Jurnal Desain Dan Arsitektur, 3(1), 22. Retrieved https://ojs.unikom.ac.id/index.php/desa/index
Dewiyanti, D., Natalia, T. W., & Hertoety, D. (2022). Identifikasi Pilihan Tempat Bermain Anak pada Lingkungan Permukiman Terencana dan Tidak Terencana. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 11(4), 198–207. https://doi.org/10.32315/jlbi.v11i4.61
Dwi, E., Astuti1, K., Winarsih2, E., & Budiyanto3, H. (2025). Kajian Perilaku Pengguna Taman Kota di Kabupaten Blitar. VISA: Journal of Visions and Ideas, 5(1), 463.
Han, T., Tang, L., Liu, J., Jiang, S., & Yan, J. (2025). The Influence of Multi-Sensory Perception on Public Activity in Urban Street Spaces: An Empirical Study Grounded in Landsenses Ecology. Land, 14(1). https://doi.org/10.3390/land14010050
Jin, T., Lu, J., & Shao, Y. (2024). Exploring the Impact of Visual and Aural Elements in Urban Parks on Human Behavior and Emotional Responses. Land, 13(9). https://doi.org/10.3390/land13091468
Nisa, A. K., D Nurgandarum, & D Rosnarti. (2025). Multisensori Approach in Commercial Public Space Design in East Java, Indonesia. International Journal of Architecture and Urbanism, 9(3), 495–509. https://doi.org/10.32734/ijau.v9i3.23589
Nurazizah, L. T., Dewiyanti, D., Natalia, T. W., & Aditya, N. C. (2022). TERITORI RUANG BERMAIN ANAK PADA FASILITAS PRASEKOLAH DI KOTA BANDUNG. Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan Dan Lingkungan, 12(1), 1. https://doi.org/10.22441/vitruvian.2022.v12i1.001
Putriana, A., & Fatahillah, I. A. (2025). Urgensi Pengembangan Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung dalam Upaya Mewujudkan Kota Layak Anak. Dialogia Iuridica, 17(1), 022–040. https://doi.org/10.28932/di.v17i1.10241
Putu, N., Nitidara, A., Sarwono, J., & Suprijanto, S. (n.d.). Exploring cross-modal perception: audio, visual, and thermal responses to changes in audio-visual stimuli within virtual urban parks.
Safira, C. P., & Hartanti, N. B. (2026). Peran Kegiatan Komersial dalam membentuk Sense of place di Ruang Publik berdasarkan Persepsi Pengunjung (Studi Kasus: Taman Literasi, Blok M). SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 5(2), 1685–1698. https://doi.org/10.55681/sentri.v5i2.5709
Septianto, E., Djimantoro, M. I., Noviandri, P. P., Firmansyah, Poerbo, H. W., & Martokusumo, W. (2023). Multi-sensory in the conception of place in an urban cultural heritage environment. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, 8(2), 271–282. https://doi.org/10.30822/arteks.v8i2.2147
Shahhoseini, H., Kamal, M., Maulan, S., & Samimi, P. M. (2023). The Relationship between Sensory Stimuli Integration and Visual Preferences in Small Urban Parks. International Journal of Architectural Engineering & Urban Planning, 33(1), 2023. https://doi.org/10.22068/ijaup.722
Spence, C. (2020). Senses of place: architectural design for the multisensori mind. In Cognitive Research: Principles and Implications (Vol. 5, Number 1). Springer Science and Business Media Deutschland GmbH. https://doi.org/10.1186/s41235-020-00243-4
Tabassum, M. (2025). Understanding urban green spaces through lenses of sensory experience: a case study of neighborhood parks in Dhaka city. Senses and Society, 20(1), 62–94. https://doi.org/10.1080/17458927.2024.2392960
Zheng, H., Luo, M., Wang, Y., & Wei, Y. (2024). Multi-Sensory Interaction and Spatial Perception in Urban Microgreen Spaces: A Focus on Vision, Auditory, and Olfaction. Sustainability (Switzerland), 16(20). https://doi.org/10.3390/su16208809
DOI: https://doi.org/10.17509/jaz.v9i3.103198
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Cheryl Putri Permana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



